BERKAH KEMARAU, SUKSES BUDIDAYA SEMANGKA DI LAHAN RAWA



Sejak musim kemarau tiba, petani padi di Lamongan Jawa Timur, beralih profesi mejadi petani semangka. Lahan yang di garap petani bukan lahan biasa, melainkan lahan rawa-rawa seluas 300 hektar yang telah mengering. Panen hasil buah semangka pun mengungguli semangka hasil daerah lain.

Siapa sangka, lahan seluas 300 hektar yang mulanya sebuah rawa yang tak terurus. Namun di tangan warga Desa Sekaran Kecamatan Sekaran, rawa tersebut di sulap menjadi lahan pertanian buah semangka.

Di musim kemarau, petani padi desa setempat beralih profesi menjadi petani semangka. Keuntungnya pun cukup besar, karena petani tak mengeluarkan biaya perawatan yang cukup banyak, seperti pupuk dan lainnya.

Panen semangka kali tersebut belum mencapai target yang diharapkan, karena beberapa faktor yang mengganggu tanaman selama proses penggarapan, penanaman dan pemeliharaan hingga masa panen. Terbukti, hasil panen semangka tersebut tidak merata ukurannya. Meski begitu, petani semangka musiman ini terbilang sukses lantaran ketekunannya. “Untuk panen tahun ini, lumayan bagus”, ujar Kasmun, salah seorang petani.

Ciri-ciri masa panen semangka yakni terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil, maka buah tersebut bisa dipetik. Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer.

Mtersebutmal panen normal selama 70 hari, rata-rata per hektar mampu menghasilkan 50 juta Rupiah dengan modal awal sekitar 10 juta Rupiah, sudah termasuk biaya panen. Hasil panen semangka black orange tersebut bisa mencapai 5 ton atau 20 ton per hektare, bila cuaca mendukung.

Pada musim panen kali tersebut, semangka paling besar berukuran lebih dari dua kilo tersebut, di jual ke tenggkulak yang rata rata datang dari Jawa Tengah. Para petani menjualnya 2.700 Rupiah perkilo gram.

Semangka tersebut ternyata menjadi daya tarik bagi tengkulak maupun penebas semangka dari luar daerah. Pasalnya, semangka merah dan semangka kuning tersebut, ternyata paling bagus di banding daerah daerah lain, karena kondisi tanah dan kadar air tanah yang cukup bagus.

Sayangnya, pertanian semangka di lahan rawa-rawa tersebut tak tersentuh pemerintah. Sepatutnya pemerintah tanggap dengan adanya potensi daerah. Apalagi, jika lokasi pertanian buah semangka dapat di jadikan wisata lokal ketika masa kemarau.

0 comments:

Post a Comment