JUBUNG, JENANG TRADISIONAL YANG LARIS DI BURU PEMUDIK



Di samping terkenal sebagai kota industri, kota Gresik Jawa Timur juga di kenal memiliki banyak makanan tradisional seperti Pudak, Otak-Otak, Nasi Krawu dan Jubung. Jubung adalah camilan sejenis jenang yang terbuat dari ketan hitam yang di bungkus daun pinang. Saat lebaran seperti saat ini (25/08/2012,) jubung laris manis di buru pemudik sebagai oleh-oleh khas Gresik.

Jalan Sindojoyo kelurahan Sukodono kecamatan kota Gresik, di kenal sebagai sentra makanan tradisional khas Gresik. Tak heran, jika kawasan ini tak pernah sepi dari aktifitas jual beli, terutama saat arus mudik seperti saat ini. Sebagian besar warga di kawasan ini banyak menekuni usaha pembuatan makanan tradisional, seperti Pudak, Otak-Otak Bandeng, Nasi Krawu, Ayas dan Jubung.

Keluarga ibu Muzanah misalnya, menekuni pembuatan berbagai jenis makanan tradisional tersebut, hingga harus mempekerjakan 18 orang karyawan. Salah satu camilan produknya adalah jubung

Jubung adalah camilan sejenis jenang yang terbuat dari ketan hitam dan putih serta di sajikan dalam bungkus daun pinang. Di kelurahan ini, belasan warga, menggantungkan hidupnya pada pembuatan jubung.

Pembuatan jubung memerlukan waktu sedikitnya 24 jam, mulai dari merendam ketan, mengggiling, memasak hingga membungkusnya. Setiap hari, suci menghabiskan 6 kilo gram ketan hitam, 20 buah kelapa dan 7 kilo gram gula pasir, yang di masak masing-masing 6 kilo gram campuran ketan pada wajan besar.

Mula-mula, ketan yang sudah di rendam selama 12 jam ini, di giling hingga halus. Saat bersamaan, parutan kelapa di ambil sarinya, kemudian di masak hingga kental. Kemudian, tepung ketan di masukkan wajan sambil di campur sari kelapa yang sudah masak.

Proses memasak adonan ini, adalah proses paling lama. Untuk menghasilkan jubung terbaik, membutuhkan waktu 6 jam hingga adonan benar-benar kental. Tak hean, jika juru masaknya adalah kaum lelaki, karena adonan jubug harus di aduk terus menerus.

Setelah kental, adonan jubung di tambah gula pasir secukupnya. Untuk 6 kilo gram ketan, perlu 7 kilo gram gula pasir.

Ciri khas bungkusan jubung adalah daun pinang muda yang di lilit mirip gelas mini. Warga setempat, mengenal daun pinang ini dengan nama, ope. Ibu suci, membelinya dari tuban dan jembr. Bungkus daun pinang ini, akan menambah citra rasa jubung sebagai camilan tradisional.

Untuk bahan dasar 6 kilo gram ketan, akan di produksi sedikitnya 1.500 buah jubung. Jubung ini selanjutnya di bungkus dalam wadah bermerek agar terlihat lebih modern.

Permintaan jubung selama lebaran ini naik cukup drastis, hingga mencapai 150 persen di banding hari-hari sebelumnya. Bahkan, ada juga pesanan dari orang-orang Gresik yang merantau di luar negeri seperti Malaysia dan Singapora. Satu bungkus berisi 8 biji jubung di jual seharga Rp 6.500 atau sekitar 900 Rupiah perbiji.

Bagi para pembuat jubung, meski tidak tahu persis asal usul jubung, namun menjualnya bukan hanya sekedar emncai keuntungan finansial saja. Tapi lebih dari itu, adalah untuk mempertahankan keberadaan makanan khas Gresik di tengah membanjirnya makanan-makanan modern.

0 comments:

Post a Comment