ES KRIM TERONG, SEGAR MENYEHATKAN

Buah terong, adalah salah satu jenis sayuran kampung yang cukup di kenal masyarakat luas. Namun, tahukah Anda, jika terong ternyata bisa di olah menjadi berbagai jenis camilan yang enak dan menyehatkan, termasuk menjadi bahan utama es krim?

Adalah Diah Prasasti Saptorini beserta sejumlah ibu rumah tangga lainnya di desa Sido Jangkung Kecamatan Menganti kabupaten Gresik Jawa Timur yang sukses memproduksi es krim berbahan terong ungu. Es krim terong produksinya ini, bahkan sering di jadikan sebagai salah satu hidangan spesial pada berbagai acara di Gresik.

Untuk membuat es krim terong, cukup mudah. Mula-mula, terong di kupas potong kecil lalu di rendam dengan air kapur selama 1 jam, agar struktur dagingnya lebih kenyal. Setelah itu, potongan terong di masak hingga matang.

Proses selanjutnya, potongan terong di haluskan lalu di campur kuning telur, susu, white cream dan gula pasir. Campuran ini di aduk hingga rata. Adonan es krim kemudian di masukkan dalam wadah dan di dinginkan di lemari es agar terasa segar. Es krim terong pun, siap di sajikan.

Es krim terong, memiliki citarasa khas, yakni manis bercampur sedikit rasa sepah khas terong, yang mampu menghilangkan rasa haus. Di samping itu, harganya cukup murah, yakni hanya 2000 Rupiah perpotong, jauh lebih murah dari harga es krim pada umumnya yang mencapai 4000 Rupiah.

Di samping itu, es krim terong memiliki banyak khasiat di antara lain, menurunkan kolesterol darah, mencegah kanker, hipertensi dan lain sebagainya.

Di samping memproduksi es krim, ibu-ibu rumah tangga ini juga memproduksi aneka jenis camilan lainnya yang semuanya berbahan terong, seperti sari terong, selai, dodol, brownis terong, pudding dan nugget.

Menurut Diah Prasasti Saptorini, ide pemanfaatan terong menjadi aneka camilan ini berawal dari melimpahnya hasil panen terong di wilayahnya saat musim penghujan, yang berdampak pada harga jualnya yang sangat murah. Dengan di olah menjadi berbagai aneka camilan, mampu meningkatkan penghasilan ibu-ibu rumah tangga di desanya.

“Dengan inovasi ini, kami bisa meningkatkan harga jual terong yang saat musim panen sangat murah”, ujar Diah Prasasti Saptorini, penggagas camilan terong.

Selama hampir 1 tahun berjalan, aneka camilan terong ini mulai di kenal masyarakat dan kini menjadi ikon tersendiri di kota gresik. Tanpa kenal lelah, ibu-ibu rumah tangga ini, terus memperkenalkan produknya dengan mengikuti berbagai pameran hingga memenangkan penghargaan tingkatkan Propinsi Jawa Timur.

0 comments:

Post a Comment