This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

BERKAH KEMARAU, SUKSES BUDIDAYA SEMANGKA DI LAHAN RAWA



Sejak musim kemarau tiba, petani padi di Lamongan Jawa Timur, beralih profesi mejadi petani semangka. Lahan yang di garap petani bukan lahan biasa, melainkan lahan rawa-rawa seluas 300 hektar yang telah mengering. Panen hasil buah semangka pun mengungguli semangka hasil daerah lain.

Siapa sangka, lahan seluas 300 hektar yang mulanya sebuah rawa yang tak terurus. Namun di tangan warga Desa Sekaran Kecamatan Sekaran, rawa tersebut di sulap menjadi lahan pertanian buah semangka.

Di musim kemarau, petani padi desa setempat beralih profesi menjadi petani semangka. Keuntungnya pun cukup besar, karena petani tak mengeluarkan biaya perawatan yang cukup banyak, seperti pupuk dan lainnya.

Panen semangka kali tersebut belum mencapai target yang diharapkan, karena beberapa faktor yang mengganggu tanaman selama proses penggarapan, penanaman dan pemeliharaan hingga masa panen. Terbukti, hasil panen semangka tersebut tidak merata ukurannya. Meski begitu, petani semangka musiman ini terbilang sukses lantaran ketekunannya. “Untuk panen tahun ini, lumayan bagus”, ujar Kasmun, salah seorang petani.

Ciri-ciri masa panen semangka yakni terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil, maka buah tersebut bisa dipetik. Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer.

Mtersebutmal panen normal selama 70 hari, rata-rata per hektar mampu menghasilkan 50 juta Rupiah dengan modal awal sekitar 10 juta Rupiah, sudah termasuk biaya panen. Hasil panen semangka black orange tersebut bisa mencapai 5 ton atau 20 ton per hektare, bila cuaca mendukung.

Pada musim panen kali tersebut, semangka paling besar berukuran lebih dari dua kilo tersebut, di jual ke tenggkulak yang rata rata datang dari Jawa Tengah. Para petani menjualnya 2.700 Rupiah perkilo gram.

Semangka tersebut ternyata menjadi daya tarik bagi tengkulak maupun penebas semangka dari luar daerah. Pasalnya, semangka merah dan semangka kuning tersebut, ternyata paling bagus di banding daerah daerah lain, karena kondisi tanah dan kadar air tanah yang cukup bagus.

Sayangnya, pertanian semangka di lahan rawa-rawa tersebut tak tersentuh pemerintah. Sepatutnya pemerintah tanggap dengan adanya potensi daerah. Apalagi, jika lokasi pertanian buah semangka dapat di jadikan wisata lokal ketika masa kemarau.

SENSASI KELEZATAN SATE URAT KAMBING PENAMBAH STAMINA



Sate kambing, ternyata bisa di sajikan tanpa dagingnya. Di Gresik Jawa timur, seorang pedagang sate justru menyajikan menu sate spesial menggunakan urat kambing, atau otot besar terletak di atas tumit kaki kambing. Menu khas warga pesisir tersebut, banyak disuka warga karena tidak hanya sensasi kelezatanya, tetapi juga berkhasiat untuk menghangatkan tubuh dan mampu bangkitkan stamina kaum pria.

Matriban, warga desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, merupakan salah satu pedagang sate urat yang menyediakan menu spesial sate urat kambing. Sate urat produk pria yang sudah 10 tahun berdagang sate kambing tersebut dikenal memiliki rasa khas, yakni aromanya wangi, dagingnya serta dagingnya empuk. Karena itu, setiap akhir pekan, banyak warga yang menyerbu warungnya sekedar untuk menikmati kelezatan sate uratnya.

Meski begitu, tak sembarang kambing bisa di gunakan sebagai bahan baku sate urat. Matriban justru menggunakan kambing muda usia 1 tahun, karena dagingnya yang lembut. Untuk satu ekor kambing, Matriban bisa membuat 500 tusuk sate urat.

Untuk menambah rasa gurihnya, sate urat ini juga menggunakan bumbu kemiri, kacang tanah, bawang merah, garam, kecap, bawang putih serta jeruk nipis yang berfungsi untuk menetralisir aroma amis daging kambing.

Sebagian pelanggan mengaku, mengkonsumsi sate urat minimal sekali dalam seminggu. agar terasa lebih lezat, sate urat disantap tidak campur nasi, cukup disantap dengan sambel dengan sambal bumbu kacang, ditambah kecap dan gule kambing. di samping gurih, juga berkhasiat untuk menghangatkan badan. menu ini juga mampu membangkitan stamina kaum pria, setelah tanega habis terkuras untuk bekerja seharian.

Matriban mengaku, ide awal berjualan sate urat berawal dari coba-coba, menghidangkan menu yang berbeda. ternyata, sambutan para pelanggan cukup luar biasa karena banyak pelanggan yang justeru ketagihan dan minta dibuatkan menu sate urat. Sejak itu, sate urat menjadi hidangan spesial diwarungnya, selain sate daging dan gule tengkleng yang juga menjadi menu andalan warung sederhana di pinggiran jalan penghubung Gresik dengan kota-kota lain di sekitarnya.

Untuk menikmati sate urat, harganya juga tidak terlalu mahal. Dengan mengeluarkan uang sebesar 12 Ribu Rupiah, sudah bisa menikmati 10 tusuk sate urat yang empuk dan aromanya wangi.

Menu sate urat kini tidak hanya disuka warga pesisir, karena banyak para wisatawan dari berbagai kota yang rutin menyempatkan singggah di warung sederhananya untuk bernostalgia menikmati kelezatan sensasi sate urat Matriban.

BUDIDAYA IKAN TAWAR DI LAHAN TANDUS BEKAS TAMBANG



Areal lahan kapur bekas tambang yang selama ini di kenal terbengkalai, ternyata bisa di manfaatkan untuk budidaya ikan tawar. Di Gresik Jawa Timur, lahan tandus berkapur bekas tambang pabrik PT Semen Gresik, mampu menjadi lahan pengembangan budidaya ikan tawar dan direncanakan menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar (27/08/2012.)

Ujicoba pemanfaatan lahan tandus bekas penambangan semen di Desa Kembangan Kecamatan Kebomas yang saat ini di kenal dengan nama Tlogodowo, menjadi lahan budidaya ikan air tawar, ternyata cukup prospeks untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar.

Sejak 3 bulan terakhir, areal kolam berkapur ini, sengaja di sulap untuk membudidaya 4 jenis ikan air tawar, yang selama ini menjadi tumpuan petani tambak, yakni bandeng, nila, bader dan tumbro. Apalagi, ke 4 jenis ikan ini di kenal tahan terhadap penyakit

Di areal seluas 7.500 meter persegi ini di budidaya 5.500 benih ikan bandeng, 5.500 benih ikan tumbro, 7.500 benih ikan nila serta 7.500 benih ikan bader.

Dalam rentan waktu 3 bulan, ribuan benih ikan ini, sudah bisa di panen, meski hasil memuaskan, lebih pada ikan bader dan nila.

Untuk memperoleh hasil maksimal, pasokan air ke kolam harus di jaga untuk mendapatkan kualitas air yang baik.

Meski dengan teknik budidaya secara tradisional, ikan yang di hasilkan mampu mencapai 5 kwintal lebih ikan siap jual. Hasil ini akan bertambah bagus, jika di kelola lebih modern dengan menambahkan kincir untuk menjaga kualitas air. “Kedepan, kita akan mengelola dengan teknik modern seperti menambahkan kincir dan alat pengukur kualitas air”, ujar Faf Adisamsul, Kepala PKBL PT Semen Gresik tbk.

Menurut rencana, areal tandus bekas tambang pabrik semen seluas 15 hektar ini, akan di kembangkan berbagai jenis ikan termasuk udang vanami, yang akan di kelola langsung oleh masyarakat sekitar bekas tambang dengan masing-masing warga menggunakan keramba ikan.

TRADISI ARAK-ARAKAN KETUPAT ALA MASYARAKAT PESISIR UTARA JAWA



Tradisi arak-arakan ketupat merupakan tradisi masyarakat Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Tradisi meng-arak ketupat ini, merupakan salah satu kegiatan merayakan lebaran ketupat. Menariknya, tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun lamanya (26/08/2012.)

Sejak pagi, ratusan warga berkumpul di kawasan Wisata Gua Maharani, guna menggelar tradisi arak-arakan ketupat. Sejumlah hiasan janur, buah buahan, beserta aneka jenis masakan ketupat, terlihat dalam barisan warga ini.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, arak-arakan ini di lakukan berjalan kaki dari gua maharani menuju kawasan Tanjung Kodok yang berjarak kurang dari 1 kilo meter.

Dengan berpakaian hidmat, ratusan warga ini mulai melakukan arak-arakan melintasi jalan raya. Sejumlah nasi tumpeng dan berbagai macam lauk pauk yang menyertainya, di bawa oleh sesepuh warga. Sesampainya di Tanjung Kodok, barang bawa-an peserta arak-arakan di kumpulkan. Acara kemudian di lanjutkan dengan mendengarkan wejangan dari tokoh masyarakat setempat.

Sebelum di nikmati, aneka masakan nasi dalam balutan daun kelapa ini, terlebih dahulu di doakan, agar memperoleh berkah. Dengan di tambah sajian pendamping,seperti sayur opor, pecel dan lodeh, ratusan peserta arak-arakan ini kemudian terlihat saling berebut.

Tradisi makan ketupat di pinggir pantai ini juga di maksudkan, agar tangkapan ikan warga desa yang sebagian besar nelayan ini, bisa semakin berlimpah. Di samping itu, kegiatan ini di maksudkan guna mempererat hubungan silaturrahim antar sesama.

Menurut warga, tradisi arak-arakan ketupat ini, sudah berlangsung ratusan tahun, sejak masuknya islam ke wilayah lamongan sekitar abad ke 15 yang di bawa sunan drajat.

Warga setempat, meng-istilahkan lebaran ketupat ini dengan kupatan, yang berarti mengaku lepat atau mengakui kesalahan. Di harapkan, dengan tradisi ini, warga bisa menghayati makna kebersamaan yang tercermin dalam kekompakan selama meng-arak ketupat.

Bagi masyarakat muslim di lamongan, tradisi hari raya ketupat, dilaksanakan setelah melaksanakan puasa sunnah 6 hari lamanya pasca Idul Fitri. Meski hanya merupakan tradisi lokal, namun, warga mengikuti prosesi arak-arakan ini dengan penuh khidmat.

JUBUNG, JENANG TRADISIONAL YANG LARIS DI BURU PEMUDIK



Di samping terkenal sebagai kota industri, kota Gresik Jawa Timur juga di kenal memiliki banyak makanan tradisional seperti Pudak, Otak-Otak, Nasi Krawu dan Jubung. Jubung adalah camilan sejenis jenang yang terbuat dari ketan hitam yang di bungkus daun pinang. Saat lebaran seperti saat ini (25/08/2012,) jubung laris manis di buru pemudik sebagai oleh-oleh khas Gresik.

Jalan Sindojoyo kelurahan Sukodono kecamatan kota Gresik, di kenal sebagai sentra makanan tradisional khas Gresik. Tak heran, jika kawasan ini tak pernah sepi dari aktifitas jual beli, terutama saat arus mudik seperti saat ini. Sebagian besar warga di kawasan ini banyak menekuni usaha pembuatan makanan tradisional, seperti Pudak, Otak-Otak Bandeng, Nasi Krawu, Ayas dan Jubung.

Keluarga ibu Muzanah misalnya, menekuni pembuatan berbagai jenis makanan tradisional tersebut, hingga harus mempekerjakan 18 orang karyawan. Salah satu camilan produknya adalah jubung

Jubung adalah camilan sejenis jenang yang terbuat dari ketan hitam dan putih serta di sajikan dalam bungkus daun pinang. Di kelurahan ini, belasan warga, menggantungkan hidupnya pada pembuatan jubung.

Pembuatan jubung memerlukan waktu sedikitnya 24 jam, mulai dari merendam ketan, mengggiling, memasak hingga membungkusnya. Setiap hari, suci menghabiskan 6 kilo gram ketan hitam, 20 buah kelapa dan 7 kilo gram gula pasir, yang di masak masing-masing 6 kilo gram campuran ketan pada wajan besar.

Mula-mula, ketan yang sudah di rendam selama 12 jam ini, di giling hingga halus. Saat bersamaan, parutan kelapa di ambil sarinya, kemudian di masak hingga kental. Kemudian, tepung ketan di masukkan wajan sambil di campur sari kelapa yang sudah masak.

Proses memasak adonan ini, adalah proses paling lama. Untuk menghasilkan jubung terbaik, membutuhkan waktu 6 jam hingga adonan benar-benar kental. Tak hean, jika juru masaknya adalah kaum lelaki, karena adonan jubug harus di aduk terus menerus.

Setelah kental, adonan jubung di tambah gula pasir secukupnya. Untuk 6 kilo gram ketan, perlu 7 kilo gram gula pasir.

Ciri khas bungkusan jubung adalah daun pinang muda yang di lilit mirip gelas mini. Warga setempat, mengenal daun pinang ini dengan nama, ope. Ibu suci, membelinya dari tuban dan jembr. Bungkus daun pinang ini, akan menambah citra rasa jubung sebagai camilan tradisional.

Untuk bahan dasar 6 kilo gram ketan, akan di produksi sedikitnya 1.500 buah jubung. Jubung ini selanjutnya di bungkus dalam wadah bermerek agar terlihat lebih modern.

Permintaan jubung selama lebaran ini naik cukup drastis, hingga mencapai 150 persen di banding hari-hari sebelumnya. Bahkan, ada juga pesanan dari orang-orang Gresik yang merantau di luar negeri seperti Malaysia dan Singapora. Satu bungkus berisi 8 biji jubung di jual seharga Rp 6.500 atau sekitar 900 Rupiah perbiji.

Bagi para pembuat jubung, meski tidak tahu persis asal usul jubung, namun menjualnya bukan hanya sekedar emncai keuntungan finansial saja. Tapi lebih dari itu, adalah untuk mempertahankan keberadaan makanan khas Gresik di tengah membanjirnya makanan-makanan modern.

WINGKO BABAT EMPAT RASA LARIS MANIS DI BURU PEMUDIK



Selain tempat wisata, pusat oleh-oleh khas daerah menjadi tujuan pengunjung dari luar kota. Salah satunya Wingko Babat, oleh-oleh khas asal Lamongan Jawa Timur. Dengan menghadirkan empat rasa pilihan yakni rasa coklat, keju, durian, dan nangka, wingo Babat tersebut di buru para pemudik sebagai oleh-oleh usai mudik lebaran (22/08/2012.)

Tak lengkap rasanya jika tak membawa oleh oleh khas daerah bagi warga saat mudik lebaran. Sebuah jajanan khas daerah Lamongan, yakni Wingko Babat, selalu di buru pembeli ketika lebaran. Salah satunya pusat toko penjualan Wingko di kecamatan Babat Lamongan misalnya.

Pada lebaran ini, penjualan Wingko Babat meningkat tajam hingga seratus persen, di banding hari biasa. Para pembeli rata rata datang dari luar kota, baik dari jakarta, surabaya, semarang, dan bahkan dari luar negri sekalipun.

Nama Babat merupakan daerah asal mula adanya Wingko. Masyarakat luas menyebut jajanan yang terbuat dari ketan ini sebagai Wingko Babat.

Kue ini memiliki tingkat kegagalan yang rendah, mengingat pembuatannya tidak diperlukan teknik fermentasi atau pengocokan telur yang rumit. Namun, rasanya luar biasa. Legitnya ketan dan gurihnya santan terasa lezat di lidah. Apalagi aroma wangi vanili semakin menggugah selera.

Uniknya, penjualan Wingko Babat ini bebas untuk di coba sebelum di beli. Bahkan, salah satu pemudik, setiap pulang kampung membawa oleh oleh Wingko Babat untuk keluarga di rumah.

Wingko Babat kini datang lebih banyak rasa, mulai dari rasa coklat, keju, durian, dan nangka. Selain itu, bentuk Wingko Babat bermacam macam, dari ukuran kecil hingga ukuran sebesar raket tenis lapangan.

Wingko Babat ini di jual bervariatif mulai dari harga 27 ribu rupiah hingga 130 ribu ruiah, tergantung ukuran Wingko.

Selain Wingko Babat, jajanan khas daerah lainnya juga tak kalah di buru pemudik. Di antaranya madu mongso yang terbuat dari tape, jenang dan bandeng presto.

KUE LEPET, KUE UNGKAPAN MAAF DI HARI LEBARAN



Setiap daerah, punya makanan khas yang di hidangkan saat hari lebaran. Selain ketupat, warga juga membuat kue lepet yang menjadi ungkapan permintaan maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.

Kue lepet adalah makanan khas warga Pantura Lamongan dan Gresik Jawa Timur, saat merayakan hari lebaran. Bentuknya unik dengan bahan pembungkus janur atau daun kelapa yang masih muda. Kata lepet atau lepat berasal dari bahasa jawa, yang artinya salah. Dan kue lepet ini dihidangkan atau dibagikan kepada tatangga pada hari lebaran sebagai simbol permintaan maaf di hari lebaran.

Kue lepet dibuat dari bahan utama beras ketan. Bahan campurannya adalah kelapa parut, kacang tolo, garam, dan janur atau daun kelapa sebagai pembungkusnya.

Cara membuatnya, ketan putih lebih dulu dicuci bersih lalu direndam selama satu jam. Begitu juga kacang tolo, direndam dulu dengan air panas dan didiamkan selama satu jam.

Setelah itu ketan ditiriskan. Lalu dicampur dengan kelapa parut, dan garam. Campuran ini dipisah menjadi dua bagian. Satu bagian lain lalu dicampur dengan kacang tolo. Kemudian siapkan pembungkus dari janur. Janur dibuka dari tangkupannya hingga ukurannya menjadi lebar. Lalu dibentuk sedemikian rupa agar bisa menampung adonan ketan. Baru kemudian, adonan lepet dimasukkan ke dalam bungkus daun kelapa. Agar tidak tumpah, daun kelapa berisi adonan lepet diikat dengan tali bambu.

Adonan lepet kemudian di rebus selama 3 jam, hingga matang. Merebus lepet memang butuh waktu lama agar lepet bisa padat.

Untuk menikmati lepet, ikatan tali bambu dilepas. Lalu janur dibuka. Diiris menjadi beberapa bagian, baru kemudian dimakan. Tekstur ketan yang lengket merupakan simbol harapan agar silaturrahmi dalam keluarga dan tetangga selalu erat.

Pada hari lebaran, kue lepet pun dibagi-bagika kepada para tetangga sebagai ungkpan permintaan maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan baik sengaja maupun tidak.

MERAUP RUPIAH DARI KERAJINAN BATOK KELAPA


Dari sekedar hobi akhirnya membawa rejeki, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan ketekunan Ahmad Rofik, seorang pemuda yang sukses memanfaatkan limbah batok kelapa, menjadi aneka ragam kerajinan unik bernilai ekonomis tinggi.

Bagaimana tidak, berawal dari hobinya yang suka membuat aneka miniatur mainan, pemuda warga Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersebut, yang awalnya hanya berprofesi sebagai tukang sablon, kini sukses menjadi perajin aneka miniatur unik, berbahan baku batok kelapa. hasil kreasinya antara lain miniatur sepeda, becak, mobil kuno, hingga bross, asbak, aneka lampu, serta celengan.

Berawal dengan modal lima belas ribu rupiah, yang dibelikan sekarung batok kelapa di pasar, Ahmad Rofik mulai merintis usahanya pada tahun dua ribu enam silam.
kini usahanya perlahan mulai membuahkan hasil, meskipun dalam bekerja ia hanya menempati halaman kosong di belakang rumahnya. setelah digergaji dan terbentuk motif yang akan menjadi model kerajinan, bahan baku kerajinan batok kelapa setengah jadi ini, kemudian di beri lapisan pernis, agar awet dan mengkilat.

Setelah dipasang ornamen tertentu, maka jadilah kerajinan barbahan baku batok kelapa ini menjadi aneka kerajinan yang bentuknya sangat unik, seperti sepeda onthel, becak, mobil kuno, lampion serta aneka kerajinan rumah tangga lainnya.

Hasil kreasinya tersebut ternyata cukup berkualitas. bahkan sempat meraih juara pertama kontes miniatur tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. Bahkan, kreatifitasnya tersebut, tak hanya di minati pasar lokal Tuban saja, namun juga mulai merambah luar daerah seperti Lamongan hingga Banyuwangi.

Ahmad Rofik mematok harga mulai dari Lima Belas Ribu Rupiah hingga Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah per buah, tergantung model, ukuran dan kesulitan.

Dengan harga kisaran tersebut, omzet usaha Ahmad Rofik mencapai rata rata dua juta rupiah hingga lima juta rupiah per bulan.

Dalam menjalankan usahanya, Ahmad Rofik di bantu dua orang adiknya, di mana rata rata per hari mampu membuat tiga hingga sepuluh unit miniatur.

Usaha kerajinan Ahmad Rofik ini juga masih harus menggunakan peralatan sederhana dan manual, sehingga pembuatan kerajinan ini berjalan lamban. Ahmad Rofik berharap ada perhatian pemerintah, untuk membantu mengembangkan usahanya ini.

PETULO, JAJANAN TRADISIONAL UNTUK BERBUKA PUASA



Petulo adalah salah satu jajanan tradisional jawa yang hanya bisa ditemui pada bulan Ramadhan. Jajanan yang berbahan dasar tepung beras, santan dan gula jawa tersebut, sangat pas sebagai pelengkap menu berbuka puasa.

Dengan cita rasa yang khas, jajanan ini sangat digemari warga sebagai pelengkap menu berbuka puasa. Namun karena proses pembuatannya memakan waktu relatif lama, jajanan ini, kini semakin sulit ditemui.

Meski demikian, Endang, seorang ibu rumah tangga di kecamatan Kencong Jember Jawa Timur, memilih tetap menekuni pembuatan petulo karena sudah menjadi warisan turun temurun keluarganya.

Endang mengaku, untuk membuat satu kilo tepung beras menjadi petulo, ia memerlukan waktu sekitar lima jam. Selama bulan ramadhan ia mulai bekerja sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 11.00 dan menjualnya saat sore hari.

Pertama-tama tepung beras dibuat adonan dan dikukus. Supaya lebih menarik, dicampur dengan sedikit pewarna dan pengharum dan pandan. Adonan tersebut kemudian dicetak dan dikukus lagi kira-kira tiga puluh menit hingga matang. Petulo selanjutnya disajikan dengan dicampur santan dan gula jawa.

Meski proses pembuatannya memakan waktu relatif lama, namun harganya relatif lebih murah. Untuk satu porsi berisi lima butir petulo, dijual hanya Rp 2.500. Tak heran, jika jajanan ini laris terjual.

Dengan berjualan keliling kampung, petulo Endang sudah ludes terjual dalam dua jam saja. Sehari rata-rata ibu Endang menangguk untung 35 Ribu hingga 40 Ribu Rupiah.

GURIHNYA IKAN PATIN BAKAR BUMBU JAWA


Jika Anda penggemar daging ikan patin yang gurih, ada baiknya mencicipi menu ikan patin bakar bumbu jawa. Gurihnya ikan patin berpadu dengan aroma bumbu jawa yang khas rasa rempahnya dipadu dalam cita rasa bakar, tentu bisa menjadi pilihan santap siang Anda.

Ikan patin, termasuk ikan primadona dengan cita rasa dagingnya yang khas. Beragam cara memasaknya mulai dari digoreng hingga dijadikan asam manis. Di Rumah Makan Mercusi Jalan Raya Rawalo Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, Anda bisa merasakan sensai gurihnya ikan patin bakar bumbu jawa.

Bumbu jawa yang khas cita rasa rempah jahe dan kunyit tentu pas dengan tekstur ikan patin yang berserat dan empuk ini. Setelah dibersihkan, ikan patin dicampur bumbu yang sudah dihaluskan agar meresap, didiamkan selama sekitar 10 menit. Ikan patin lalu dibakar sambil terus diolesi bumbu jawa ini. Lalu diolesi dengan kecap bercampur cabai merah, bawang merah dan tomat.

Karena bagian kulitnya agak keras, ikan patin bakar ini disajikan tanpa kulit agar daging yang empuk lebih berasa. Rasanya. Apalagi, harganya juga sangat murah, yakni per ons hanya 4.500 Rupiah.

REMITANSI TKI CAPAI RP 2,4 MILYAR


Di bulan Juli 2012 atau selama puasa Ramadhan ini, remitasi atau dana yang dibawa masuk oleh pekerja migran (TKI) ke Lamongan mencapai 949 transaksi. Jumlah transaksi itu kalau diuangkan mencapai sebesar Rp 2.407.780.791. Sementara remitasi pada Bulan Juni tercatat sebanyak 884 transaksi atau sebesar Rp 2.058.840.690.

Jumlah kiriman itu adalah yang melalui PT Pos Lamongan. Yakni yang bermitrakan dengan Western Union (WU), BNI dan BCA. Selama Bulan Juli, terbanyak dilakukan melalui WU, yakni 875 transaksi atau sebesar Rp 2.210.908.500. Kemudian BNI sebanyak 66 transaksi atau sebesar Rp 173.170.505 dan BCA sebanyak 8 transaksi atau sebesar Rp 23.701.786.

Hal itu diungkapkankan oleh staf bagian pelayanan PT POS Indonesia Lamongan kota Supardiono melalui Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan Moch. Zamroni. “Jelang lebaran tahun ini, jumlah kiriman uang TKI justru sedikit mengalami penurunan. Hal itu dimungkinkan karena mereka banyak yang pulang dan otomatis membawa pulang uangnya sendiri,” akunya.

Sementara pada bulan Juni 2012, atau sebelum puasa Ramadhan, terjadii sebanyak 884 transaksi kiriman uang TKI atau kalau diuangkan sebesar Rp 2.058.840.690. Sedikit mengalami penurunan dibandingkan bulan Juli 2012 yakni sebanyak 797 transaksi atau kalau diuangkan sebesar Rp 1.890.207.501.

“Jumlah serta nominal selama Bulan Juni tersebut akumulasi data dari cabang-cabang PT Pos yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Lamongan. belum termasuk data dari cabang Kota Lamongan, ” ujarnya.

Sedangkan tujuan kiriman uang bulan Juli 2012 tersebut terbanyak ada di wilayah Kecamatan Brondong sebanyak 161 transaksi atau Rp 388.364.800. Kemudian disusul Kecamatan Babat sebanyak 99 transaksi atau Rp 235.537.000. Pengirimnya sendiri berasal dari sejumlah negara. Yakni Malaysia, Arab Saudi, Yaman, Paciran dan Brondong.

JELANG LEBARAN, PESANAN KERANJANG PARCEL MENINGKAT



mendapatkan berkah menjelang datangnya Hari Raya Idhul Fitri. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, pesanan produknya melonjak 60 persen dibandingkan hari biasa, hingga mereka terpaksa menambah jam kerja, hingga larut malam (07/08/2012.)

Kabupaten Gresik, yang sejak satu bulan terakhir terus meningkat, bahkan hingga larut malam, untuk memenuhi lonjakan pesanan pembuatan keranjang parcel.

Jika pada hari-hari biasa, seorang perajin hanya menerima permintaan keranjang sekitar enam ratus, unit, tetapi kini pesanannya melonjak hingga mencapai seribu buah, per minggu, atau melonjak sebanyak 60 persen.

Sumarli, salah satu perajin rotan mengatakan, order pesanan, diperkirakan akan terus meningkat, karena makin banyak pelanggan dari luar kota gresik yang turut memesan dibuatkan keranjang parcel.

Namun, para perajin mengeluhkan naiknya harga bahan baku rotan, yang semula hanya enam ribu rupiah, per kilogram, tetapi kini melonjak mencapai 9.500 Rupiah, per kilogram. Kondisi ini cukup berpengaruh terhadap kelancaran usaha para perajin. “Ya, kenaikan harga rotan sangat memukul usaha kami”, ujar Sumarli.

Wadah parsel rotan buatan Sumarli terdiri dari berbagai bentuk mulai model susun 4 besar, hingga model susun 2 kecil. Motif parsel, yang kini banyak diburu warga, diantaranya keranjang parcel buah yang didesaian menyerupai almari, gerobak, dan becak. Serta beragam parcel model klasik, yang berisi paket bingkisan kue, sirup dan roti lebaran.

Keranjang parcel produk para perajin di gresik ini, dijual dengan harga bervariasi, mulai dari harga Tiga Ribu Rupiah, hingga Seratus Ribu Rupiah, per unitnya.

Selain memenuhi permintaan perseorangan, pesanan pembuatan keranjang parcel juga datang dari kalangan perkantoran, toko swalayan, dari berbagai kota di Indonesia, diantaranya Manado, Makasar, Papua, Surabaya, Semarang Hingga Jakarta.

GURAMI TERBANG SAUS KURMA MENU LEZAT SAAT BERBUKA


Pernahkah mendengar menu ikan gurami terbang Saos Kurma? Ya menu ini adalah sajian unik salah satu warung makan di jalan sukowati kota Ponorogo Jawa Timur. Menu yang menjadi pilihan berbuka puasa ini cukup unik, karena ikan gurami goreng, disajikan dalam posisi seperti terbang.

Menu ini sebenarnya adalah gurami goreng, namun disajikan dengan posisi seperti bersayap dan terbang. Sayap berasal dari daging ikan yang dipisahkan dari durinya, dan dibentuk seperti sayap.

Dengan penyajian seperti ini, daging gurami lebih mudah disantap, karena daging ikan sudah terpisah dari durinya. Sebagai pelengkap, ditambahkan saus kurma. Dengan rasa gurih ikan dan manis kurma, tentunya membangkitkan selera makan siapa saja yang pernah menikmatinya.

Untuk membuat gurami terbang saus kurma ini cukup mudah. Ikan gurami yang sudah siap digoreng, disayat daging sebelah kanan dan kiri. Setelah diberi bumbu, bawang dan ketumbar, lalu ikan ditaburi tepung. Saat digoreng, posisi daging ikan sebelah kanan dan kiri, harus tetap terbuka, dan ikan digoreng sampai kering.

Untuk saus kurma, berasal dari tomat, bawang putih, bawang merah, bawang bombai, cabe kecil, cabe merah, gula dan garam. Kurma cincang dan kurma utuh sudah dipisahkan bijinya. Semua bahan disangrai, diberi sedikit tepung dan air. Gurami goreng yang sudah matang, langsung ditaburi saus kurma, agar bisa meresap.

Di bulan puasa permintaan menu gurami terbang, meningkat. Selain harganya yang cukup terjangkau, cita rasa dari menu ini tak perlu diragukan lagi. Dengan uang 30 Ribu Rupiah, kita bisa menikmati gurami terbang dengan nasi, untuk lima orang, lengkap dengan minumnya.

NGABUBURIT DI MENARA KEMBAR MASJID AGUNG BANDUNG


Banyak cara di lakukan orang untuk menunggu datangnya waktu berbuka puasa, (ngabuburit). Warga di kota Bandung jawa barat, memilih menara kembar dengan ketinggian 90 meter, sebagai alternatif ngabuburit. Selain bisa melihat kota Bandung dari berbagai sudut, menara kembar boleh jadi menawarkan suasana lain menjelang buka puasa.

Masjid Agung Kota Bandung menjadi salah satu lokasi favorit yang di pilih warga setempat di bulan Ramadhan, terutama saat menunggu tibanya waktu buka puasa. Apalagi, di kawasan Masjid terdapat menara kembar yang mampu menawarkan suasana berbeda.

Di menara kembar tersebut, anda akan di manjakan dengan melihat pemandangan menakjubkan, yakni melihat kota Bandung dari berbagai arah, baik selatan, utara, barat atau timur. Di tempat ini, terekam jelas hiruk pikuk kota Bandung. Bahkan gedung tua peninggalan Belanda pun nampak terlihat jelas. Selain itu, udara sejuk dengan rekaman kota Bandung di ketinggian 90 meter, tentu menjadi pengalaman berarti di bulan ramadhan ini.

Untuk bisa masuk ke menara kembar, anda hanya perlu mengeluarkan uang 1000 hingga 2000 Rupiah, harga yang sangat murah jika di untuk memanjakan anda untuk lihat kota Bandung.

Sejumlah pengunjung mengaku, sengaja bermain-main ke menara kembar Masjid agung kota Bandung ini, selain menunggu buka puasa, juga menjadi pengalaman baru.

Wisata religi dengan menyempatkan waktu nya ke menara kembar Masjid Agung Kota Bandung, menjadi alternatif ngabuburit pada bulan Ramadhan ini.

KREASI TOPLES IDUL FITRI KARYA IBU RUMAH TANGGA, BANJIR PESANAN



Dengan memanfaatkaden waktu luang, seorang ibu rumah tangga di Gresik Jawa Timur, berkreasi dengan membuat toples penuh hiasan warna warni. Toples Idul Fitri tersebut, banjir pesanan hingga luar pulau (04/08/2012.)

Kesibukan Yani Fitria Diana, seorang ibu rumah tangga di jalan usman sadar kota Gresik, yang mengisi hari-harinya dengan membuat aneka hiasan toples Idul Fitri, terus meningkat. Dalam sebulan terakhir, kesibukannya kian bertambah menyusul pesanan toples terus datang dari berbagai daerah termasuk dari kawasan pulau sumatera.

Sesuai namanya, toples tempat kue Idul Fitri ini di hias dengan beragam hiasan seperti bedug, kubah, ketupat, serta aneka hiasan yang menggambarkan keceriaan lebaran.

Proses membuat hiasan toples ini sebenarnya cukup mudah. Mula-mula, membuat hiasan pinggir toples dengan membentuk bulatan memanjang dari kertas flanel yang di hiasi pita. Warna hiasan dan pitanya pun di sesuaikan dengan selera. Bulatan panjang ini selanjutnya di tempelkan ke bagian sisi toples hingga penuh.

Proses berikutnya dengan memasang aneka hiasan pada tutup toples. Hiasan-hiasan ini, sengaja di buat beragam dan di pasang sedemikian rupa, hingga membentuk sebuah toples yang cukup elegan dan unik.

Menurut Yani, ide membuat toples Idul Fitri ini berawal saat ada keinginan kuat mengisi waktu luangnya sebagai ibu rumah tangga. Berbekal pengalaman kerja di rumah konveksi, Yani kemudian mencoba membuat toples hias dengan memanfaatkan moment Idul Fitri. “Sekarang kan tengah menghadapi lebaran, jadinya saya bikin yang ada kaitanhya dengan lebaran”, ujarnya.

Dalam seminggu, Yani mampu membuat tak kurang dari 20 toples. Toples-toples ini, selanjtunya di kirim ke sejumlah pemesan dengan kisaran harga antara 30 hingga 40 Ribu Rupiah setiap toples, tergantung jenis hiasan dan tingkat kerumitan membuatnya.

BERBURU PAKAIAN BEKAS UNTUK LEBARAN



Lebaran identik dengan kebiasaan menggunakan pakaian baru. Namun, bagi masyarakat menengah kebawah, pakaian bekas pun layak di jadikan alternatif berlebaran. Tak heran, jika toko penjual pakaian bekas seperti di Lamongan Jawa Timur, di serbu pembeli (02/08/2012.) Apalagi, di samping harganya yang sangat murah, kualitas pakaian bekas tersebut, tidak kalah dengan pakaian baru.

Bekas namun tetap diminati, hal itulah yang membuat penjualan pakaian bekas mudah ditemui hingga di kota kecil seperti Kabupaten Lamongan. Salah satunya adalah toko di belakang Pasar Modern, Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Kota Lamongan. Di pasar ini, anda dapat berbelanja berbagai pakaian layak pakai dengan harga miring.

Pakaian bekas atau second hand ini beragam mulai dari kaos oblong, baju, celana, jaket kulit hingga pakaian wanita sekalipun. Harga pun relatih murah, mulai dari Lima Ribu Rupiah hingga Delapan Puluh Ribu Rupiah, tergantung merek dan kondisi pakaiannya.

Usai shalat tarawih, lokasi ini pun ramai oleh para pemburu pakaian bekae. Umumnya, para pembeli ini datang dari kalangan menengah kebawah. Para pembeli mangaku sudah tidak ragu lagi membeli pakaian untuk persiapan lebaran nanti, karena kualitasnya terjamin. “Disini kondisi bajunya masih sangat bagus dan harganya cukup murah”, ujar Elis, salah satu pemburu pakaian bekas.

Menurut pemilik toko, Yanto, penjualan pakaian bekas selama Ramadhan meningkat hingga 30 persen. Bahkan Yanto dapat meraih keuntungan bersih 500 Ribu Rupiah perharinya. “ Selama Ramadhan ini penjualan cukup bagus, bahkan kita sampai kehabisan stok karena terbeli”, unagkap Yanto.

Dalam sehari, penjual pakaian bekas mampu terjual antara 20 sampai 25 potong pakaian. Bahkan, mendekati lebaran nanti, penjualan baju bekas ini mampu menjual 2 sampai 3 kali lipatnya. Bahkan, penjual pakaian bekas mengaku kesulitan mencari stok pakaian.