This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

OSENG-OSENG KEONG LAUT PENGGOYANG LIDAH YANG NIKMAT

Apa jadinya jika keong laut atau usal yang selama ini tak pernah dimanfaatkan, justru menjadi hidangan istimewa. Mujiyanto, salah satu pemilik warung makan di wilayah pantai Kukup, Gunungkidul, Yogyakarta, justru keong laut yang selama ini jarang di manfaatkan menjadi menu andalan warungnya hingga diminati banyak pelanggan.

Di warung Mujiyanto, Oseng-Oseng Keong Laut Lombok Ijo, menjadi menu istimewa dan menggoyang lidah. Cara pembuatannya pun cukup simpel seperti oseng pada umumnya. Yaitu pertama-tama bawang merah dan bawang putih yang sudah di haluskan di tumis terlebih dahulu, kemudian cabe hijau yang telah di potong dan daun salam, barulah usal atau keong yang sudah di ambil dari cangkang dan telah di rebus terlebih dahulu ini, dan di berikan sedkit garam dan gula kemudian di tumis hingga matang. Keong lombok ijo pun siap di sajikan.

Selain menyuguhkan rasa gurih, pedas dan tidak amis, oseng-oseng keong laut juga diyakini mampu meningkatkan stamina tubuh.

Menurut pemilik warung ide awal menjual oseng usal ini saat pelanggannnya meminta di buatkan oseng dari usal dengan lombok ijo. Sejak saat itu, usal lombok ijo menjadi menu istimewa bagi wisatawan yang datang ke Pantai Kukup. “Awalnya hanya permintaan sejumlah pelanggan saja. Tapi saat ini sudah banyak yang menyukainya”, ujar Mujiyanto.

Jika hari libur, dalam sehari ia mampu menghabiskan 5 kilogram usal, atau keong, namun kendala yang di hadapi adalah saat air laut pasang, bahan baku usal ini sangat sulit untuk di cari. Untuk harga per porsi beserta nasi, anda hanya cukup merogoh gocek 12 ribu rupiah, anda sudah bisa menikmati oseng usal lombok ijo yang menggoyang lidah.

RITUAL JAMASAN RIBUAN KOLEKSI BENDA PUSAKA

Pada zamannya, keris merupakan simbol kekerasan dan kekuasaan bahkan. Namun, kesan tersebut, hilang saat menyaksikan 1.150 koleksi keris pusaka milik Mbah Slamet Supriyanto, warga Jalan Raya Belitung No.10 Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), kecamatan kebomas. Bahkan, kesan mistik yang selama ini identik dengan keris pusaka sekalipun, juga tidak tampak.

Setiap hari Selasa Kliwon pada bulan Suro Kalender Jawa atau Bulan Muharam untuk kalender Hijriyah, Mbah Slamet selalu menggelar tradisi jamasan atau mencuci seribu lebih keris pusaka koleksinya (27/11/2012.)

Sebagai kolektor keris pusaka, Mbah Slamet selalu berupaya menjaga kondisi keris-kerisnya agar tetap dalam kondisi bagus. Hasilnya, justru keindahan seni keris terpancar begitu kuat dan tak kalah menarik dengan seni lukis maupun seni tarik suara sekalipun.

Sesuai tradisi jamasan yang di warisinya, Mbah Slamet menggunakan air dari tujuh sumber mata air yang telah di taMbahkan aneka jenis bunga untuk menambah aroma wewangian.

Sebelum prosesi jamasan di mulai, seluruh anggota keluarga menggelar doa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tradisi jamasan keris berjalan lancar. Usai doa, satu-persatu keris di keluarkan untuk di jamas.

Sejak masa muda, Slamet Supriyanto sudah gemar mengkoleksi benda pusaka. Dirumahnya, tersimpan benda pusaka seperti keris, tombak, pedang maupun kapak budho, termasuk koleksi tertua dari zaman Singosari dan Tartar.

Menurut Mbah Slamet, tradisi jamasan adalah salah satu rangkaian perawatan keris untuk meneliti ulang kondisi keris agar seperti kondisi sedia kala. Di samping itu, merupakan tradisi yang seyogyanya di lakukan oleh setiap pemilik benda pusaka agar pamornya tetap terjaga.

“Ini adalah bagian dari tradisi untuk menjaga kondisi keris serta pamornya agar terjaga seperti sedia kala”, ujarnya.

Untuk bisa mengkoleksi keris sebanyak ini, Mbah Slamet kerap berpetualang ke berbagai daerah untuk berburu keris pusaka. Kendati demikian, tidak seluruhnya koleksi yang dimiliki merupakan hasil pembelian dari orang lain. Ada juga pemilik keris yang memberikan secara cuma-cuma agar dirawat dengan baik.

Ada beberapa pusaka yang paling disenangi oleh Mbah Slamet, yakni pusaka Kanjeng Kiai Bledeg, Kiai Setan Kober, Kiai Topek dan Tombak Kiai Robyong di era Sunan Giri pada abad 15 Masehi.

Bagi Mbah Slamet, memiliki keris pusaka bukan saja sekedar hobi belaka. Tapi lebih dari itu, adalah cerminan kecintaannya pada warisan budaya bangsa.

GUSTAVO LOPEZ KEMBALI PERKUAT PERSELA, 2 PEMAIN ASING ANGKAT KOPER

Setelah mencapai kesepakatan kembai bergabung dengan Persela, pemain asal Argentina Gustavo Lopez mulai menjalani latihan perdana bersama para pemain Laskar Joko Tingkir lainnya, di stadion surajaya lamongan, Senin sore (26/11.) Bahkan, hadirnya Gustavo membuat tribun stadion di penuhi para suporter Persela LA Mania.

Gustavo menjadi pemain asing ke empat yang sepakat bergabung kembali dengan Persela, setelah sebelumnya menejemen Persela menuntaskan kesepakatan dengan tiga pemain asing lainnya, yakni Roman Goliant, Mario Costas dan pemain asal Korea Selatan In Kyun Oh.

Meski kondisi belum fit, namun pemain berusia 28 tahun tersebut mampu melahap semua program latihan yang di terapkan pelatih Persela, Gomes De Oliviera.

Pelatih Gomes mengaku senang dengan kehadiran Gustavo. Hadirnya Gustavo ini mampu memberikan semangat bagi para pemain lainnya dan mampu meningkatkan irama pola permainan yang di terapkan dalam latihan. “saya senang, Karena ada semangat baru dalam latihan pemain sore ini”, ujarnya.

Di sisi lain, latihan perdana Gustavo Lopez memakan korban yakni di depaknya pemain asal Iran berposisi sebagai stopper, Vali Korsandi, meski mantan pemain Masjed Soleyman kompetisi Iran tersebut hanya mengikuti latihan dua kali pertemuan.

Sebelumnya, Persela juga telah mencoret mantan pemain Persidafon Dafonsoro, Marcelo Cirelli dari proses seleksi.

LOMBA DESAIN BATIK KHAS GRESIK, DI IKUTI RIBUAN PESERTA

Batik telah ditetapkan Unesco sebagai budaya asli Indonesia. Namun, batik khas belum banyak dimiliki beberapa daerah. Karena itu, Dewan Kerajinan Nasional Kabupaten Gresik Jawa Timur, menggelar lomba desain batik etnik yang di ikuti ribuan orang (24/11/2012.)

Ribuan pelajar dan masyarakat kota Gresik Jawa Timur, cukup antusias dalam mengikuti lomba desain batik khas Gresik, yang di gelar Dewan Kerajinan Nasional setempat di Pendopo Bupati. Selain bertujuan menggali potensi batik khas, kegiatan ini menjadi bagian pembelajarkan dalam mengembangkan seni batik tradisional.

Ada dua kategori dalam lomba desain batik ini, yakni kategori umum dan kategori pelajar. Untuk kategori pelajar, di ikuti sekitar dua ribu pelajar dari sejumlah sekolah di Gresik.

Meski hanya di beri kesempatan 3 jam, namun para desainer muda ini cukup kreatif dalam menuangkan ikon-ikon kota Gresik dalam goresan tinta batik.

Ada banyak motif yang selama ini menjadi ciri khas kota Gresik untuk dijadikan sebagai motif desain batiknya, seperti gapura makam sunan giri, pudak, ikan bandeng, kerang simping, guci betoyo dan lain sebagainya.

Bupati Sambari Halim Radianto dalam sambutannya mengatakan, bahwa, sejak Batik di tetapkannya sebagai warisan budaya oleh UNESCO, maka para pengrajin atau pengusaha mulai menggeliat untuk bangkit kembali. “Daerah-daerah penghasil batik yang dulu sempat gulung tikar, kini mulai bergairah kembali. Dan kini giliran Kabupaten Gresik mencoba menggali potensi daerah melalui lomba desain batik,”ungkapnya.

Sejauh ini, kota Gresik belum memiliki batik khas. Motif batik yang selama ini beredar, seperti batik dulit, batik sisik bandeng, belum di akui masyarakat sebagai batik khas Gresik.

Dengan lomba desain batik motif etnik ini, di harapkan muncul, motif-motif baru yang bisa mewakili kota Gresik dalam dunia batik. Bahkan, batik etnik Gresik tersebut, nantinya akan di promosikan hingga ke luar negeri.

MINIATUR GERBONG MAUT, SOUVENIR UNIK YANG LARIS MANIS

Frans Subiakto (48 th) warga Kelurahan Tamansari Kecamatan Kota, Bondowoso Jawa Timur, seorang perajin furniture berhasil membuat miniatur gerbong kereta api dari bahan dasar kayu dan kertas karton. Selain unik dengan detail yang menarik, miniatur gerbong kereta api ini juga disukai masyarakat, Karena mengandung unsur sejarah yang erat kaitannya dengan kota Bondowoso.

Ide membuat miniatur gerbong kereta api ini bermula dari permintaan sejumlah. Frans kemudian memilih gerbong kereta api tahun 1940-an, di era Belanda menjajah Indonesia. Selain itu, Frans juga mendapat inspirasi dari peristiwa gerbong maut yang menjadi ikon kota Bondowoso. Saat itu, banyak pejuang disandera dan dimasukkan ke gerbong kereta milik Belanda, hingga tewas karena kelaparan dan hanya beberapa orang yang bisa bertahan hidup.

Selain unik, miniatur gerbong maut ini ternyata disukai masyarakat. Miniatur gerbong ini menjadi kenangan tersendiri bagi pelanggan karena pernah memanfaatkan jasa kereta api.

Kini produksi kerajinan Frans berlipat, karena banyaknya pesanan. Dalam dua bulan misalnya, harus menyediakan tiga ratus buah gerbong kereta api. Untuk itu, Frans tak tanggung-tanggung merogoh modal hingga 15 Juta Rupiah. “Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat bagus”, ujarnya.

Dalam satu hari, Frans bersama tiga karyawannya mampu membuat 25 buah gerbong kereta api. Satu buah miniatur gerbong kereta dijual beragam, antara 150 ribu rupiah hingga 800 ribu rupiah, tergantung besar kecil dan kerumitan permintaan desain.

Perajin ini membuat miniatur gerbong kereta api dari bahan dasar kayu, kertas karton dan kawat. Proses pembuatannya, mula-mula kayu dipotong sesuai ukuran papan, rel, roda, dan casis. Jika gerbong sudah terbentuk, kemudian dicat hitam sebelum memasuki proses finishing.

DONGKRAK PENJUALAN DENGAN KERAJINAN BATIK KERAMIK

Sejak dua tahun ini, sejumlah perajin keramik asal Desa Pagerjurang, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah terus melakukan inovasi baru dengan membuat keramik motif batik, untuk mendongkrak penjualan akibat lesunya pasar. Kerajinan keramik yang hanya terbuat dari tanah liat disulap menjadi kerajinan yang lebih mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Corak batik yang biasa di tuangkan media lembaran kain, kini dikembangkan dalam kerajinan keramik tanah liat. Berbagai corak dan jenis keramik indah pun tertuang dalam sejumlah hiasan. Mulai dari yang bermotif bunga, tokoh pewayangan hingga ukiran batik menjadi hiasan unik dari kerajinan keramik.

Selain untuk mengembangkan budaya, kerajinan batik keramik ini merupakan salah satu ivonasi baru untuk memberikan corak dan warna yang berbeda dari kerajinan keramik tradisional yang kian mengalami keterpurukan.

Sayangnya, meski sudah berproduksi, namun banyak diantara para pengrajin ini sering terkendala pemasaran dalam produksnya. Ketiadaan anggaran untuk promosi sekaligus keberpihakan pemerintah menjadi masalah klasik para perajin di desa Kerami Bayat ini.

Kendalanya pemasaran dan minimnya permodalan, mengancam eksistensi perajin. Karena itu, pengrajin berharap pemerintah memperhatikan perajin keramik agar tetap hidup dan karyanya semakin memperoleh penghargaan masyarakat.

ENERGI LISTRIK TENAGA KULIT DURIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Gresik Jawa timur, berhasil menciptakan sumber pembangkit tenaga listrik, berbahan kulit durian yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ide membuat sumber pembangkit listrik ramah lingkungan tersebut, berawal dari keprihatinan para siswa atas banyaknya sampah kulit durian di sekitar lingkungan mereka (22/11/2012).

Sumber pembangkit listrik berbahan baku kulit durian tersebut, merupakan hasil inovasi yang dikembangkan, siswa-siswi Jurusan Kimia Industri SMK Negeri 01 Cerme, Gresik. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah ditemui di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, diantaranya bateri bekas dan kulit durian.

Pembangkit listrik ramah lingkungan, karya para siswa SMK ini, bisa bertahan selama hampir dua bulan, yang kualitasnya tidak kalah dibandingkan produk industri.

Meskipun memanfaatkan limbah, atau barang bekas, tetapi energi baterai berbahan kulit durian ini, bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya untuk sumber tenaga jam dinding, lampu led dan radio.

Menurut para siswa, kulit durian memiliki kandungan, magnesium, natrium dan zat besi lainnya, yang dapat menghasilkan arus listrik.

Energi listrik ramah lingkungan ini, berawal dari keprihatinannya para siswa, terhadap gunungan kulit durian, yang mengotori lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Proses pembuatan energi listrik alternatif ini, terbilang cukup sederhana. Diawali dengan membuka tutup bateri, dan mengeluarkan seluruh isi cairan karbon di dalamnya. Setelah tabung baterai kosong, dilakukan pengisian kulit durian, yang telah dilembutkan, kemudian ditutup kembali hingga rapat agar tidak terjadi kebocoran. Namun, sebelum ditutup, baterei harus dilapisi dengan kertas karton, agar ion positif tidak bersentuhan dengan ion negatif.

Setelah baterai durian tertutup rapat, dilakukan pengujian tegangan, dengan menggunakan avo meter. Pengujian ini hanya mengukur kuat arus dan beda potensial atau tegangan listrik.

Bateri durian ini, bisa digunakan untuk menyalakan lampu, jam dinding, radio dan banyak kebutuhan rumah tangga lain, yang membutuhkan listrik dari baterai. “Meski energi listrik yang di hasilkannya tergolong arus lemah, tapi bias di manfaatkan untuk banyak keperluan sehari-hari”, ujar Andi Bagus, salah seorang siswa pencetus ide energi alternatif ini.

Pihak sekolah akan mendorong siswa siswi, untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan temuannya, agar bisa dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat luas.

Temuan siswa SMK ini, mampu merebut juara kedua tingkat Nasional, Lomba Karya Ilmiah Pelajar yang digelar Kementerian Pendidikan Nasional.

JAJE ALEM RASA GULA AREN KHAS BALI YANG NIKMAT

Jaje alem adalah salah satu camilan khas Bali memiliki citarasa gula aren yang manis bercampur aroma daun pisang sehingga memiliki citarasa tersendiri yang alami. Hingga kini jajanan khas Bali tersebut sering menjadi pelengkap secangkir kopi dan teh sehingga rasanya sangat mantap.

Jaje alem memiliki bentuk yang unik, yaitu bulat memanjang yang dibungkus dengan daun pisang. Salah satu panganan khas Bali tersebut memiliki rasa gula aren yang manis bercampur dengan rasa daun pisang. Terasa kenyal bila dikunyah sehingga sangat cocok bila ditemani dengan secangkir teh atau kopi.

Cara pembuatan jajan tradisional bali ini tidak terlalu rumit dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat, yaitu tepung kanji, tepung ketan, gula aren,dan sedikit garam. Proses pembuatannya pun sangat mudah, pertama tepung kanji dan tepung ketan diulek, kemudian dituangkan gula merah sampai cair.

Nah setelah halus, adonan dimasukan kedalam plongsong daun pisang yang sudah dibentuk dan selanjutnya dikukus sampai matang. Dengan waktu kurang lebih setengah jam,jaje alem sudah jadi dan siap dihidangkan.

Hanya yang perlu sedikit diperhatikan yaitu plonsong daun pisang tidak boleh bocor, supaya tidak rugi kalau sampai bocor nanti isinya akan kosong.

Jaje alem ini biasanya dibuat saat ada upacara adat, maupun konsumsi pribadi. Nah! apabila tertarik, Anda bisa mencoba membuatnya dirumah, karena caranya sangat sederhana dan mudah.

MENIKMATI KEINDAHAN AIR TERJUN TINGKAT TUJUH DI LERENG GUNUNG UNGARAN

Menikmati segarnya alam pegunungan dengan derasnya air terjun, sangat cocok untuk mengisi waktu berlibur. Air terjun Bidadari di lereng Gunung Ungaran Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang misalnya, layak masuk dalam agenda liburan Anda.

Suasana pedesaan yang khas dan alami langsung menyergap mata begitu Anda tiba di kawasan air terjun Bidadari. Sungai ber-arus deras, jembatan bambu dan areal persawahan hijau bertingkat, menjadi panorama pertama yang bisa Anda nikmati.

Hanya beberapa ratus meter saja Anda berjalan, air terjun bertingkat tujuh sudah ada di depan mata. Air terjun Bidadari tersebut sangat eksotis. Airnya mengalir deras menyusuri tebing-tebing batu sebelum akhirnya jatuh membentuk embung yang cukup dalam.

Para wisatawan bisa mendekati air terjun hingga persis di bawahnya. Bahakn, bisa mandi di kucuran air yang berada di tepian air terjun atau menceburkan diri ke dalam embung. Tentu saja harus hati-hati, karena di beberapa bagian batuan agak licin. Embung juga memiliki kedalaman hingga empat meter. Jadi pastikan Anda bisa berenang jika ingin menceburkan diri di embung.

Bagi anak-anak, akan lebih nyaman mencebur di aliran sungai kecil dan tidak dalam yang ada di bawah air terjun. Airnya jernih dan membentuk jeram-jeram kecil dan tidak berbahaya, sehingga cukup asyik untuk bermain-main.

Air terjun Bidadari termasuk salah satu tempat wisata baru di lereng gunung Ungaran. Sebelumnya air terjun ini sulit dijamah karena berada di areal terpencil dan jauh dari akses jalan. Sejak dibangunnya akses jalan dari kawasan wisata Bandungan menuju daerah ini, air terjun Bidadari kini menjadi magnet baru. Apalagi air terjun ini letaknya hanya 10 kilometer sebelah barat kawasan wisata Candi Gedongsongo yang sudah dikenal sebagai ikon wisata di kabupaten Semarang.

KALIGRAFI LIMBAH SERBUK KAYU BANYAK DI BURU PEMBELI

Dengan memanfaatkan sedikit keterampilan melukis yang dimilikinya, seorang seniman di Lamongan Jawa Timur, berhasil memanfaatkan limbah serbuk kayu sisa gergajian, sebagai bahan utama kaligrafi. Kini, lukisan kaligrafinya, banyak di buru pembeli (19/11/2012.)

Sama seperti melukis pada umumnya, Mohammad Fauzi Baihaqi, Warga Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Lamongan, hanya bisa membuat kaligrafi saat insting seninya sedang baik. Fauzi membuat kaligrafi dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu gergajian. Uniknya, Fauzi tidak pernah belajar kaligrafi.

Fauzi membuat kaligrafi sejak ramadhan lalu atau sekitar agustus. Hingga saat ini sudah empat kaligrafi dari delapan yang sudah dibeli para peminat.

Untuk membuat lukisan kaligrafi ini cupuk mudah. Mula-mula, serbuk gergaji dicampur bahan lem lalu diaduk-aduk. Selanjutnya di buat sketsa kaligrafi dengan kapur warna di atas tripleks. Serbuk gergaji yang dicampur lem direkatkan pada huruf yang ditulis dari yang paling akhir dan dihaluskan dengan kuas. Setelah itu kaligrafi dikeringkan dan dicat.

Huruf kaligrafi biasanya diberi warna kuning emas dengan latar belakang warna coklat kemerahan agar lebih elegan.

Fauzi memulai usaha ini berawal, saat melihat banyak sisa-sisa serbuk kayu gergajian, tiba-tiba seperti ada dorongan memanfaatkannya untuk kaligrafi. Fauzi pun memulainya dari huruf paling akhir kaligrafi arab yang dibuatnya. Bahkan, Fauzi menuliskannya dari kiri ke kanan, tidak seperti lazimnya menulis tulisan huruf arab dari kanan ke kiri.

Fauzi juga bisa menulis kaligrafi dalam posisi terbalik dan bisa dilihat dari kaca menjadi posisi normal. “Saya tidak pernah belajar menulis indah huruf Arab. Semuanya saya dapatkan secara otodidak”, ujar Fauzi.

Satu kerajinan kaligrafi di jual seharga 2 hingga 3 Juta Rupiah, yang selama ini di beli beberapa peminat asal Lamongan dan Gresik.

Untuk mengembangkan usahanya, Fauzi masih membutuhkan uluran tangan Pemerintah, untuk membantu pemasaran serta bantuan permodalan.

MANGUT BELUT, PEDASNYA BIKIN KETAGIHAN

Belut adalah salah satu biota air tawar yang dagingnya gurih, hingga banyak di suka para penikmat kulinher. Ya, hewan air inijuga dikenal mengandung protein tinggi. Di Jalan Sampangan Kota Semarang Jawa Tengah sebuah kedai yang menyajikan belut sebagai hidangan favorit. Dan resepnya pun dengan resep bumbu mangut khas pesisir yang ekstra pedas.

Banyak menu disajikan dalam kedai tersebut. Tapi yang paling khas adalah mangut belut. Ya, hewan air kaya protein tersebut, diproses melalui cara pengasapan sehingga berwarna hitam.

Bumbu mangut khas pesisir sendiri merupakan olahan bumbu rempah dan cabe yang ekstra pedas. Setelah bumbu mendidih dan tercampur, belut-belut besar ini pun dimasukkan. Setelah sekitar setengah jam. Mangut belut pun dihidangkan.

Bagi penggemar kuliner, mangut belut sampangan ini sudah akrab di telinga dan tenmtu juga di lidah. Citarasa bumbu rempah tradisional dan pedasnya cabe, dipadu dengan aroma belut yang sudah diasap, benar-benar menggugah selera.

Harga mangut belut ini cukup terjangkau. Cukup dengan merogoh kocek Lima Belas Ribu Rupiah, Anda sudah bisa menyantap se porsi mangut belut dengan potongan yang besar, sepiring nasi, serta segelas minum sesuai selera Anda.

LUCUNYA PAMERAN SATWA LANGKA PIARAAN SISWA

Suasana berbeda tampak di halaman SMA Negeri 01 Kebomas, Gresik Jawa timur. Ratusan siswa tampak riang gembira melihat aneka jenis satwa piaraan teman-temannya sendiri yang di pamerkan dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional (17/12/2012.)

Beberapa jenis satwa yang di pamerkan antara lain, kucing, burung, iguana, anjing, hamster, musang serta ular yang selama ini jarang mereka temukan berkembangbiak di alam terbuka.

Sejumlah siswa bahkan mengabadikan kegiatan ini sambil berfoto dengan binatang yang dalam pandangan mereka cukup menakutkan dan menjijikkan, seperti ular dan lain sebagainya. “Awalnya, saya merasa takut, tapi sekarang merasa akrab”, ujar Puteri, salah seorang siswi.

Sejumlah siswa yang memamerkan binatang piaraannya tidak saja sekedar mempertontonkannay saja pada temannya. Melainkan juga menerangkan cara pemeliharaannya serta cara bergaul yang baik dengan satwa-satwa yang selama ini di kenal berbahaya.

Wisnu, salah seorang siswa pecinta ular, membawa belasan ular berbagai jenis, baik yang memiliki bisa berbahaya maupun yang jinak. Menurut Wisnu, hobi memelihara ular, sudah di tekuninya sejak kecil dan kini, Wisnu merasa lebih akrab dengan ular. “Ular-ular ini sudah menjadi teman keseharian saya”, katanya.

Pihak sekolah sengaja menggelar kegiatan ini, agar para siswa bisa kenal aneka jenis satwa langka secara langsung yang selama ini hanya mereka kenal dari buku pelajaran saja. Di samping itu, kegiatan ini menjadi kampanye peduli satwa untuk menjaga kesimbangan ekosistem.

SENI GURIAN, KESENIAN JAMAN PAJAJARAN YANG NYARIS PUNAH

Khasanah budaya sunda memang tak ada habisnya. Namun keberadaannya kini cukup memprihatinkan karena sulit mencari penerus. Salah satunya adalah seni Gurian.

Seni Gurian merupakan peninggalan ki sunda pada jaman Kerajaan Pajajaran ini, pada awalnya hanya menyuguhkan alat gamelan dasar yang konon katanya merupakan ungkapan rasa atau perasaan Prabu Siliwangi terhadap derap masyarakat dalam membangun kehidupan bersama.

Gurian pada awalnya hanya terdiri dari kecapi dan suling saja, namun seiring dengan perkembangan zaman, seni ini ditambahkan gendang dan bahkan alat musik modern seperti keyboard.

Lantunan bait apik Sinden memberi kesan tersendiri bagi penikmatnya, apalagi saat diselingi tabuhan khas alat musik kecapi dan suling.

Sajian seni Gurian semakin apik saat sinden yang juga penari menyuguhkan lenggok jaipong, saking menjiwainya, seorang pensinden bahkan mengalami histeria atau kesurupan.suguhan semakin lengkap saat para penikmat ikut berjoget tak ubahnya seni jaipong maupun tayub.

Sayangnya seni peninggalan budaya bangsa ini tak banyak diketahui masyarakat, bahkan keberadaanya kini semakin hilang karena sulit mencari penerus.

LEZATNYA SATE DAN TONGSENG TORPEDO KAMBING UNTUK KEBUGARAN

Sebagian besar masyarakat jarang mengkonsumsi torpedo (alat kelamin) kambing. Namun, tak sedikit pula warga yang percaya, bahwa torpedo mempunyai khasiat yang banyak di idamkan kaum pria, setelah diolah menjadi makanan, berupa sate maupun tongseng. Torpeda kambing, di percaya mampu meningkatkan vitalitas.

Salah satu warung makan yang menjual sate dan tongseng torpedo kambing adalah warung milik Riyanti Ningsih di kawasan Condongcatur, Depok, Sleman - DIY.

Cara memasak sate maupun tongseng terpedo ini, tidak terlalu sulit. Pembuatan sate ini pun cukup mudah, seperti pembuatan sate pada umumnya . Pertama-tama, torpedo kambing di potong kotak-kotak dan di tusuk, layaknya membuat sate. Kemudian sate torpedo dimasukkan dalam bumbu cair dan di bakar setengah matang. Dalam kondisi setengah matang ini, sate diangkat dan kembali di masukkan ke dalam bumbu lagi, agar bumbu meresap dan di bakar hingga matang.

Sedangkan untuk tongseng torpedo, pembuatannya cukup sederhana, yaitu, torpedo di potong potong seperti saat memotong pada sate, kemudian di di masukkan dalam wajan yang sudah berisi berbagai bumbu. Untuk tongseng terpedo kambing ini, memakai bumbu mrica, bawang merah, bawang putih, garam yang di haluskan. Kemudian campuran bumbu dan potongan terpedo dimasak dan di aduk hingga rata dan meresap.

Setelah bercampur dan meresap, kemudian di tambah kuah gulai dan di berikan sedikit kecap, untuk menambah rasa yang lebih nikmat. Tongseng torpedo pun siap untuk di sajikan.

Menurut pemilik warung, penjualan sate dan tongseng torpedo bermula karena banyaknya pelanggan yang menanyakannya. Para pelanggan sangat percaya dengan khasiat terpedo yang dapat menambah kebugaran dan vitalitas. “Banyak sekali yang meminta saya menjual sate torpedo. Ya saya turuti aja”, ujar Riyanti Ningsih.

Bagi penikmat tongseng dan sate torpedo kambing ini, mereka sering mengkonsumsi makanan tersebut, karena, percaya akan manfaat yang dirasakan. Sate maupun tongseng topedo ini di yakini menambah stamina dan vitalitas.

Untuk dapat mengkonsumsi sate maupun tongseng torpedo kambing, para pelanggan hanya mengeluarkan kocek 11 Ribu Rupiah untuk setiap porsinya. Dengan harga yang terjangkau, para pelanggan sudah dapat menikmati lezatnya sate dan tongseng torpedo kambing tersebut.

SISWA SMP CIPTAKAN ALAT UKUR TINGGI BADAN DIGITAL

Sebagian siswa mungkin merasa jenuh saat mengikuti pelajaran fisika, karena rumus-rumusnya tergolong rumit dengan manfaat yang belum di ketahuinya. Namun, tidak demikian bagi 2 orang siswa SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru Kecamatan Manyar Kabupetan Gresik Jawa timur, bernama Muhammad Wicaksono dan Shiddiqi, yang berhasil menerapkan rumus-rumus fisika dalam menciptakan alat ukur tinggi badan otomatis 15/12/2012.)

Rumus fisika yang membosankan tanpa tahu kegunaannya, ternyata sangat bermanfaat ketika di gunakan sebagai bagian dari sistem ultrasonic yang di padu dengan alat mikro kontroller.

Dengan alat ini, seseorang bisa mengetahui tinggi badannya tanpa harus di bantu orang lain, sehingga membutuhkan waktu lebih cepat dengan hasil akurat.

Untuk menciptakan alat ukur tinggi badan otomatis ini tidaklah terlalu sulit, beberapa peralatan yang harus disiapkan antara lain sensor ultrasonic sebagai pengukur tinggi badan, lalu layar LCD mini untuk mengetahui hasil final di tambah board arduino untuk stasiun perakit komponen serta baterai 9 volt sebagai sumber energi.

Sistem kerja alat ini bekerja saat ada benda di bawah terdeteksi sensor yang sengaja di pasang di atas ketinggian 2 meter. Nah! Selisih ketinggian antara sensor dengan benda di bawahnya tersebut, merupakan tinggi dari benda tersebut.

Menurut Muhammad Wicaksono, ide awal membuat alat sederhana seharga tak lebih dari 300 Ribu Rupiah tersebut, berawal saat wicaksono mengukur tinggi badannya, saat itu, tidak ada teman yang bisa membantunya mengukur. “Karena ribet untuk sekedar mengukur tinggi badan, saat itu saya berpikir untuk menemukan alat ini” ujarnya.

Pihak sekolah berencana akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain yang membutuhkan data tinggi badan, seperti kepolisian, rumah sakit dan lain sebagainya agar bisa menghemat waktu dan tenaga.

SUKSES DENGAN BUDIDAYA BUAH NAGA DIPEKARANGAN RUMAH

Sebagian orang menanam pohon dipekarangan rumah, hanyalah untuk untuk tujuan penghijauan saja. Namun tidak demikian bagi Sukirman, warga desa gembong kecamatan gembong, kabupaten pati, jawa tengah yang menanam buah naga dipekarangan belakang rumahnya, karena ia bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Dalam setahun dia bisa mendapatkan penghasilan belasan juta dari penjualan buah naga tersebut.

Berawal dari coba-coba, Sukirman membudidayakan tanaman asal Meksiko tersebut dirumahnya, Sukirman mulai mengembangkan secara serius tanaman buah naga di pekarangan belakang rumahnya yang berada di lereng Pegunungan Muria.

Ternyata upaya Sukirman berbuah manis. Tanaman buah naga yang dikembangkannya tumbuh dengan baik dan berbuah. Dalam setahun sedikitnya dia mampu memanen buah naga sebanyak dua kali dengan harga buah tiga belas ribu sampai tujuh belas ribu per kilogramnya.

Dalam hal perawatan, ternyata tanaman ini juga mudah. Bibit dapat diperoleh dari batang tanaman yang sudah dewasa. Selanjutnya untuk pemupukan hanya memerlukan pupuk kandang dan sedikit pupuk kimiawi seperti tsp dan urea. Selanjutnya pemeliharaan rutin hanya dengan menyiangi tanaman gulma yang tumbuh di sekitar pohon.

Untuk pemasaran biasanya selain memenuhi pasar lokal Pati dan sekitarnya juga dikirim ke Semarang, Surabaya dan Jakarta. “Sementara ini, pemasaran masih terbatas”, ujar Sukirman.

Setelah berjalan tiga tahun, Sukirman kini telah menikmati hasil budidaya buah naga miliknya. Bahkan, keberhasilannya juga telah menginspirasi warga lain untuk ikut mengembangkan tanaman buah naga. Dan kini produk buah naga pun menjadi salah satu produk unggulan dari desa Gembong.

MARIO COSTAS KEMBALI PERKUAT PERSELA

Satu persatu para pemain inti, kembali memperkuat Persela Lamongan. Setelah pemain asal Slovakia, Roman Goliant, kini Mario Costas top skor Persela sekaligus top skor ke-3 ISL, menyusul kembali memperkuat Laskar Joko Tingkir (06/11/2012.)

Top skor ke-3 ISL sekaligus top skor Persela dengan mengemas 22 gol pada ISL musim lalu, menjadi bagian penting di tim asal Lamongan di lini depan.

Bergabungnya pemain 31 tahun ini, menampik isu kepindahannya dari Persela, mengikuti jejak Gustavo Lopez yang telah hijrah ke tim ibu kota Persija Jakarta. Selain itu, kiper Khoirul Huda dan Jimmy Suparno juga terlebih dahulu bergabung.

Sementara, dua pekan menjalani latihan, Persela Lamongan kebanjiran sejumlah pemain seleksi. Diantaranya Jayusman Triasdi (mantan pemain Persisam Samarinda,) Erik Setiawan (mantan pemain Pelita Jaya Karawang,) Arif Kurniawan, (mantan pemain Persiraja Banda Aceh,) Fajar Handika (mantan pemain PSPS Pekanbaru) dan Saiful Lenalusa (mantan bek kiri Persiba Balikpapan.)

Sementara skuad lama yang masih bertahan yakni center bek Marcelo Cirelli dan gelandang asal Korea Selatan, Han Jin Ho.

Sayangnya, pelatih Persela, Gomes Oliviera masih memerlukan waktu untuk melihat kemampuan para pemain seleksi tersebut, sekitar dua hingga tiga hari kedepan. “Saya sangat senang sebagian pilar pemain musim lalu, bisa bergabung kembali”, ujar Gomes.

Saat ini, Persela Lamongan menunggu pemain asal Korea Selatan, In Kyung Oh yang telah sepakat bergabung kembali dengan Laskar Joko Tingkir.

Meskipun begitu, Persela masih membutuhkan empat sampai lima pemain lagi, guna mempersiapkan tim jelang Inter Island Cup 2 Desember mendatang.

HIASAN BUNGA CANTIK DARI LIMBAH POHON PINANG

Selama ini, sampah selalu menjadi masalah lingkungan karena di anggap sebagai sumber penyakit. Namun di tangan Muhammad Noor, Warga Jalan Opak Nomor 5 Kota Malang – Jawa timur, sampah organik dan non organik, diubah menjadi sebuah karya seni bernilai ekonomi tinggi.

Ide awal menggeluti usaha kerajinan bunga dari sampah ini, bermula dari rasa keprihatinan Noor, melihat tumpukan sampah organik dan anorganik di berbagai sudut kota Malang.

rasa cinta lingkungan dan jiwa seni yang diperolah dari orang tuanya, mendorong Noor berkarya dan terus berkarya. Melalui proses jatuh bangun selama 3 tahun, Noor dibantu sejumlah rekannya, menyulap sampah tersebut menjadi barang bermanfaat.

selain pelepah pinang dan palem sebagai bahan dasar pembuatan miniatur bunga, Noor juga memamnfaatkan beragam benda tak terpakai di sekelilngnya, seperti botol air mineral, kaleng minuman soda dan pelepah pohon pisang.

Untuk membuat kerajinan bunga, bahan baku sampah berupa pelepah pohon pinang dan palem, dibersihkan dan potong sesuai pola yang diinginkan.

Satu demi satu, potongan sampah di rekatkan menggunaka lem, agar hasil guntingan pelepah pinang yang berbentuk daun dan bunga tidak berubah bentuk, Noor memanasinya dengan api.

1 buah miniatur pohon ini, dapat ia kerjakan dalam waktu kurang dari 2 jam. Dan dalam sehari Noor mengaku dapat menyelesaikan 4 hingga 5 unit.

Jumlah tersebut berlipat ganda, saat Noor mendapat pesanan dari konsumennya. Jika ini terjadi, Noor meminta bantuan 8 orang rekannya untuk membantu.

1 unit miniatur pohon ini, Noor jual kisaran 15 ribu rupiah hingga 35 ribu rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Kerajinan bunga dari sampah tersebut, hingga kini sudah dipasarkan di sejumlah kota di Jawa Timur.

Selain minimnya modal usaha dan pemasaran, serta tidak adanya lokasi produksi, menjadi kendala utama pengembangan usaha ramah lingkungan ini.

MENIKMATI SENSASI RASA KETUPAT KANDANGAN

Anda ingin merasakan sensasi unik dalam menikmati makanan berbahan dasar ketupat? cobalah menu yang satu ini, namanya ketupat kandangan. Jika didaerah lain menikmati ketupat menggunakan sendok, namun di Banjarmasin Kalimantan Selatan, Ketupat Kandangan disantap menggunakan tangan dan diremas-remas hingga potongan ketupat hancur menyatu dengan kuahnya.

Di warung makan Jalan Cendrawasih Banjarmasin Kalimantan Selatan “Ketupat Kandangan” Hajjah Mursinah berada. Meski lokasinya sangat sederhana dan berada dilingkungan permukiman penduduk, namun pengunjung yang datang ke warung ini cukup ramai. Nama kandangan sendiri adalah sebuah ibu kota kabupaten di Hulu Sungai Selatan.

Diwarung yang sudah berdiri sejak tahun 1983 tersebut, pengunjung bisa merasakan sensasi unik dalam menikmati makanan berkuah ini. Jika umumnya di daerah lain menyantap ketupat biasanya menggunakan sendok, namun tidak demikian halnya dengan ketupat kandangan.

Selain menggunakan tangan, sebelum disantap potongan ketupat yang disajikan terlebih dahulu diremas-remas hingga hancur dan menyatu dengan kuahnya. Bagi penggemar ketupat, cara ini diakui bisa memunculkan citarasa yang lebih nikmat.

Ketupat Kandangan umumnya disajikan dengan lauk ikan Haruan atau ikan Gabus dan telor itik. Sebelum dimasukkan kedalam kuah bersantan kental yang diadon dengan bumbu khas, ikan gabus pilihan yang ukurannya cukup beser ini terlebih dahulu di bakar atau di panggang menggunakan arang. Agar lebih nikmat biasanya dipadukan pula dengan sambal terasi.

Meski warung ketupat kandangan ini sudah cukup dikenal dan banyak peminatnya, namun Mursinah mengaku tidak memiliki resep khusus dan hanya berdasarkan naluri semata.

Resep yang digunakan untuk membuat kuah Ketupat Kandangan, adalah, laos, sereh, bawang merah, bawang putih, cabai merah kering, kemiri, merica, jintan, lengkuas, kunyit, jahe, kayu manis, terasi dan gula merah. Agar ketupat bisa hancur jika diremas, beras yang digunakan adalah beras yang tidak pulen.

Pelanggan yang datang ke warung ini berasal dari berbagai daerah, termasuk sejumlah tokoh nasional di negeri ini. biasanya mereka singgah ke warung ini setelah berwisata ke pasar terapung.

Saking larisnya, warung ketupat yang bukan sejak pukul 7 pagi ini biasanya sudah habis sekitar pukul 10 siang. Setaiap hari pengunjung ramai ke warung ini, terutama hari libur. Sedangkan untuk ketupat rata-rata menghabiskan 18 liter beras. Sedangkan ikan gabus ukuran besar sebanyak 25 ekor.

Untuk satu porsi Ketupat kandangan dipatok antara 17 ribu hingga 10 Ribu Rupiah sesuai dengan lauk ikan yang menjadi menu pilihan.