MINIATUR GERBONG MAUT, SOUVENIR UNIK YANG LARIS MANIS

Frans Subiakto (48 th) warga Kelurahan Tamansari Kecamatan Kota, Bondowoso Jawa Timur, seorang perajin furniture berhasil membuat miniatur gerbong kereta api dari bahan dasar kayu dan kertas karton. Selain unik dengan detail yang menarik, miniatur gerbong kereta api ini juga disukai masyarakat, Karena mengandung unsur sejarah yang erat kaitannya dengan kota Bondowoso.

Ide membuat miniatur gerbong kereta api ini bermula dari permintaan sejumlah. Frans kemudian memilih gerbong kereta api tahun 1940-an, di era Belanda menjajah Indonesia. Selain itu, Frans juga mendapat inspirasi dari peristiwa gerbong maut yang menjadi ikon kota Bondowoso. Saat itu, banyak pejuang disandera dan dimasukkan ke gerbong kereta milik Belanda, hingga tewas karena kelaparan dan hanya beberapa orang yang bisa bertahan hidup.

Selain unik, miniatur gerbong maut ini ternyata disukai masyarakat. Miniatur gerbong ini menjadi kenangan tersendiri bagi pelanggan karena pernah memanfaatkan jasa kereta api.

Kini produksi kerajinan Frans berlipat, karena banyaknya pesanan. Dalam dua bulan misalnya, harus menyediakan tiga ratus buah gerbong kereta api. Untuk itu, Frans tak tanggung-tanggung merogoh modal hingga 15 Juta Rupiah. “Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat bagus”, ujarnya.

Dalam satu hari, Frans bersama tiga karyawannya mampu membuat 25 buah gerbong kereta api. Satu buah miniatur gerbong kereta dijual beragam, antara 150 ribu rupiah hingga 800 ribu rupiah, tergantung besar kecil dan kerumitan permintaan desain.

Perajin ini membuat miniatur gerbong kereta api dari bahan dasar kayu, kertas karton dan kawat. Proses pembuatannya, mula-mula kayu dipotong sesuai ukuran papan, rel, roda, dan casis. Jika gerbong sudah terbentuk, kemudian dicat hitam sebelum memasuki proses finishing.

0 comments:

Post a Comment