PELUANG USAHA MENGOLAH KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK

Limbah kotoran sapi yang melimpah di pedesaan ternyata dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di pati, jawa tengah, seorang pemuda berhasil mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Kini pupuk organik tersebut telah dipakai para petani holtikutura di berbagai daerah di eks Karesidenan Pati.

Usaha pembuatan pupuk organik yang dirintis Kalimi, warga Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, Pati, Jawa Tengah, ini bermula dari keprihatinan atas banyaknya limbah kotoran ternak di rumah rumah warga.

Sebagai salah satu usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, hampir setiap warga di desa klecoregonang memelihara sapi. Sayangnya, kotoran limbah ternak tersebut banyak dibiarkan pemiliknya terbuang di halaman atau pekarangan rumah sehingga mengganggu lingkungan sekitar.

Dengan bahan baku kotoran sapi yang didapat secara gratis, Kalimi mulai merintis usaha pembuatan pupuk organik. Atas bantuan Dinas Pertanian Dan Peternakan Pati, dia mendapatkan pelatihan untuk memulai usaha pembuatan pupuk organik, termasuk memperoleh kemudahan mendapatkan hasil uji laboratoriun kandungan unsur hara pupuknya untuk didaftarkan sebagai merek dagang.

Hampir semua bahan baku yang dipakai Kalimi merupakan limbah buangan. Selain kotoran ternak sapi, dia juga memakai kotoran ternak kambing serta limbah ampas tetes tebu atau yang biasa disebut blotong.

Limbah kotoran sapi dan blotong dicampur dengan perbandingan enam puluh berbanding empat puluh. Sebagai pengurai digunakan mikro organisme atau bakteri pengurai yang dikembangbiakkan melalui media buah buahan yang membusuk.

Cairan mikro organisme yang telah dikembangbiakkan disemprotkan ke dalam campuran bahan baku. Selanjutnya dalam waktu tiga hingga empat minggu, limbah tersebut telah berubah menjadi pupuk organik yang kaya kandungan hara. Tahap terakhir yakni pengemasan pupuk organik yang telah jadi ke dalam karung ukuran empat puluh kilogram. Setiap hari Kalimi berhasil memproduksi sekitar tiga ratus karung, dengan harga dua puluh empat ribu per karung. Pupuk organik buatan Kalimi ini telah dipakai oleh petani holtikutura di daerah Blora, Rembang, Pati, Jepara dan Demak.

Selain mengembalikan unsur hara tanah, pupuk organik juga bagus untuk tanaman pertanian karena masa suburnya yang panjang hingga beberapa bulan, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimiawi yang harganya mahal.

Berkat usaha yang dirintis Kalimi, limbah kotoran ternak yang melimpah di desa klecoregonang kini bisa dimanfaatkan bahkan memberi penghasilan tambahan bagi pemiliknya. Selain itu, usaha pembuatan pupuk tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja dari desa setempat dan secara tidak langsung juga menumbuhkan ekonomi warga sekitar.



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...