KERAJINAN KACA UKIR YANG EKSOTIS

Kendati persaingan usaha semakain ketat, namun para pengrajin kaca ukir di Situbondo Jawa Timur tetap eksis dan usahanya berkembang cukup pesat. Selain mengedepankan layanan, pengrajin mengaku juga mempertahankan mutu produksinya.

Adalah Totok sugeng hariono 40 tahun,pengrajin kaca ukir di Desa Mojosari,Kecamatan Asembagus Situbondo yang tetap eksis menekuni usahanya sejak lebih dari sepuluh tahun.

Kendati usahanya sempat lesu, Namun dengan keuletannya, usahanya terus berkembang. Bahkan, pengrajin kaca ukir tersebut tetap kokoh berdiri dan usahanya berkembang pesat.

Menurut Totok, pengrajin, strategi yang ia gunakan agar pelanggannya tidak lari. Yakni memberikan layanan baik kepada konsumen seperti pemberian garansi dan mempertahanan kualitas produksi kaca ukirnya seperti memilih bahan baku yang berkualitas tinggi seperti cat dan kaca.

Totok mengaku kendati sempat mengalami lonjakan harga bahan baku. Namun Totok tetap tidak merubah sedikitpun hasil produksinya baik harga, mutu dan layanan.

Sehingga menurut Totok. Ia tak pernah menghadapi masalah seperti di tipu atau kekurangan pelanggan karena Totok terus berkomunikasi dengan pembelinya.

Dibantu 10 pekerjanya. Tiap hari Totok mengaku mampu memproduksi kaca ukir sebanyak lima buah atau identik dengan 16 meter kaca. Ada beberapa jenis produk kaca ukir yang di kerjakan Totok seperti inflay, lengkung, beveler, engraved glass, sand blastet, grafir dan ukir kaca lantai dengan aneka hiasan seperti bunga, binatang dan alam.

Totok menjual kaca ukirnya per meter dengan harga 375 Ribu hingga 400 Ribu rupiah tergantung motif ukirannya. Selain di jual ke Situbondo. Totok melempar kaca ukirnya ke Bali dan Flores.

Untuk membuat satu kaca ukir menurut Totok cukup mudah. Pertama membuat sket obyek, menempelkan obyek yang di gambar di atas kertas ke kaca ukir, mengecat dengan tenik semrpot mesin, dikeringkan ke terik matahari langksh selanjutnya melepas kertas dari kaca. Terakhir hasil ukiran di cuci dengan air.

Totok ingin mengembangkan usahanya. Namun ia mengaku terkendala modal. Tersendatnya pasokan bahan baku kaca dari produsen kaca, juga menjadi kendala karena kerap produksinya selesai di luar batas waktu yang ditentukan.

0 comments:

Post a Comment