LOMBA DESAIN BATIK KHAS GRESIK, DI IKUTI RIBUAN PESERTA

Batik telah ditetapkan Unesco sebagai budaya asli Indonesia. Namun, batik khas belum banyak dimiliki beberapa daerah. Karena itu, Dewan Kerajinan Nasional Kabupaten Gresik Jawa Timur, menggelar lomba desain batik etnik yang di ikuti ribuan orang (24/11/2012.)

Ribuan pelajar dan masyarakat kota Gresik Jawa Timur, cukup antusias dalam mengikuti lomba desain batik khas Gresik, yang di gelar Dewan Kerajinan Nasional setempat di Pendopo Bupati. Selain bertujuan menggali potensi batik khas, kegiatan ini menjadi bagian pembelajarkan dalam mengembangkan seni batik tradisional.

Ada dua kategori dalam lomba desain batik ini, yakni kategori umum dan kategori pelajar. Untuk kategori pelajar, di ikuti sekitar dua ribu pelajar dari sejumlah sekolah di Gresik.

Meski hanya di beri kesempatan 3 jam, namun para desainer muda ini cukup kreatif dalam menuangkan ikon-ikon kota Gresik dalam goresan tinta batik.

Ada banyak motif yang selama ini menjadi ciri khas kota Gresik untuk dijadikan sebagai motif desain batiknya, seperti gapura makam sunan giri, pudak, ikan bandeng, kerang simping, guci betoyo dan lain sebagainya.

Bupati Sambari Halim Radianto dalam sambutannya mengatakan, bahwa, sejak Batik di tetapkannya sebagai warisan budaya oleh UNESCO, maka para pengrajin atau pengusaha mulai menggeliat untuk bangkit kembali. “Daerah-daerah penghasil batik yang dulu sempat gulung tikar, kini mulai bergairah kembali. Dan kini giliran Kabupaten Gresik mencoba menggali potensi daerah melalui lomba desain batik,”ungkapnya.

Sejauh ini, kota Gresik belum memiliki batik khas. Motif batik yang selama ini beredar, seperti batik dulit, batik sisik bandeng, belum di akui masyarakat sebagai batik khas Gresik.

Dengan lomba desain batik motif etnik ini, di harapkan muncul, motif-motif baru yang bisa mewakili kota Gresik dalam dunia batik. Bahkan, batik etnik Gresik tersebut, nantinya akan di promosikan hingga ke luar negeri.

0 comments:

Post a Comment