SISWA CIPTAKAN TAS AJAIB ANTI BERBAGAI PENYAKIT

Jika anda merasa kurang nyaman dengan beban berat yang ada dalam tas, maka, sekarang tak perlu risau. Pasalnya, 3 orang siswa SMP negeri 01 Gresik Jawa Timur, berhasil merangkai tas ajaib yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, justru dengan memanfaatkan beban berat tas. Ketiga siswa kelas sembilan ini adalah Hayyu Mahabbah, Dita Rizkianabid Serta Ais Amalia (24/10/2012.)

Cara kerja tas ajaib ini, adalah dengan memasang belasan spare part magnet pada bagian belakang tas. Spare part ini, akan tertekan secara otomatis pada punggung saat membawa beban berat dalam tas.

Namun, pemasangan spare part ini tidak sembarangan, karena harus di sesuaikan dengan titik akupuntur agar tekanannya bisa efektif dalam melancarkan darah di bagian punggung. Semakin berat beban bawaan, maka semakin bagus pula efek positif pada tubuh.

Untuk membuat tas ajaib ini sangat mudah. Mula-mula, memotong plastik fiber sesuai ukuran tas. Plastik fiber kemudian di lubangi untuk selanjutkan di pasang spare part. Agar lebih kuat, plastik fiber di lapisi kertas yang telah di lem terlebih dahulu.

Ide awal menciptakan tas ini adalah banyaknya keluhan teman-teman sekolahnya yang merasa terganggu dengan beban berat tas sekolahnya. Saat itulah, ketiga siswa mendapatkan solusi dari perbandingannya dengan sandal refleksi yang banyak di jual di toko.

Menurut para siswa, pijatan refleksi tas ajaib karyanya ini mampu mengobati penyakit yang disebabkan kurang lancarnya peredaran darah, seperti anemia dan lain sebagainya. Semakin sering membawa beban berat dalam tas, maka hasil yang di rasakannya pun semakin baik.

“Efek positif dari tas ini akan terasa dalam waktu 3 hari pemakaian”, ujar Hayyun Mahabbah.

Tas anti penyakit tersebut mampu meraih medali emas dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat Nasional di Banjarmasin September lalu, dengan mengalahkan puluhan nominator lainnya dari seluruh Nusantara.

Pihak sekolah berencana akan memproduksi masal tas ajaib ini, agar bisa di manfaatkan secara luas oleh masyarakat, termasuk mematenkan hasil karya siswanya ini. “Kita saat ini tengah mengurus administrasi hak patennya, sebelum di produksi masal”, kata Arif Wijayati, guru Pembina.

2 comments:

  1. wah...keren...apa ada rencana untuk diperjual belikan?selain menguntungkan bagi pembuat,pembelipun seneng deh...

    ReplyDelete
  2. yang benar Hayyu Mahabbah, Dita Rizkiana, dan Ais Amalia

    ReplyDelete