RITUAL MEMINTA HUJAN TURUN TEMURUN DENGAN GULAT TRADISIONAL



Suasana kemeriahan, tampak sejak memasuki perbatasan desa Setro Kecamatan Menganti, Gresik - Jawa Timur (08/07/2012.) Bahkan, warga berduyun-duyun di lapangan desa setempat, untuk menyaksikan secara langsung pertandingan okol, sebuah perhelatan gulat tradisional yang sudah berlangsung secara turun temurun.

Kemeriahan tradisi tahunan yang di selenggarakan setiap memasuki musim kemarau ini, terpelihara dengan rapi dan masih terlihat tradisional. Di antaranya, arena ring yang di gunakan terbuat dari tumpukan jerami yang di tutup karung. Meski demikian, suasana kemeriahan, tampak jelas di wajah warga yang sejak pagi menunggu perhelatan yang telah berlangsung ratusan tahun ini.

Guna menghindari efek negatif dari gulat, panitia menetapkan sejumlah peraturan. Di antaranya, di larang meninju lawan, memiliki kuku panjang, mengangkat tubuh lawan serta mencederai lawan dengan membelitkan kaki.

Biasanya, sebelum bertanding, para peserta di beri selendang warna merah, sementara lawannya menggunakan warna hitam. Perhelatan gulat ini, di pimpin 2 orang wasit yang dalam istilah warga setempat di kenal dengan nama pelandang.

Untuk tampil dalam gulat ini, peserta terlebih dahulu harus mencari lawan seimbang. Baik postur tubuh, usia serta tinggi badan. Setelah mendapat pengesahan pelandang, barulah peserta bisa memperlihatkan kebolehannya dalam bertarung di atas tumpukan jerami ini.

Para peserta berasal dari sejumlah daerah di sekitar gresik. Dalam gulat kali ini, tercatat setidaknya 40 pasang pegulat, ambil bagian. Uniknya, peserta gulat bukan hanya di dominasi kaum lelaki, tetapi anak-anak dan kaum hawa juga ambil bagian dalam tradisi tahunan ini.

Menurut tokoh masyarakat setempat, tradisi gulat okol telah berlangsung ratusan tahun yang silam. Konon, kekeringan panjang pernah melanda desa ini. Sehingga, saat turun hujan pertama, warga kemudian meluapkan rasa kegembiaraannya dengan bergulat di atas tumpukan jerami. “tradisi ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan sesepuh desa pun tidak tahu kapan di mulainya gulat ini”, ujar Bambang Suprayitno, Kepala Desa Setro.

Beberapa tahun yang lalu, gulat okol di tunjuk Dinas Pariwisata setempat, menjadi duta jawa timur dalam pekan budaya di Taman Mini Indonesia Indah dan meraih nominasi terbaik tingkat nasional.


digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...