PETULO, JAJANAN TRADISIONAL UNTUK BERBUKA PUASA



Petulo adalah salah satu jajanan tradisional jawa yang hanya bisa ditemui pada bulan Ramadhan. Jajanan yang berbahan dasar tepung beras, santan dan gula jawa tersebut, sangat pas sebagai pelengkap menu berbuka puasa.

Dengan cita rasa yang khas, jajanan ini sangat digemari warga sebagai pelengkap menu berbuka puasa. Namun karena proses pembuatannya memakan waktu relatif lama, jajanan ini, kini semakin sulit ditemui.

Meski demikian, Endang, seorang ibu rumah tangga di kecamatan Kencong Jember Jawa Timur, memilih tetap menekuni pembuatan petulo karena sudah menjadi warisan turun temurun keluarganya.

Endang mengaku, untuk membuat satu kilo tepung beras menjadi petulo, ia memerlukan waktu sekitar lima jam. Selama bulan ramadhan ia mulai bekerja sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 11.00 dan menjualnya saat sore hari.

Pertama-tama tepung beras dibuat adonan dan dikukus. Supaya lebih menarik, dicampur dengan sedikit pewarna dan pengharum dan pandan. Adonan tersebut kemudian dicetak dan dikukus lagi kira-kira tiga puluh menit hingga matang. Petulo selanjutnya disajikan dengan dicampur santan dan gula jawa.

Meski proses pembuatannya memakan waktu relatif lama, namun harganya relatif lebih murah. Untuk satu porsi berisi lima butir petulo, dijual hanya Rp 2.500. Tak heran, jika jajanan ini laris terjual.

Dengan berjualan keliling kampung, petulo Endang sudah ludes terjual dalam dua jam saja. Sehari rata-rata ibu Endang menangguk untung 35 Ribu hingga 40 Ribu Rupiah.

0 comments:

Post a Comment