TRADISI ARAK-ARAKAN KETUPAT ALA MASYARAKAT PESISIR UTARA JAWA



Tradisi arak-arakan ketupat merupakan tradisi masyarakat Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Tradisi meng-arak ketupat ini, merupakan salah satu kegiatan merayakan lebaran ketupat. Menariknya, tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun lamanya (26/08/2012.)

Sejak pagi, ratusan warga berkumpul di kawasan Wisata Gua Maharani, guna menggelar tradisi arak-arakan ketupat. Sejumlah hiasan janur, buah buahan, beserta aneka jenis masakan ketupat, terlihat dalam barisan warga ini.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, arak-arakan ini di lakukan berjalan kaki dari gua maharani menuju kawasan Tanjung Kodok yang berjarak kurang dari 1 kilo meter.

Dengan berpakaian hidmat, ratusan warga ini mulai melakukan arak-arakan melintasi jalan raya. Sejumlah nasi tumpeng dan berbagai macam lauk pauk yang menyertainya, di bawa oleh sesepuh warga. Sesampainya di Tanjung Kodok, barang bawa-an peserta arak-arakan di kumpulkan. Acara kemudian di lanjutkan dengan mendengarkan wejangan dari tokoh masyarakat setempat.

Sebelum di nikmati, aneka masakan nasi dalam balutan daun kelapa ini, terlebih dahulu di doakan, agar memperoleh berkah. Dengan di tambah sajian pendamping,seperti sayur opor, pecel dan lodeh, ratusan peserta arak-arakan ini kemudian terlihat saling berebut.

Tradisi makan ketupat di pinggir pantai ini juga di maksudkan, agar tangkapan ikan warga desa yang sebagian besar nelayan ini, bisa semakin berlimpah. Di samping itu, kegiatan ini di maksudkan guna mempererat hubungan silaturrahim antar sesama.

Menurut warga, tradisi arak-arakan ketupat ini, sudah berlangsung ratusan tahun, sejak masuknya islam ke wilayah lamongan sekitar abad ke 15 yang di bawa sunan drajat.

Warga setempat, meng-istilahkan lebaran ketupat ini dengan kupatan, yang berarti mengaku lepat atau mengakui kesalahan. Di harapkan, dengan tradisi ini, warga bisa menghayati makna kebersamaan yang tercermin dalam kekompakan selama meng-arak ketupat.

Bagi masyarakat muslim di lamongan, tradisi hari raya ketupat, dilaksanakan setelah melaksanakan puasa sunnah 6 hari lamanya pasca Idul Fitri. Meski hanya merupakan tradisi lokal, namun, warga mengikuti prosesi arak-arakan ini dengan penuh khidmat.

0 comments:

Post a Comment