SEDEKAH BUMI, MENGARAK BINATANG DAN MEMASAKNYA HANYA OLEH KAUM PRIA



Berbagai macam tradisi sedekah bumi masih kental melekat di masyarakat indonesia. Di Lamongan Jawa Timur, tradisi sedekah bumi dilakukan dengan mengarak puluhan kambing mengelilingi sebuah makam keramat. Usai di arak, kambing dan sapi di sembelih dan di masak secara masal. Uniknya, proses memasak dalam kuali besar tersebut, dilakukan kaum pria (12/09/2012.)

Sebelum di sembelih dan di masak secara masal, kambing dan dua sapi di arak mengelilingi sebuah makam keramat. Tradisi yang di lakukan warga Desa Dibe Kecamatan Kalitengah Lamongan tersebut, di lestarikan sejak ratusan tahun silam. Bahkan, tradisi seperti ini lebih menarik di banding hari raya idul adha sekalipun.

Usai di arak, kambing dan sapi di bawa ke halaman sebuah makam keramat, Mbok Ayu Roro Bojo untuk di sembelih hingga proses pemotongan dagin. Konon, Mbok Ayu Roro Bojo di percaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Meski prosesi sedekah bumi berada di kompleks makam, namun warga sekitar tidak menganggap sebagai bentuk kemusrikan karena niat mereka melakukan sedekah bumi hanya untuk Tuhan Yang Maha Esa.

Puncak sedekah bumi ini yakni memasak daging kambing dan sapi secara masal di kuali besar dengan tungku sederhana dari batang pohon pisang. Uniknya, proses memasak ini dilakukan khusus kaum laki laki. Pasalnya, konon, kaum perempuan tidak di perbolehkan untuk ikut dalam sedekah bumi ataupun berkunjung ke makam keramat.

Daging daging yang telah di masak di kuali besar, di olah menjadi masakan gulai daging yang telah di campur rempah-rempah khas. Proses pengolahan dari penyembelihan hewan hingga memasak ini membutuhkan waktu sekitar lima jam. “Kita tetap melestarikannya dengan tidak melibatkan kaum perem,puan sama sekali”, ujar Suli, salah seorang juru masak.

Di lokasi yang sama, masakan gulai daging kemudian di makan beramai ramai oleh warga setempat, mulai dari anak kecil hingga dewasa. Ritual tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur warga atas hasil panen yang melimpah. Dengan mengurbankan hewan ternak kepada tuhan yang maha esa, warga berharap tahun depan hasil panen akan semakin lebih baik.

Sedekah bumi ini dilakukan bukan hanya sehari saja, melainkan dua hari. Di hari kedua, warga melaksanakan udik udikan atau menyebarkan uang receh yang telah di kumpulkan dari warga setempat. Udik udikan tersebut sebagai pertanda tolak balak, yang dibagi-bagikan dengan cara di lempar dan diperebutkan warga yang sudah menunggu sejak pagi.

0 comments:

Post a Comment