JENANG JAKET OLEH-OLEH KHAS PURWOKERTO

Dodol atau jenang di purwokerto jawa tengah masih menjadi oleh-oleh khas meski sudah berganti zaman. Yang paling terkenal adalah jenang jaket. Nah! jenang jaket ini bukan berarti pakaian tetapi kependekan dari jenang ketan sebagai bahan utama pembuatan jenang. Salah satu alasan tetap disukai adalah karena pengolahannya yang tak pernah berubah, yakni dengan cara tradisonal.

Salah satu warga yang berprofesi sebagai pembuat jenang jaket adalah Sri Salimin warga kelurahan Mersi Purwokerto. Dapur ini tak pernah berhenti beraktifitas selama 24 jam sepanjang tahun. Tak heran, karena jenang ketan yang diproduksinya tersebut tak pernah sepi pembeli. Apalagi, jenang milik Sri Salimin rasanya tak pernah berubah, bukan rahasia karena cara mengolahnya pun tak pernah berubah alias masih memakai cara tradisional atau turun temurun.

Untuk membuatnya, mula-mula santan kelapa dicampur dengan tepung beras ketan dimasak di kuali dengan tungku arang. Terus diaduk selama sekitar satu jam sampai mengental. Setelah itu ditambahkan gula merah hingga warnanya kecoklatan, warna khas jenang. Selain memberi warna, gula memberi cita rasa manis khas jenang. Proses pemasakan berlangsung selama sekitar 2 jam sampai jenang benar-benar matang. Untuk jenang polos bisa langsung diangkat ditiriskan, tetapi jenang ada juga jenang yang dicampur wijen sehingga lebih gurih.

Jenang jaket dibungkus dengan plastik kecil-kecil agar mudah menyantapnya. Setelah itu dibungkus lagi dengan kemasan lebih besar yakni sekitar setengah kilogram. Dua kali pembungkusan ini juga yang mengilhami nama jaket. Bukankan kita juga memakai pakaian sebelum jaket?

Jenang jaket Sri Salimin sudah ada sejak 1985, awalnya orang tua Salimin yang merintis yakni dengan menerima pesanan. Karena banyak pembeli, orang tua salimin memproduksi tiap hari. Kini dalam sehari memproduksi 500 kg jenang atau kalau saat musim liburan dan lebaran bisa mencapai 1 ton jenang per hari.

Jenang jaket dibeli untuk oleh-oleh khas. Jika ada yang berkunjung ke purwokerto dan akan membawa oleh-oleh khas pasti mampir di outlet jenang jaket yang menyatu dengan dapur produksi milik sri salimin ini. Ada juga yang membeli untuk dipaketkan ke teman atau sanak saudara di kota lain.

Harganya memang murah, satu kilogram jenang jaket polos hanya 14 Ribu Rupiah, sementara wijen lebih mahal seribu rupiah alias 15 Ribu Rupiah. Kalau anda kebetulan berkunjung ke kota purwokerto jangan lupa untuk mencicip makanan khas yang bisa didapat di jalan PKK Kelurahan Mersi Purwokerto.

1 comment:

  1. Makin sukses untuk websitenya, kami akan selalu mengikuti dan hadir sebagai sahabat yang baik. Terimakasih banyak, pak/bu

    ReplyDelete