KALIGRAFI LIMBAH SERBUK KAYU BANYAK DI BURU PEMBELI

Dengan memanfaatkan sedikit keterampilan melukis yang dimilikinya, seorang seniman di Lamongan Jawa Timur, berhasil memanfaatkan limbah serbuk kayu sisa gergajian, sebagai bahan utama kaligrafi. Kini, lukisan kaligrafinya, banyak di buru pembeli (19/11/2012.)

Sama seperti melukis pada umumnya, Mohammad Fauzi Baihaqi, Warga Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Lamongan, hanya bisa membuat kaligrafi saat insting seninya sedang baik. Fauzi membuat kaligrafi dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu gergajian. Uniknya, Fauzi tidak pernah belajar kaligrafi.

Fauzi membuat kaligrafi sejak ramadhan lalu atau sekitar agustus. Hingga saat ini sudah empat kaligrafi dari delapan yang sudah dibeli para peminat.

Untuk membuat lukisan kaligrafi ini cupuk mudah. Mula-mula, serbuk gergaji dicampur bahan lem lalu diaduk-aduk. Selanjutnya di buat sketsa kaligrafi dengan kapur warna di atas tripleks. Serbuk gergaji yang dicampur lem direkatkan pada huruf yang ditulis dari yang paling akhir dan dihaluskan dengan kuas. Setelah itu kaligrafi dikeringkan dan dicat.

Huruf kaligrafi biasanya diberi warna kuning emas dengan latar belakang warna coklat kemerahan agar lebih elegan.

Fauzi memulai usaha ini berawal, saat melihat banyak sisa-sisa serbuk kayu gergajian, tiba-tiba seperti ada dorongan memanfaatkannya untuk kaligrafi. Fauzi pun memulainya dari huruf paling akhir kaligrafi arab yang dibuatnya. Bahkan, Fauzi menuliskannya dari kiri ke kanan, tidak seperti lazimnya menulis tulisan huruf arab dari kanan ke kiri.

Fauzi juga bisa menulis kaligrafi dalam posisi terbalik dan bisa dilihat dari kaca menjadi posisi normal. “Saya tidak pernah belajar menulis indah huruf Arab. Semuanya saya dapatkan secara otodidak”, ujar Fauzi.

Satu kerajinan kaligrafi di jual seharga 2 hingga 3 Juta Rupiah, yang selama ini di beli beberapa peminat asal Lamongan dan Gresik.

Untuk mengembangkan usahanya, Fauzi masih membutuhkan uluran tangan Pemerintah, untuk membantu pemasaran serta bantuan permodalan.

0 comments:

Post a Comment