SISWA SD CIPTAKAN ALAT PENYULING AIR DARI BIJI KELOR

Terinspirasi kesulitan air bersih, siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur berhasil menciptakan alat penyulingan air dengan memanfaatkan biji kelor. Hasil penelitian tersebut, bahkan akan mewakili indonesia dalam festival sains di Korea Selatan, akhir Oktober mendatang (12/10/2012.)

Buah kelor yang banyak tumbuh secara liar, berhasil di manfaatkan seorang siswi Sekolah Dasar Muhammadiyah Gresik Kota Baru (GKB)Kecamatan Manyar, bernama Nurul Ainun Nuha, untuk menjadi bahan utama penyulingan air kotor menjadi air bersih layak konsumsi.

Semula, pembuatan teknologi penjernihan air sederhana ini, terinspirasi krisis air bersih di wilayah Gresik, menyusul musim kemarau panjang.

Untuk memperoleh hasil terbaik, biji kelor di jemur hingga kering, lalu kulitnya di buang untuk kemudian di tumbuk halus, hingga menjadi serbuk. Serbuk inilah yang nantinya di campurkan pada air kotor untuk menghilangkan partikel berbahaya.

Alat penyuling air ini dengan mudah dapat di terapkan masyarakat umum, hanya dengan memanfaatkan galon bekas atau ember, sebagai tempat penampungan air kotor maupun air bersih hasil penyulingan. Di samping itu, perlu tambahan kain tipis serta arang untuk menghilangkan zat-zat berbahaya saat proses penyulingan berlangsung.

Setelah mencampur serbuk kelor pada air kotor, perlu waktu sekitar 1 jam, untuk mengendapkan campuran serbuk kelor. Setelah itu, barulah air di saring dengan kain yang telah di pasang arang di bagian bawahnya.

Menurut Nurul Ainun Nuha, air jernih hasil sulingan biji kelor ini telah di teliti di laboratorium Universitas Negeri Surabaya (Ubaya) dan dinyatakan layak konsumsi. “Air jernih hasil sulingan ini sudah di nyatakan layak konsumsi”, ujar Nuha.

Teknologi tepat guna karya Nuha ini, akan mewakili Indonesia dalam Festival Sains Internasional (World Creativity Sains) di Korea Selatan 25 s/d 28 Oktober 2012 bersama salah seorang siswa dari Kalimantan Timur, setelah menyisihkan 1.200 peserta dari seluruh Indonesia.

Pihak sekolah berharap, karya siswanya ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat umum, karena sangat mudah di terapkan. Apalagi, pohon kelor bisa di budidaya dengan mudah, dan tahan segala jenis cuaca.

1 comment:

  1. saya suka sekali dengan kekreatifan anak bangsa , namun kenapa tidak ada berita di televisi ??? ataupun radio ???
    apakah ini yang dinamakan penjajahan era baru ???ketika ilmu pengetahuan dlarang berkembang ???

    ReplyDelete