JELANG IDHUL ADHA, PERAJIN PISAU GOLOK MENUAI BERKAH

Jelang perayaan Idhul Adha, para perajin pisau golok di Gresik, Jawa Timur, kebanjiran pesanan. Bahkan, pesanan pisau parang dan golok yang biasa digunakan untuk menyembelih dan memotong hewan qurban, meningkat hingga 300 persen di banding hari sebelumnya. Agar tidak mengecewakan para pemesan, para perajin terpaksa menambah jam kerja hingga larut malam (11/10/2012.)

Sejak dua pekan terakhir, pandai besi di Desa Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Gresik, semakin sibuk menyusul naiknya pesanan produk kerajinan mereka hingga mencapai 300 persen lebih.

Jika pada hari biasa, mereka hanya mampu memproduksi sebanyak 10 pisau per hari. Tetapi sejak dua pekan terakhir, meningkat hingga mencapai 30 pisau, perhari.

Berbeda dengan tahun lalu, pesanan terbanyak saat ini adalah jenis golok, parang serta kapak yang biasa digunakan warga untuk menyembelih hewan qurban.

Muhammad Iksan, adalah satu-satunya pandai besi yang hingga kini masih bertahan dengan alat tradisionalnya, terpaksa menambah jam kerja hingga larut malam agar tidak mengecewakan para pemesan.

Untuk menghasilkan pisau berkualitas, perajin hanya menggunakan bahan baku limbah besi baja atau bantalan per kendaraan yang sudah tidak terpakai lagi, sehingga kualitas produknya cukup kuat, tajam dan tidak mudah berkarat.

Para pelanggannya datang dari berbagai wilayah Gresik, dan kota lain sekitarnya seperti Lamongan, Surabaya dan Sidoarjo.

Produk pisau karya perajin di sentra Gresik ini, dijual dengan harga bervariatif, mulai dari 100 Ribu Rupiah, hingga 300 Ribu Rupiah bergantung ukuran parang dan kapak yang dipesan.

0 comments:

Post a Comment