BUDIDAYA IKAN TAWAR DI LAHAN TANDUS BEKAS TAMBANG



Areal lahan kapur bekas tambang yang selama ini di kenal terbengkalai, ternyata bisa di manfaatkan untuk budidaya ikan tawar. Di Gresik Jawa Timur, lahan tandus berkapur bekas tambang pabrik PT Semen Gresik, mampu menjadi lahan pengembangan budidaya ikan tawar dan direncanakan menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar (27/08/2012.)

Ujicoba pemanfaatan lahan tandus bekas penambangan semen di Desa Kembangan Kecamatan Kebomas yang saat ini di kenal dengan nama Tlogodowo, menjadi lahan budidaya ikan air tawar, ternyata cukup prospeks untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar.

Sejak 3 bulan terakhir, areal kolam berkapur ini, sengaja di sulap untuk membudidaya 4 jenis ikan air tawar, yang selama ini menjadi tumpuan petani tambak, yakni bandeng, nila, bader dan tumbro. Apalagi, ke 4 jenis ikan ini di kenal tahan terhadap penyakit

Di areal seluas 7.500 meter persegi ini di budidaya 5.500 benih ikan bandeng, 5.500 benih ikan tumbro, 7.500 benih ikan nila serta 7.500 benih ikan bader.

Dalam rentan waktu 3 bulan, ribuan benih ikan ini, sudah bisa di panen, meski hasil memuaskan, lebih pada ikan bader dan nila.

Untuk memperoleh hasil maksimal, pasokan air ke kolam harus di jaga untuk mendapatkan kualitas air yang baik.

Meski dengan teknik budidaya secara tradisional, ikan yang di hasilkan mampu mencapai 5 kwintal lebih ikan siap jual. Hasil ini akan bertambah bagus, jika di kelola lebih modern dengan menambahkan kincir untuk menjaga kualitas air. “Kedepan, kita akan mengelola dengan teknik modern seperti menambahkan kincir dan alat pengukur kualitas air”, ujar Faf Adisamsul, Kepala PKBL PT Semen Gresik tbk.

Menurut rencana, areal tandus bekas tambang pabrik semen seluas 15 hektar ini, akan di kembangkan berbagai jenis ikan termasuk udang vanami, yang akan di kelola langsung oleh masyarakat sekitar bekas tambang dengan masing-masing warga menggunakan keramba ikan.

0 comments:

Post a Comment