ENERGI LISTRIK TENAGA KULIT DURIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Gresik Jawa timur, berhasil menciptakan sumber pembangkit tenaga listrik, berbahan kulit durian yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ide membuat sumber pembangkit listrik ramah lingkungan tersebut, berawal dari keprihatinan para siswa atas banyaknya sampah kulit durian di sekitar lingkungan mereka (22/11/2012).

Sumber pembangkit listrik berbahan baku kulit durian tersebut, merupakan hasil inovasi yang dikembangkan, siswa-siswi Jurusan Kimia Industri SMK Negeri 01 Cerme, Gresik. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas yang mudah ditemui di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, diantaranya bateri bekas dan kulit durian.

Pembangkit listrik ramah lingkungan, karya para siswa SMK ini, bisa bertahan selama hampir dua bulan, yang kualitasnya tidak kalah dibandingkan produk industri.

Meskipun memanfaatkan limbah, atau barang bekas, tetapi energi baterai berbahan kulit durian ini, bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya untuk sumber tenaga jam dinding, lampu led dan radio.

Menurut para siswa, kulit durian memiliki kandungan, magnesium, natrium dan zat besi lainnya, yang dapat menghasilkan arus listrik.

Energi listrik ramah lingkungan ini, berawal dari keprihatinannya para siswa, terhadap gunungan kulit durian, yang mengotori lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Proses pembuatan energi listrik alternatif ini, terbilang cukup sederhana. Diawali dengan membuka tutup bateri, dan mengeluarkan seluruh isi cairan karbon di dalamnya. Setelah tabung baterai kosong, dilakukan pengisian kulit durian, yang telah dilembutkan, kemudian ditutup kembali hingga rapat agar tidak terjadi kebocoran. Namun, sebelum ditutup, baterei harus dilapisi dengan kertas karton, agar ion positif tidak bersentuhan dengan ion negatif.

Setelah baterai durian tertutup rapat, dilakukan pengujian tegangan, dengan menggunakan avo meter. Pengujian ini hanya mengukur kuat arus dan beda potensial atau tegangan listrik.

Bateri durian ini, bisa digunakan untuk menyalakan lampu, jam dinding, radio dan banyak kebutuhan rumah tangga lain, yang membutuhkan listrik dari baterai. “Meski energi listrik yang di hasilkannya tergolong arus lemah, tapi bias di manfaatkan untuk banyak keperluan sehari-hari”, ujar Andi Bagus, salah seorang siswa pencetus ide energi alternatif ini.

Pihak sekolah akan mendorong siswa siswi, untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan temuannya, agar bisa dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat luas.

Temuan siswa SMK ini, mampu merebut juara kedua tingkat Nasional, Lomba Karya Ilmiah Pelajar yang digelar Kementerian Pendidikan Nasional.

0 comments:

Post a Comment