This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

JENANG JAKET OLEH-OLEH KHAS PURWOKERTO

Dodol atau jenang di purwokerto jawa tengah masih menjadi oleh-oleh khas meski sudah berganti zaman. Yang paling terkenal adalah jenang jaket. Nah! jenang jaket ini bukan berarti pakaian tetapi kependekan dari jenang ketan sebagai bahan utama pembuatan jenang. Salah satu alasan tetap disukai adalah karena pengolahannya yang tak pernah berubah, yakni dengan cara tradisonal.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai pembuat jenang jaket adalah Sri Salimin warga kelurahan Mersi Purwokerto. Dapur ini tak pernah berhenti beraktifitas selama 24 jam sepanjang tahun. Tak heran, karena jenang ketan yang diproduksinya tersebut tak pernah sepi pembeli. Apalagi, jenang milik Sri Salimin rasanya tak pernah berubah, bukan rahasia karena cara mengolahnya pun tak pernah berubah alias masih memakai cara tradisional atau turun temurun.

Untuk membuatnya, mula-mula santan kelapa dicampur dengan tepung beras ketan dimasak di kuali dengan tungku arang. Terus diaduk selama sekitar satu jam sampai mengental. Setelah itu ditambahkan gula merah hingga warnanya kecoklatan, warna khas jenang. Selain memberi warna, gula memberi cita rasa manis khas jenang. Proses pemasakan berlangsung selama sekitar 2 jam sampai jenang benar-benar matang. Untuk jenang polos bisa langsung diangkat ditiriskan, tetapi jenang ada juga jenang yang dicampur wijen sehingga lebih gurih.

Jenang jaket dibungkus dengan plastik kecil-kecil agar mudah menyantapnya. Setelah itu dibungkus lagi dengan kemasan lebih besar yakni sekitar setengah kilogram. Dua kali pembungkusan ini juga yang mengilhami nama jaket. Bukankan kita juga memakai pakaian sebelum jaket?

Jenang jaket Sri Salimin sudah ada sejak 1985, awalnya orang tua Salimin yang merintis yakni dengan menerima pesanan. Karena banyak pembeli, orang tua salimin memproduksi tiap hari. Kini dalam sehari memproduksi 500 kg jenang atau kalau saat musim liburan dan lebaran bisa mencapai 1 ton jenang per hari.

Jenang jaket dibeli untuk oleh-oleh khas. Jika ada yang berkunjung ke purwokerto dan akan membawa oleh-oleh khas pasti mampir di outlet jenang jaket yang menyatu dengan dapur produksi milik sri salimin ini. Ada juga yang membeli untuk dipaketkan ke teman atau sanak saudara di kota lain.

Harganya memang murah, satu kilogram jenang jaket polos hanya 14 Ribu Rupiah, sementara wijen lebih mahal seribu rupiah alias 15 Ribu Rupiah. Kalau anda kebetulan berkunjung ke kota purwokerto jangan lupa untuk mencicip makanan khas yang bisa didapat di jalan PKK Kelurahan Mersi Purwokerto.

GURIH DAN NIKMAT, RUJAK KANGKUNG DAUN PISANG

Rujak biasanya berisi aneka macam buah-buahan segar yang telah di iris kecil-kecil. Namun rujak yang satu ini justru dibuat dari bahan dasar sayuran, yakni kangkung.

Kangkung biasanya digunakan masyarakat untuk membuat kuah sayur seperti sop dan lain sebagainya. Namun ada juga kegunaan lain dari kangkung, yaitu diolah dan dijadikan bahan dasar untuk membuat rujak. Namanya rujak kangkung yang menjadi salah satu sajian utama Warung Kangkung D'orange di Jalan Jenderal Sudirman kota Indramayu Jawa Barat.

Tidak ada yang rumit dari rujak kangkung ini. Kangkung segar yang telah dipilih, dipotong dan dibuang tangkainya. Setelah kangkung dicuci dengan air bersih, kangkung direbus dalam air mendidih. Tidak sampai 5 menit, kangkung yang sudah matang diangkat lalu ditiriskan.

Selanjutnya, kangkung di sajikan dalam piring yang dilapisi daun pisang. Hal ini untuk menjaga rasa alami dari kangkung. Namun sebelum disajikan, kangkung terlebih dahulu dibubuhi sambal khusus yang terbuat dari campuran cabai rawit, terasi dan asam. Selain kangkung yang masih segar, perpaduan rasa cabai, terasi dan asam inilah yang membuat yang membuat rujak kangkung terasa lebih segar, gurih dan nikmat.

Karena banyaknya permintaan, penjual bisa menghabiskan hingga 500 porsi rujak kangkung per hari. Harganya pun relatif sangat terjangkau. 1 porsi rujak kangkung, hanya dibanderol 2.500 Rupiah saja.

Rujak kangkung sangat cocok dinikmati pada siang hari. Jangan lupa, kenikmatan dan kesegaran rujak kangkung akan lebih terasa, jika dimakan dengan kerupuk mie.

NIKMATNYA BAKMIE JUDES SUPER PEDAS

Nama bakmie judes, pasti membuat semua yang mendengarnya penasaran. Bakmi judes yang disajikan sebuah rumah makan di Jalan Raya Cijambe Subang Jawa Barat, memang terlihat seperti bakmie pada umumnya. Yang membedakan sebenarnya terdapat pada daging ayamnya yang berwarna merah.

namun, merahnya daging ayam tersebut, karena telah diolah dengan bumbu yang berasal dari rempah-rempah yang menjadi andalan di rumah makan tersebut sehingga rasanya menjadi pedas. Selain itu, bakmie judes juga dicampur sayur mayur, sosis dan udang goreng. Oleh karena itulah, selain lebih sehat, bakmi judes ini juga terasa nikmat di lidah saat disantap.

kenikmatan bakmi judes ini, semakin terasa karena letak rumah makan bakmi judes berada di bawah kaki gunung kujang. Sehingga suasana sejuk pegunungan melengkapi santapan bakmie judes ini, terutama di siang hari sebagai pengantar makan siang.

cara memasak bakmi judes ini hampir sama dengan bakmie lainnya. Namun dalam penyajiannya, kuah dan mie disajikan secara terpisah. Mula-mula, mie di rebus hingga matang kemudian di campur dengan aneka bumbu yang telah di racik sebelumnya.

Para pelanggan bakmie judes ini kebanyakan berasal dari luar daerah yang hendak berwisata ke objek wisata Ciater. Untuk menikmati kelezatan bakmie judes ini, pengunjung hanya merogoh kocek tidak lebih dari 15 Ribu Rupiah.

JAMBORE NASIONAL SEPEDA ONTHEL BERHADIAH KERBAU

Ribuan sepeda kuno atau biasa disebut sepeda kebo, dipamerkan dalam rangka Jambore Nasional sepeda ontel, di Gresik, jawa timur. Di samping pameran, kegiatan juga di meriahkan dengan konvoi keliling kota Gresik berhadiah se-ekor kerbau (23/09/2012.)

Beragam sepeda kuno, buatan berbagai negara menghiasi setiap sudut halaman GOR Tridharma Gresik dalam rangka Jambore Nasional sepeda onthel, yang di ikuti hampir dua ribu onthelis dari seluruh Nusantara.

Sepeda kuno atau yang biasa disebut sepeda kebo ini, menjadi unik lantaran aksesorisnya masih orisinil tidak dirubah sama sekali oleh pemiliknya.

Keunikan lain juga, dibarengi dengan aksesoris pemiliknya, yang menggunakan aksesoris pejuang. Seolah menjadikan orang yang melihat bernostalgia di masa lalu.

Dari berbagai jenis sepeda yang dipamerkan, jenis sepeda kebo yang pernah digunakan mendiang presiden Soekarono saat membonceng ibu negara Fatmawati, yaitu jenis Sunbeam buatan Belanda yang dibuat pada tahun 1923. Tipe lain yang tidak kalah unik yaitu, jenis Fongers, buatan Jerman dibuat tahun 1924 yang ditawar 50 Juta Rupiah.

Kusnadi, salah satu pencinta sepeda onthel, mengakku sangat senang mengoleksi sepeda kuno, karena bisa bernostalgia ke masa lalu. Saat ini kusnadi mengkoleksi sebanyak 90 unit sepeda kuno. Sepeda yang paling mahal yaitu fongers yang ditawar 50 juta, karena sulitnya untuk mendapatkan sepeda tipe seperti ini, termasuk sulitnya mendapatkan spart partnya. “Memang butuh ketelatenan dalam merawat sepeda tua. Apalagi, cuaca di Indonesia saat kini sering berubah, hingga bisa mengganggu perawatan sepeda”, ujar Kusnadi.

Kegiatan juga di meriahkan, konvoi keliling kota lama Gresik menggunakan sepeda kuno. Bahkan, para onthelis juga menggunakan berbagai atribut kedaerahan termasuk baju tempo dulu untuk bernostalgia. “Para peserta memabwa aksesoir kedaerahannya masing-masing sehingga menggambarkan kaenka ragaman bangsa”, kata Letkol Art Eko Wibowo Kusrianto,pembina klub sepeda onthel Gresik yang juga Dandim 0817 Gresik.

uniknya, konvoi ini di tutup dengan undian berhadiah utama seekor kerbau, sebagai simbol untuk melestarikan sepeda kuno atau yang biasa disebut sepeda kebo.

Bagi para onthelis, jambore ini bukan hanya sekedar bernostalgia ke masa lalu, tapi lebih dari itu adalah untuk mempererat persaudaraan, di saat nilai-nilai pancasila kurang terhayati dengan baik.

PELUANG USAHA MENGOLAH KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK

Limbah kotoran sapi yang melimpah di pedesaan ternyata dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di pati, jawa tengah, seorang pemuda berhasil mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Kini pupuk organik tersebut telah dipakai para petani holtikutura di berbagai daerah di eks Karesidenan Pati.

Usaha pembuatan pupuk organik yang dirintis Kalimi, warga Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, Pati, Jawa Tengah, ini bermula dari keprihatinan atas banyaknya limbah kotoran ternak di rumah rumah warga.

Sebagai salah satu usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, hampir setiap warga di desa klecoregonang memelihara sapi. Sayangnya, kotoran limbah ternak tersebut banyak dibiarkan pemiliknya terbuang di halaman atau pekarangan rumah sehingga mengganggu lingkungan sekitar.

Dengan bahan baku kotoran sapi yang didapat secara gratis, Kalimi mulai merintis usaha pembuatan pupuk organik. Atas bantuan Dinas Pertanian Dan Peternakan Pati, dia mendapatkan pelatihan untuk memulai usaha pembuatan pupuk organik, termasuk memperoleh kemudahan mendapatkan hasil uji laboratoriun kandungan unsur hara pupuknya untuk didaftarkan sebagai merek dagang.

Hampir semua bahan baku yang dipakai Kalimi merupakan limbah buangan. Selain kotoran ternak sapi, dia juga memakai kotoran ternak kambing serta limbah ampas tetes tebu atau yang biasa disebut blotong.

Limbah kotoran sapi dan blotong dicampur dengan perbandingan enam puluh berbanding empat puluh. Sebagai pengurai digunakan mikro organisme atau bakteri pengurai yang dikembangbiakkan melalui media buah buahan yang membusuk.

Cairan mikro organisme yang telah dikembangbiakkan disemprotkan ke dalam campuran bahan baku. Selanjutnya dalam waktu tiga hingga empat minggu, limbah tersebut telah berubah menjadi pupuk organik yang kaya kandungan hara. Tahap terakhir yakni pengemasan pupuk organik yang telah jadi ke dalam karung ukuran empat puluh kilogram. Setiap hari Kalimi berhasil memproduksi sekitar tiga ratus karung, dengan harga dua puluh empat ribu per karung. Pupuk organik buatan Kalimi ini telah dipakai oleh petani holtikutura di daerah Blora, Rembang, Pati, Jepara dan Demak.

Selain mengembalikan unsur hara tanah, pupuk organik juga bagus untuk tanaman pertanian karena masa suburnya yang panjang hingga beberapa bulan, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimiawi yang harganya mahal.

Berkat usaha yang dirintis Kalimi, limbah kotoran ternak yang melimpah di desa klecoregonang kini bisa dimanfaatkan bahkan memberi penghasilan tambahan bagi pemiliknya. Selain itu, usaha pembuatan pupuk tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja dari desa setempat dan secara tidak langsung juga menumbuhkan ekonomi warga sekitar.

MENIKMATI GULAI KEPALA IKAN KAKAP DI TEPI PANTAI

Gulai kepala ikan,ya itulah nama kuliner khas pesisir pantai Puger Jember Jawa Timur. Gulai tersebut menjadi menu fovourit yang banyak dipesan pelanggan di salah satu rumah makan di tepi pantai Puger. Apalagi, ikan kakapnya masih segar dan langsung di nikmati di pinggir pantai.

Mengolah menu gulai kepala kakap sebenarnya tidaklah sulit. Ikan kakap segar ukuran sedang, di potong dan diambil hanya bagian kepalanya saja. Kepala ikan kemudian dipotong kecil sesuai ukuran yang di kehendaki. Tujuannya agar bumbu lebih mudah meresap kedalam daging ikan saat diolah.

Setelah kepala ikan dicuci bersih. Ikan kemudian siap diolah dengan berbagai bumbu tradisional. Bumbu-bumbu tersebut antara lain, bawang merah,bawang putih, kunyit dan garam. Tidak lupa untuk memberi rasa pedas dan segar ditambahkan cabe rawit dan belimbing wuluh atau belimbing sayur.

Bumbu-bumbu tersebut, kecuali cabe rawit dan belimbing sayur tersebut, kemudian dihaluskan. Setelah itu ditumis dengan minyak. Setelah tercium bau wangi, kemudian kepala ikan, cabai dan belimbing dimasukkan kedalam wajan dengan ditambahkan sedikit air untuk kuahnya hingga masakan matang. Setelah matang, gulai kepala ikan ini kemudian siap disajikan dan dinikmati dengan nasi putih.

Pemilik rumah makan, mengaku awalnya mengolah menu dengan coba-coba. Pasalnya kepala ikan tersebut sering dibuang saat mengolah menu lainnya. Namun kemudian ia mencoba mengolah kepala ikan kakap tersebut dan ditawarkan kepada para pelanggannya. Ternyata para pelanggannya banyak yang suka. Dan bahkan menjadi menu favorit di rumah makan tersebut.

KRISIS AIR BERSIH, RIBUAN SANTRI SHALAT ISTISQO’

-->
Kondisi kemarau yang kian parah yang memicu krisis air bersih, mendorong ribuan santri di Gresik Jawa Timur, melakukan shalat istisqo’, atau shalat minta hujan (20/09/2012.)

Dengan berpakaian sederhana, ribuan santri Pondok Pesantren Al-Ibrohimi Kecamatan Manyar, Gresik, berkumpul di lapangan pesantren untuk melakukan shalat istisqo’ atau shalat minta hujan.

Para santri yang terdiri dari siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi ini, dengan khusu’ dan tekun mengikuti semua prosesi shalat, yakni di mulai dengan permohonan ampun kepada sang maha kuasa atas segala khilaf dan kesalahan selama ini.

Selanjutnya, pengasuh pesantren memimpin shalat dua rakaat yang di susul dengan khutbah berisi nasehat agar para santri menjalankan perintah agama dan menjahui larangannya.

Di sela-sela khutbah, para santri melakukan ritual membalik baju sebagai pertanda sangat membutuhkan hujan untuk meng-akhiri kekeringan. Apalagi, para santri terpaksa mencari air keluar pondok pesantren untuk sekedar berwudhu’ saja. “Kita sengaja melonggarkan peraturan, agara santri bisa mendapatkan air meski harus keluar areal pondok, ujar KH Khoirul Atok, salah seorang Pengasuh Pesantren Al-Ibrahimi.

Selama musim kemarau berlangsung, pihak pesantren terpaksa mengeluarkan biasa ekstra dengan membeli air dari mobil tangki hingga mencapau 5 Juta Rupiah perhari untuk mencukupi kebutuhan seribu orang santri.

Bagi para santri, shalat istisqo’ ini tidak sekedar hanya shalat minta hujan, tetapi juga pengamalan dari pelajaran tentang shalat istisqo’ yang selama ini di dapat dari pelajaran di sekolah.

BANGUN BACKBONE FIBER OPTIC DAN TAMBAH 18 FREE HOTSPOT DI KECAMATAN



Pemkab Gresik segera bangun backbone fiber optic jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sepanjang 9210 m yang menghubungkan kantor Bupati Gresik sebagai core switch, BPBD, Dispendik, Disbudparpora, dan Dispenduk Gresik. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bagian Pengolahan Data dan Teknologi Informasi, Bambang Hadi melalui Kabag Humas, Andhy Hendro Wijaya Rabu (19/9). “saat ini proyek senilai Rp. 1,4 milyar ini masih dalam proses lelang” katanya.

Selain pembangunan jaringan bachbone fiber optic, Pemkab Gresik juga membentuk Komite Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta menambah dan mengembangkan free hot spot untuk melengkapi seluruh pendopo kecamatan di Kabupaten Gresik. Saat ini masih ada 5 titik free hot spot yaitu kantor Bupati Gresik, Kantor Perpustakaan dan Arsip, Dinas Perijinan, Alon-alon Kota Gresik dan gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro.

Masih perlu penambahan 18 hotspot lain yang akan dipasang di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. Penambahan ini akan dilaksanakan pada tahun 2013.“saat ini tengah persiapan. Untuk mencukupi penambahan hotspot tersebut, kami perlu manambah band width sebesar 18 mbps. Untuk penambahan band width kami laksanakan pada tahun ini satu paket dengan pembangunan jaringan bachbone fiber optic”ujarnya.

Tentang pembentukan Komite Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), selain beranggotakan unsur SKPD juga diikuti oleh perguruan tinggi dan lembaga sekolah. Tugas komite TIK ini nanti yaitu Pembangunan dan pengembangan Telecenter, Pengadaan dan operasional Mobil Pusat layanan Internet Kecamatan (MPLIK), fasilitasi pembentukan dan operasional komunitas TIK, Penambahan dan pengembangan free Hotspot, pengembangunan dan pengembangan media center, Talk conference, Pengembangan Jaringan Backbone WAN, dan ICT Pura 2012. (sdm, humas pemkab gresik)

CANGGU RIGHT SURGA BAGI PARA SURFER


Dari sekian banyak petualangan yang ditawarkan di bali, surfing atau berselancar adalah salah satu petualangan yang paling diminati wisatawan asing maupun warga lokal. Salah satu lokasi yang paling digemari para peselancar adalah Pantai Pererenan Badung. Pantai yang dikenal dengan nama Canggu Right tersebut, memiliki karakter ombak yang sangat unik.

Udara segar dengan hamparan sawah hijau akan menyapa kita saat memasuki jalan menuju pantai Pererenan badung. Pantai yang terletak 15 kilometer arah barat denpasar ini, tidak hanya menawarkan keindahan pantai yang masih alami, tetapi juga surga bagi para surfer.

Setiap hari, ratusan peselancar dari luar negeri maupun lokal, akan berburu ombak di sepanjang pantai Pererenan hingga canggu. Berbeda dengan pantai kuta, menurut para peselancar, karakter ombak di pantai Pererenan lebih kuat.

Bahkan bagi peselancar profesional, ombak di pantai Pererenan yang memiliki ketinggian dua hingga tiga meter, dinilai memiliki arah terjangan ombak yang juga unik, yakni dari kiri ke kanan. Para peselancar dunia pun memberi julukan Canggu Right Beach.

Tidak hanya para surfer, penghoby fotografi juga menggemari kawasan pantai yang berhadapan langsung dengan samudra Hindia ini. Bagi mereka, aksi pra surfer adalah obyek yang sangat menarik selain keindahan pantainya.

PARK CHUL HYUNG RESMI GABUNG KE PERSEGRES



Jelang bergulirnya Indonesia Super Liague (ISL,) Persegres mendatangkan pemain asal korea selatan, Park Chul Hyung. Mantan stopper persela tersebut di harapkan mampu memperkuat lini belakang Persegres yang selama musim lalu, di nilai lemah dengan kebobolan 69 gol (17/09/2012.)

Stopper baru yang didatangkan manajemen Persegres Gresik asal korea selatan, Park Chul Hyung di harapkan menajemen Persegres, bisa membawa tim kebanggan masyarakat Gresik ke papan atas di ajang Indonesia Super League musim depan.

mantan pemain persela lamongan ini sengaja didatangkan manajemen untuk memperkuat lini belakang. Pasalnya, musim lalu Persegres kebobolan 69 gol, hingga terjungkal ke babak play off.

Tak hanya itu, manajemen Persegres juga berencana mendatang eks stopper psms medan, sasa zecevic asal serbia montenegro dalam waktu dekat, untuk di tandem dengan Park Chul Hyung.

Pelatih Persegres Suharno, mengaku belum bisa menilai kemampuan Park Chul Hyung dalam latihan perdananya ini. Namun, Suharno telah merekomendasikan manajemen jika tim memang butuh stopper bertipikal seperti Park Hyung. “Ini dalam rangka membenahi lini belakang sebagaimana hasil evaluasi kompetisi musim lalu”, ujar Suharno.

Sementara itu, Park Hyung sendiri mengaku akan mempersembahkan yang terbaik pada Persegres, terutama untuk memenuhi target masuk papan atas klasemen ISL musim depan.

Di samping Park Chul Hyung dan Sasa Zecevic, manajemen Persegres juga akan mendatangkan Aldo Barito, mantan Striker Persiba Balikpapan untuk mempertajam lini depan.

RITUAL MINTA HUJAN DENGAN SEDEKAH BUMI DAN BAKAR DUPA



Beragam cara di lakukan orang guna meminta hujan kepada sang maha kuasa saat musim kemarau seperti saat ini. Di gresik jawa timur, warga setempat meminta hujan dengan menggelar sedekah bumi sambil berdoa keliling kampung. Uniknya, doa di gelar dengan berbagai cara termasuk membakar dupa ala dukun (16/09/2012.)

Suasana kemeriahan tampak sejak memasuki Desa Sumari Kecamatan Duduksampeyan. Warga berduyun-duyun berkumpul di waduk desa setempat yang telah mengering, untuk menyaksikan ritual meminta hujan yang di kemas dalam bentuk sedekah bumi.

Kemeriahan tradisi tahunan yang di selenggarakan setiap musim kemarau ini, terpelihara dengan rapi. Bahkan, sejumlah peserta membawa berbagai alat pertanian dan hasil-hasil pertanian, sebagai simbol harapan warga untuk bisa hidup makmur.

Sejumlah tokoh adat setempat, berdoa dengan caranya masing-masing. Sebagian dengan menggunakan cara islam, yakni berdoa kepada sang maha kuasa, melalui zikir. Sementara sebagaian lainnya dengan cara membakar dupa. Dupa adalah simbol yang menandai semangat dari kesucian dan persembahan diri. Warga percaya, ritual ini di percaya warga bisa segera mendatangkan hujan.

Menurut warga, kekeringgan menyebabkan 500 hektar sawah dan tambak tadah hujan, di biarkan terlantar, hingga menambah beban ekonomi. “Kekeringan yang di alami warga tahun ini cukup parah, hingga kita kembali menggelar tradisi ini dengan harapan hujan segera turun, ujar Misbahul Munir, Kepala Desa Sumari.

Menurut misbahul munir, tradisi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak masa kolonial belanda. Namun, di hentikan karena menimbulkan kontroversi. Dengan kesadran baru masyarakat, sedekah bumi dan ritual ini kembali di gelar dalam 5 tahun terakhir.

Selanjutnya, warga meng-arak hasil bumi dan aneka makanan, keliling perkampungan sambil tak henti-hentinya berdoa, guna mengajak warga setempat untuk ikut berdoa meminta hujan segera diturunkan.

Sejak kemarau melanda, satu-satunya waduk yang menjadi tumpuan irigasi pertanian, mengering. Akibatnya, ratusan hektar lahan pertanian terlantar. Warga pun berharap hujan segera tiba, agar roda perekonomian kembali berputar.

Arak-arakan kemudian berakhir di balai desa setempat untuk selanjutnya, sebagian makanan dan buah-buahan di nikmati bersama, sebagai rasa sukur terhadap sang maha kuasa.

MENIKMATI BURGER DAN PIZZA GURAMI


Burger atau pizza, umumnya berasal dari daging sapi atau ayam. Bagaimana bila bahan utama burger dan pizza itu dari ikan gurami? Tentunya cukup nikmat terutama bagi mereka yang menjaga diri dari makanan berkolesterol tinggi.

Menikmati makanan impor berupa burger maupun pizza, kini tidak semata hanya berbahan utama daging ayam maupun sapi. Akan tetapi burger maupun pizza ternyata bisa diramu dengan ikan gurami. Seperti dilakukan sebuah rumah makan di Bilangan Antasura, Denpasar Bali yang mengandalkan dua menu utama yakni pizza dan burger gurami.

Untuk membuat burger gurami, tidak jauh beda dengan gurami daging maupun ayam. Mula mula, ikan diiris dan dicari yang tanpa tulangnya, kemudian dicincang hingga halur. Kemudian, gurami digoreng dengan bumbu secukupnya. Layaknya burger lain, setelah disiapkan roti, lalu ikan gurami dimasukkan dan dipanggang sampai siap saji.

Sedangkan untuk pizza gurami, juga mirip seperti pembuatan kue martabak. Bahan yang digunakan yaitu tepung terigu untuk kue, kentang. Sedangkan bumbu yang digunakan yaitu saos sambal pedas, keju. Cara pembuatanya yaitu adonan pizza dibuat seperti membuat martabak kemudian di atas tepung dibubuhi sambal pedas pizza dan dicampur sayur kentang dan ditambah ikan gurami yang telah dioseng oseng dengan wine. Selanjutnya, pizza siap dipanggang di dalam bara sekitar 5 menit. Pizza pun siap disajikan.

menurut para pengemar gurami baik berupa burger maupun pizza, sebetulnya makanan ini memang sering dijumpai di tempat lain, tetapi kali ini ikannya adalah gurami. Selain kolesterolnya rendah, juga nikmat dengan ikan segarnya.

Menurut pengelola rumah makan, untuk satu burger dijual 15 Ribu Rupiah, sedangkan satu pizza dijual 20 Ribu Rupiah. Selama ini, hampir 35 porsi habis untuk seharinya. Sebagian besar para penggemarnya adalah warga lokal.

Nah, bagi anda yang sedang berlibur ke Bali, tidak ada salahnya mencoba burger dan pizza gurami ini, karena tempat untuk bersantap pun sangat alami, berada di pinggir areal persawahan.

TERINSPIRASI KEKERINGAN, ANAK-ANAK MELUKIS DI DAUN KERING



Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaatkan untuk membuat karya seni lukis yang indah.

Melukis, tidak harus di tuangkan dalam kertas. Seperti yang di lakukan siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah 01 Kota Gresik, mereka justru melukis di atas daun kering di sekitar mereka yang berserakan akibat musim kemarau. Sejumlah jenis daun, seperti daun jati, pisang, gelombang cinta serta daun waru, di manfaatkan para siswa untuk menuangkan imajinasinya secara spontan.

Anak-anak ini sengaja di biarkan memilih sendiri jenis daun yang di sukainya, untuk kemudian di lukis sesuai keinginan mereka pula.

Warna serta goresan-goresan pada daun, ternyata cukup membantu anak-anak dalam menciptakan pola lukisan yang indah sesuai karakter anak-anak, seperti lukisan batik, boneka serta aneka tokoh kartun kesayangan mereka.

Untuk memperoleh pewarnaan yang bagus, para siswa menggunakan kombinasi cat air dan cat sistesis, guna menghasilkan lukisan berkualitas.

Pihak sekolah, sengaja menggelar kegiatan ini, untuk menggugah kepekaan mereka dalam berimajinasi serta peka pula terhadap lingkungan sekitar. Apalagi, siswa selama ini mengenal lukisan hanya pada media kertas saja. “Kita mencob menggugah kepekaan anak-anak pada kondisi lingkungan mereka dengan cara sederhana ini”, ujar Lilik Isnawati, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Gresik.

Untuk menyelesaikan satu lukisan, para siswa setidaknya membutuhkan waktu 30 menit hngga satu jam, tergantung tingkat imajinasinya.

Di samping melukis pada daun kering, sebagian siswa juga menuangkan lukisannya pada gerabah yang selama ini sering di gunakan orang tua mereka di dapur, seperti kendi dan cowek.

Selanjutnya pihak sekolah akan memilih sejumlah lukisan terbaik untuk mendapatkan penghargaan.

JUICE TAHU RASA BUAH YANG MENYEHATKAN



Selama ini, tahu hanya bisa dinikmati dengan cara digoreng atau dimasak dengan berbagai varian menu umum untuk keperluan makan. Namun ddengan sedikit kreativitas, tahu juga bisa dinikmati dalam bentuk jus. Bisa rasa strawberi, nanas atau mangga. Anda tinggal memilih rasa sesuai dengan keinginan. Yang pasti, semua jenis jus tahu ini memiliki rasa segar saat memenuhi rongga mulut dan melewati tenggorokan.

Jus tahu dibuat dengan bahan dasar tahu setengah matang. Tahu tersebut digoreng dan dipadukan dengan buah-buahan yangmemiliki rasa yang kuat. Boleh dengan strawberi, nanas, ataupun mangga, sehingga rasa segar buah-buahan ini bisa mengimbangi rasa kedelai dari tahu sumedang yang dominan. Agar rasa tahu bisa seimbang, bahan yang dicampur biasanya dua potong tahu dibanding sepuluh butir strawberi. Setelah dicampur gula dan air putih, semua bahan diblender hingga tercampur rata dan rasanya segar.

Soal gizi, tak perlu diragukan lagi. Bahan utama tahu yanri kedelai serta campuran aneka rasa buah, membuat jus tahu bisa menjadi salah satu supliyer vitamin yang banyak di butuhkan tubuh. Bahan-bahan yang mudah didapat membuat jus tahu bisa dibuat di rumah. Cukup mudah bukan?

SEDEKAH BUMI, MENGARAK BINATANG DAN MEMASAKNYA HANYA OLEH KAUM PRIA



Berbagai macam tradisi sedekah bumi masih kental melekat di masyarakat indonesia. Di Lamongan Jawa Timur, tradisi sedekah bumi dilakukan dengan mengarak puluhan kambing mengelilingi sebuah makam keramat. Usai di arak, kambing dan sapi di sembelih dan di masak secara masal. Uniknya, proses memasak dalam kuali besar tersebut, dilakukan kaum pria (12/09/2012.)

Sebelum di sembelih dan di masak secara masal, kambing dan dua sapi di arak mengelilingi sebuah makam keramat. Tradisi yang di lakukan warga Desa Dibe Kecamatan Kalitengah Lamongan tersebut, di lestarikan sejak ratusan tahun silam. Bahkan, tradisi seperti ini lebih menarik di banding hari raya idul adha sekalipun.

Usai di arak, kambing dan sapi di bawa ke halaman sebuah makam keramat, Mbok Ayu Roro Bojo untuk di sembelih hingga proses pemotongan dagin. Konon, Mbok Ayu Roro Bojo di percaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Meski prosesi sedekah bumi berada di kompleks makam, namun warga sekitar tidak menganggap sebagai bentuk kemusrikan karena niat mereka melakukan sedekah bumi hanya untuk Tuhan Yang Maha Esa.

Puncak sedekah bumi ini yakni memasak daging kambing dan sapi secara masal di kuali besar dengan tungku sederhana dari batang pohon pisang. Uniknya, proses memasak ini dilakukan khusus kaum laki laki. Pasalnya, konon, kaum perempuan tidak di perbolehkan untuk ikut dalam sedekah bumi ataupun berkunjung ke makam keramat.

Daging daging yang telah di masak di kuali besar, di olah menjadi masakan gulai daging yang telah di campur rempah-rempah khas. Proses pengolahan dari penyembelihan hewan hingga memasak ini membutuhkan waktu sekitar lima jam. “Kita tetap melestarikannya dengan tidak melibatkan kaum perem,puan sama sekali”, ujar Suli, salah seorang juru masak.

Di lokasi yang sama, masakan gulai daging kemudian di makan beramai ramai oleh warga setempat, mulai dari anak kecil hingga dewasa. Ritual tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur warga atas hasil panen yang melimpah. Dengan mengurbankan hewan ternak kepada tuhan yang maha esa, warga berharap tahun depan hasil panen akan semakin lebih baik.

Sedekah bumi ini dilakukan bukan hanya sehari saja, melainkan dua hari. Di hari kedua, warga melaksanakan udik udikan atau menyebarkan uang receh yang telah di kumpulkan dari warga setempat. Udik udikan tersebut sebagai pertanda tolak balak, yang dibagi-bagikan dengan cara di lempar dan diperebutkan warga yang sudah menunggu sejak pagi.

PANEN SORGHUM, TANAMAN PANGAN ALTERNATIF TAHAN PERUBAHAN IKLIM



Di tengah ancaman perubahan iklim yang bisa menyebabkan kegagalan panen dan krisis pangan, ada satu harapan, bagi para petani, yakni membudidaya tanaman Sorghum. Sorghum adalah salah satu jenis tanaman serealia yang kini banyak dikembangkan di Afrika dan India dan ternyata sukses pula di kembangkan Lamongan Jawa Timur (11/09/2012.)

Tanaman pangan sorgum hanya dapat di jumpai di Desa Keyongan Kecamatan Babat Lamongan. Di areal sekitar 89 hektar lahan, petani setempat menanam Sorghum di saat musim kemarau, sejak lima tahun terakhir.

Menanam tanaman pangan alternatif pengganti beras ini, dilakukan petani setempat karena tidak membutuhkan banyak air, meski kondisi tanah gersang. Perubahan iklim menyebabkan areal menanam tanaman pangan, seperti padi mengalami kekeringan dan peningkatan suhu. Karena adaptasi alaminya, Sorghum memiliki potensi besar untuk mensuplai kebutuhan pangan pada kondisi tersebut.

Di musim panen raya Sorghum seperti kemarau saat ini, para petani menuai berkah. Bahkan, lahan satu hektar, petani mampu menghasilkan tujuh sampai delapan ton Sorghum. Apalagi, masa panen Sorghum hanya membutuhkan waktu tiga bulan, lebih cepat dari pada padi yang membutuhkan waktu 4 bulan.

Namun sayang, musim panen yang melimpah tidak di imbangi dengan adanya pengolahan di daerah sendiri. Petani setempat terpaksa menjual Sorghum ke tengkulak, dengan harga perkilo, 1.500 Rupiah saja. “Harganya memang murah, tapi lumayan dari pada tanam padi”, ujar Kasnah, sa;ah seorang petani Sorghum.

Hadirnya Sorghum sebagai salah satu jenis tanaman pangan yang kini banyak dikembangkan di afrika dan india inilah, di harapkan dapat menekan angka terigu impor, meski mayoritas masyarakat Indonesia mengkonsumsi nasi.

Beberapa varietas unggul Sorghum dan pengolahannya menjadi aneka produk pangan, pakan, dan bioetanol. Produk pangan berbasis Sorghum, diantaranya brondong Sorghum, pilus Sorghum, dan kue Sorghum. Namun produk Sorghum di indonesia masih terbatas, karena produktivitasnya masih rendah. Apalagi banyak petani belum menggunakan Sorghum sebagai varietas unggulan.

Selain itu, belum berkembangnya industri pascapanen seperti pengolahan biji dan batang Sorghum menjadi bahan pangan dan pakan. Hal lain yang tak kalah penting adalah belum berkembangnya permintaan pasar terhadap biji atau tepung Sorghum.

ASEM-ASEM IKAN GABUS, HIDANGAN TRADISIONAL MENYEHATKAN



Asem-asem ikan kutuk atau biasa dikenal dengan sebutan ikan gabus, kini menjadi hidangan istimewa dan banyak diburu masyarakat Gresik Jawa Timur. Selain sensasi kelezatan rasanya, hidangan tradisional tersebut, memiliki kandungan gizi yang tinggi dan baik untuk kesehatan, termasuk mempercepat penyembuhan pasca operasi, ibu melahirkan, luka bakar serta menurunkan kolesterol.

Asem asem ikan gabus atau kelo kuning ikan kutuk, adalah salah satu hidangan tradisional warga Gresik yang kini semakin populer dan banyak diburu masyarakat.

Selain sensasi kelezatanya, hidangan tradisional berbahan baku ikan tawar ini, memiliki banyak khasiat, diantaranya mempercepat penyembuhan pasca operasi, ibu melahirkan, luka bakar serta menurunkan kolesterol.

Namun sayangnya, hanya ada beberapa warung di Gresik yang menyediakan menu spesial asem-asem ikan kutuk. Salah satunya warung milik Muhammad Sakrim di Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan.

Sulitnya mendapatkan ikan kutuk selama musim kemarau, menjadi kendala tersendiri bagi para pecinta ikan gabus. Namun, Sakrim mengatasi kendala tersebut dengan berlangganan pasokan dari warga sekitar. Karena itu, warung yang berada di jalur poros pantura, yang menghubungkan kota Gresik dengan lamongan ini, selalu dipadati para pelanggan, terutama pada waktu jam makan siang.

Pemilik warung, yang sudah 22 tahun menekuni usahanya ini, hanya mampu menyediakan daging ikan kutuk, sebanyak 7 kilogram perhari. “Ya kita hanya mampu melayani 7 kilogram perhari”, ujar Sakrim.

Kelo asem kotok ini memang di sajikan dengan cara sangat sederhana. Namun kelebihan menu ini terdapat pada ramuan khas bumbu jawa yang terdapat pada kuahnya.

Cara pengolahannya, ikan gabus terlebih dahulu di bersihkan sisiknya, untuk menghilangkan bau amis. Selanjutnya, ikan di potong-potong ukuran kecil agar bumbu mudah meresap dan akan mudah menyantapnya.

Bumbu tradisional menjadi bagian utama dalam proses pembuatan kuah gabus, seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, cabe dan tak lupa buah asem sebagai penambah rasa kecut. Bumbu bumbu tersebut di haluskan kemudian di campur dalam air.

Selain rasanya yang nikmat, para pelanggan percaya, menu ikan gabus bisa menjadi obat alternatif mengobati penyakit dalam seperti liver dan maag. Meski belum ada pernyataan medis, namun keyakinan pelanggan ini sudah sedemikian rupa terbentuk sejalan dengan kenikmatannya yang alami. Bahkan menu ini juga di percaya merupakan sajian bebas kolesterol.

Para penggemar asem asem ikan kutuk, mengatakan, sangat menyukai asem-asem ikan kutuk, aroma asam dan pedas, dipadu dengan serat dagingnya yang lembut, menimbulkan sensasi luar biasa. “Banyak jkandungan vitamin yang cukup baik bagi kesehatan, apalagi paduan kunyitnya juga mendukung rasa dan khasiatnya”, ujar Sarmin, salah seorang pelanggan.

Menu tradisional khas pesisir ini, akan terasa lebih nikmat, pada waktu siang hari dengan menggunakan nasi jagung yang kondisinya masih hangat.

Bagi masyarakat yang tertarik menikmati sensasi kelezatanya, cukup menyediakan uang sebesar 12 Ribu Rupiah, per-porsinya.

TIM UNIT KESEHATAN KERJA UNTUK PARA PENGRAJIN


Unit yang beranggotakan dokter dan tenaga kesehatan di Puskesmas yang terletak di Jalan Arief Rahman Hakim, memberikan layanan kepada para pekerja non formal yang bergerak di bidang industri kecil yang tersebar dibeberapa tempat di Kecamatan Gresik. “Tim kecil ini selain memberikan layanan pengobatan secara berkala, juga memberikan konseling kesehatan kepada pekerja di sektor industri kecil dan kerajinan yang bertebar di wilayah Gresik kota”. Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr. Sugeng Widodo melalui kabag Humas Andhy Hendro Wijaya disela penilaian dan evaluasi Unit Pelayanan Percontohan tingkat Provinsi Jawa Timur di Ruang Puteri Cempo Kantor Bupati Gresik, Senin (10/9).

Menurut Sugeng, Inovasi ini memberikan keuntungan bagi masyarakat pekerja industri kecil Gresik yang selama ini terlalu fokus bekerja. Yang terkadang dengan kesibukannya itu mereka jarang memeriksakan kesehatan. Bahkan sakit ringanpun mereka kadang enggan ke Puskesma. Dengan Unit Kesehatan Kerja (UKK) ini setidaknya ada perhatian dari pemerintah untuk pekerja di sektor ini. Tim UKK ini akan mendatangi ke tempat komunitas pekerja home industri ini untuk memberikan konseling serta upaya preventiv yang lain, tentunya selain pengobatan ringan.

Tak hanya sektor ini, Upaya peningkatan layanan kesehatan Pemkab Gresik juga ditandai dengan pengalokasian dana Alat kesehatan untuk Puskesmas. Menurut Bupati, dana Alkes tahun 2012 Kabupaten Gresik sebesar Rp. 25 milyar. Dengan demikian, beberapa Puskesmas telah meningkatkan kwalitas layanan sampai rawat inap. “peningkatan tersebut setidaknya mengurangi ketergantungan pasien ke RSU Ibnu Sina” katanya.

Dalam waktu dekat Pemkab Gresik juga menyiapkan rencana pembangunan rumah sakit type B di wilayah Selatan. “Tahun 2013 dibangun rumah sakit di kecamatan Driyorejo dengan anggaran sebesar Rp. 51 milyar”. Masih menurut Bupati, saat menerima rombongan tim penilai pelayanan percontohan yang dipimpin oleh Siti Ro’ainah, kepala bagian Tata Laksana Biro Organisasi Pemprov Jatim. Rumah sakit ini nantinya dipakai sebagai rujukan puskesmas yang ada di wilayah Gresik Selatan dan sekitarnya.

Tentang Penilaian pelayanan percontohan, Siti Ro’ainah menentukan 5 aspek, meliputi Visi/misi, Schedule layanan, Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana dan inovasi. Ada 2 layanan yang diusulkan mewakili Pemerintah Kabupaten Gresik yaitu Puskesmas Industri dengan Unit Kesehatan Kerja. Dan satu lagi yaitu SMA Negeri I Manyar terkait ISO 14001 tentang Manajemen lingkungan. (sdm, Humas Pemda Gresik)

SATE BIAWAK BUMBU REMPAH, TAMBAH VITALITAS PRIA DEWASA



Mungkin sudah banyak orang mengkonsumsi biawak. Namun bagaimana rasanya jika sate biawak diramu dengan bumbu rempah khas jawa? Menu tersebut bisa Anda nikmati di kedai sate biawak yang berada di sepanjang bantaran Kali Cimanuk Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Disini, belasan kedai sate biawak berjejer dan siap melayani Anda.

Pembuatan sate biawak, sama seperti membuat sate pada umumnya. Namun, daging binatang reptil yang satu ini, sebelumnya harus direndam dengan air kunyit. Tujuannya untuk menghilangkan bau amis. Lalu, daging baru dipotong kecil-kecil dan ditusuk dengan menggunakan tusuk sate.

Daging biawak kemudian dibakar diatas batok kelapa yang telah membara. Setelah setengah matang, daging cilecupkan dalam ramuan bumbu rempah-rempah, hingga bumbu meresap ke dalam daging.

Ramuan bumbu khusus inilah yang menjadi rahasia kelezatan daging sate biawak. Setelah dicelupkan ke dalam ramuan bumbu khusus, daging kemudian dibakar kembali hingga matang. Sate biawak pun akhirnya siap untuk dinikmati. Namun, sate biawak akan terasa lebih nikmat, setelah dibubuhi sambal kacang dan kecap, serta perasan air jeruk limau.

Selain dikonsumsi sebagai lauk, sate biawak dipercaya bisa mengobati sejumlah penyakit, seperti penyakit kulit dan asma. Bahkan bagi pria dewasa, sate biawak dipercaya dapat meningkatkan vitalitas gairah dalam berumah tangga.

Menurut para penjual sate biawak, dalam 1 hari mereka bisa menjual minimal 500 tusuk sate biawak. Dengan harga yang relatif terjangkau, pembeli bisa menikmati kelezatan sate binatang reptil yang satu ini. Untuk 1 porsi sate biawak yang berisi 20 tusuk, pembeli cukup merogoh kocek sebesar 20 Ribu Rupiah.

Selain bisa di konsumsi sebagai lauk-pauk, Anda yang mempunyai keluhan seperti penyakit kulit, asma dan vitalitas pria dewasa, bisa mencoba menu alternatif yang satu ini.

MENIKMATI GURIHNYA TONGSENG BUNTIL BANDENG


Tongseng biasanya berbahan baku utama daging kambing. Namun, menu yang satu ini beda. Namanya tongseng bandeng. selain berbahan baku ikan bandeng, tongseng ini juga nikmat dimakan bersamaan dengan buntil pepaya yang juga berisi potongan daging bandeng.

Juwana Resto berada di kawasan oleh-oleh Jalan Pandanaran kota Semarang, Jawa Tengah. Disini, semua menu masakan berbahan baku ikan bandeng. ada sate, tongseng, bothok, buntil, bandeng asap, bakso bandeng dan lain-lain.

Salah satu menu favorit di resto adalah tongseng dan buntil bandeng berbalut daun pepaya. Bandeng yang dimasak adalah bandeng duri lunak. Bumbu yang dipakai adalah khas pesisir dengan aroma bawang yang keras, ditambah kuah rempah. Setelah kuah panas, lalu irisan bandeng dimasukkan, hingga mendidih. Nah tongseng bandeng sudah matang. tapi tunggu dulu. ada peneman tongseng nih. yaitu buntil bandeng pepaya.

Buntil adalah makanan khas Jawa. Bandeng dilumuri kelapa parut yang sudah diberi bumbu pedas. Lalu ditaruh di dalam lembaran daun pepaya yang sudah direbus, dan digulung. Kemudian dimasukkan dalam microwave agar panas yang empuk. Tongseng buntil banding pun siap disantap.

bagi penggemarnya, tongseng dan buntil bandeng bisa menjadi alternatif bagi yang menghindari makanan berlemak seperti daging kambing.

Harga menu ini sangat terjangkau. Satu porsi tongseng banding, hanya Delapan Ribu Rupiah. Sementara buntil bandeng tujuh ribu rupiah. sementara menu-menu lainnya antara Lima Ribu sampai 10 Ribu Rupiah saja.

ASYIKNYA MANDI LUMPUR DI WADUK KERING



Musim kemarau menyebabkam sebagian besar waduk di Gresik Jawa Timur, kering. Namun, sisa genangan air berlumpur di waduk, justru di manfaatkan anak-anak kampung untuk mandi sambil bermain. Anehnya mereka mengaku tidak terserang (03/09/2012.)

Keceriaan anak-anak Desa Petung Kecamatan Panceng ini, sangat bertolak belakang dengan kekeringan yang di alami warga setempat. Ya! Mandi sambil bermain air lumpur di waduk desa yang mengalami menyusul tibanya musim kemarau ini, menjadi kebiasaan baru anak-anak setempat.

Hampir tak ada rasa segan atau pun jijik sama sekali, saat mereka melumuri sekujur tubuhnya dengan lumpur waduk. Bahkan, tak jarang mereka berkumur-kumur dengan air kotor ini.

Kebiasaan mandi lumpur ini memang biasa mereka lakukan setiap musim kemarau tiba, saat air waduk Petung I ini kering dan hanya menyisakan genangan air berlumpur.

Meski demikian, mereka mengaku tidak terserang penyakit kulit ataupun penyakit lainnya yang bersumber dari air kotor. “Gak merasakan sakit apa-apa, kita sudah biasa”, ujarnya, Kirana, salah seorang anak.

Waduk seluas 80 hektar ini, merupakan 1 di antara dua waduk yang mensuplai kebutuhan irigasi untuk ratusan hektar persawahan di sekitarnya. Namun, seiring keringnya waduk ini, sawah-sawah tersebut, di biarkan terlantar, hingga tibanya musim penghujan.

SULAP LIMBAH STYROFOAM MENJADI UKIRAN DEKORASI DAN INTERIOR


Di bengkel seni yang berlokasi di Desa Pringsewu, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah, Ahmad Muslimin bersama seorang temannya setiap hari berkutat dengan limbah styrofoam. Di tangan ahmad Muslimin, limbah stirofoam ini bisa disulap menjadi ukiran dekorasi dan interiror gebyok yang indah dan mempunyai nilai seni tinggi.

Gebyok adalah semacam partisi khas Jawa yang digunakan untuk sekat antar ruang dalam rumah. Fungsinya bukan hanya sebagai partisi, tapi juga sebagai pintu ataupun pengganti dinding.

Ide pembuatan ukiran dekorasi dan gebyog dari bahan baku styrofoam ini bermula dari semakin mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu berkualitas.

Untuk membuat ukiran gebyog styrofoam misalnya, Muslimin memilih styrofoam dari bekas peralatan rumah tangga seperti elektronik. Jenis styrofoam dari bekas packing peralatan elektronik ini dipilih karena jenisnya lebih tebal dan tidak rapuh, jika dibuat motif ukir.

Muslimin sengaja mengumpulkan sisa packing styrofoam peralatan elektronik dari salah satu limbah perusahaan elektronika di kudus. Untuk membuat dekorasi ukir gebyok motif kudus dan jepara, ia memanfaatkan limbah packing styrofoam jenis besar dan kemudian disambung sesuai ukuran, dengan perekat listrik atau perekat karet.

Tanpa harus memotong, styrofoam ini langsung diukir sesuai maal atau gambar motifnya yang sebelumnya sudah digambar diatas kertas dan dilubangi dengan solder. Setelah selesai diukir, proses selanjutnya adalah finishing berupa pengecatan dengan cat kayu.

Lamanya proses finishing ukir gebyok lengkap tergantung jenis motifnya. Jika dekorasi gebyok ukir motif kudus, antara empat minggu sampai dua bulan. Namun untuk dekorasi gebyok ukir jepara lebih mudah, karena tidak begitu rumit motifnya, hanya memakan waktu dua sampai tiga minggu saja.

Gebyok kudus dan jepara dari styrofoam kini mulai dimanfaatkan warga dan para wedding organizer untuk dekorasi dan interior rumah. Berbagai pesanan limbah styrofoam milik Muslimin banyak juga dipesan backdrop studio televisi, backdrop panggung event tertentu atau stand pameran.

Muslimin mematok harga satu gebyok tiga hingga Sepuluh Juta Rupiah, tergantung permintaan motif ukiran Kudus, Jepara atau motif lainnya. Muslimin mengaku pemanfatan limbah ini tak disangka bisa bernilai ekonomis tinggi dan memiliki potensi bisnis menjanjikan bernilai jutaan Rupiah.

SOP BUNTUT BUMBU CENGKEH KHAS KENDAL


Jika Anda penggemar masakan dengan bumbu rempah-rempah asli Indonesia, Anda bisa mencicipi menu yang satu ini. Sop. Masakan tersebut mempunyai rasa pedas dan wangi cengkeh yang bisa menambah nafsu makan. Sop buntut bumbu cengkeh ini, juga menggunakan buntut atau ekor sapi pilihan dari wilayah Sukorejo Kendal yang selama ini dikenal sebagai produsen sapi berkualitas.

Sop buntut ini disajikan salah warung makan di Jalan Pantura Jambearum Kendal. Berbeda dengan sop buntut lainnya, Kuah sop yang dicampur dengan rempah-rempah seperti pala dan cengkeh, bisa menambah nafsu makan dan menyegarkan tenggorokan.

Resep khusus ini diakui pemilik warung makan, Suwignyo sudah ada sejak puluhan tahun dan menjadi andalan warung makannya. Bumbu-bumbu pilihan dan rempah-rempah asli Indonesia, menjadikan sop buntut lebih nikmat.

Menurut Suwignyo, sehari bisa menyiapkan sepuluh kilogram buntut atau ekor sapi. Sop buntut ini berbeda pasalnya, murni menggunakan daging dari buntut atau ekor sapi. Berbeda dengan sop buntut lainnya yang mencampur dagingnya dengan iga ataupun daging sapi. Tidak hanya itu, buntut atau ekor sapi pilihan saja yang diambil dari wilayah Sukorejo Kendal.

Penyajian sop buntut bumbu cengkeh ini tergolong mudah, ekor sapi dipotong-potong dan direbus hingga lima jam sampai daging empuk. Sedangkan bumbu yang digunakan untuk kuahnya, terdiri dari bawang merah, bawang putih lada dan pala yang telah dihaluskan. Untuk menambah rasa khasnya, ditambahkan cengkeh saat merebus bumbu halus dengan air.

Sop buntut bumbu cengkeh lebih nikmat disajikan dengan irisan wortel dan tomat, serta diberi keripik kentang. Untuk menikmati sop buntut bumbu cengkeh ini, pelanggan hanya merogoh kocek 20 Ribu Rupiah saja untuk 1 porsi.

IKAN PAUS MATI TERDAMPAR DI PANTAI UTARA LAMONGAN



Hewan mamalia laut kembali terdampar di perairan laut Jawa. Kali ini paus seberat 6 kwintal dengan panjang sekitar 4 meter ini, di temukan terdampar di pantai utara, tepat di lokasi terminal perahu nelayan, Desa Kemantren Kecamatan Paciran Lamongan (02/09/2012.)

Mulanya, sejak Jum’at kemarin, mamalia laut ini di temukan nelayan setempat berenang mondar mandir di seputaran pantai. Namun, minggu pagi paus berwarna hitam ini di temukan tewas dalam kondisi luka di bagian perut. Saat di temukan, paus telah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.

Seorang nelayan di bantu petugas security PT Lamongan Intergratet Shorbase (LIS,) mencoba mengevakuasi jasad paus dengan tali dan kayu.

Di duga, paus mati karena disorientasi sistem sonar, akibat banyaknya kapal ramainya, sehingga menyebabkan paus bermigrasi. Jalur migrasi paus ini biasanya di perairan dalam dari Australia, Aamudra Hindia, Laut Timor naik ke Bali hingga ke Sulawesi.

Nelayan setempat mengaku jika beberapa bulan terakhir, paus jenis killer whale sering lalu lalang melewati pantai kemantren. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai sekitar 40 ekor dengan hidup bergerombol. “Kami sering menemukan ikan paus seperti ini bergerombol”, ujar Sarwono, Ketua Rukun Nelayan setempat.

Bangkai ikan paus yang telah di evakuasi kemudian di tarik kembali ke perairan lepas menggunakan kapal layar motor hingga kedalaman 20 sekitar meter.

Sayang, tidak ada ahli mamalia laut yang berada di lokasi untuk mengetahui jenis kelamin paus tersebut.

KERAJINAN TENUN ENCENG GONDOK KEWALAHAN PENUHI PESANAN


Kerajinan tenun enceng gondok kabupaten pekalongan ktersebut memiliki pasar luas di manca negara dan beromset hingga ratusan Juta Rupiah. Para pengrajin mengaku hanya bisa memenuhi 20 persen pesanan.

Kerajinan kreatif dari bahan sederhana enceng gondok tersebut banyak dikerjakan oleh mayoritas warga Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan. Kerajinan yang berawal dari hobi dan coba-coba tersebut, tersebut memiliki banyak peminat terutama untuk pasar manca negara.

Untuk membuat kerajinan ini tidaklah sulit dan bisa dikerjakan dirumah. Perajin mula-mula memilih bahan baku enceng gondok kualitas terbagus dan disobek memanjang kecil-kecil. Enceng gondok yang sudah menjadi helaian tersebut kemudin ditenun dengan alat tenun tradisional, kemudian diikat menggunakan benang.

Dari hasil tenun tersebut, kemudian di lanjut dengan proses pewarnaan dan diberi motif. Produk tersebut kemudian dipaket dan dibungkus dengan plastik dan kardus untuk di kirim ke pemesan.

Dalam satu bulan, para pengrajin di desa pakumbulan sedikitnya membutuhkan 15 ton bahan baku enceng gondok yang saat tersebut didatangkan dari daerah rawa pening salatiga jawa tengah, dan mampu menghasilkan sedikitnya 20 ribu meter hasil tenun enceng gondok.

Hasil kerajinan tenun enceng gondok ini selanjutnya dikirim ke berbagai negara seperti Amerika dan beberapa negara Eropa, serta beberapa negara di Asia seperti Jepang dan Hongkong.

Meski mampu menghasilkan puluhan ribu meter tenun enceng gondok seperti wallpaper, placemate, taplak meja makan dan sebagainya, namun para pengrajin desa tersebut hanya mampyu memenuhi sekitar 20 persen dari pesanan para pedagang mancanegara terutama Hongkong yang saat tersebut merupakan negara terbesar pemasok kerajinan tersebut. Para pengrajin mengaku kewalahan memenuhi pesanan dan omset kerajinan tersebut ktersebut mencapai ratusan juta bahkan miliyaran rupah.

Di sentra industri tenun ini, terdapat ratusan warga yang bergerak menjadi perajin tenun, mulai dari akar wangi, enceng gondok dan beberapa jenis tenun lainnya.