RITUAL JAMASAN RIBUAN KOLEKSI BENDA PUSAKA

Pada zamannya, keris merupakan simbol kekerasan dan kekuasaan bahkan. Namun, kesan tersebut, hilang saat menyaksikan 1.150 koleksi keris pusaka milik Mbah Slamet Supriyanto, warga Jalan Raya Belitung No.10 Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), kecamatan kebomas. Bahkan, kesan mistik yang selama ini identik dengan keris pusaka sekalipun, juga tidak tampak.

Setiap hari Selasa Kliwon pada bulan Suro Kalender Jawa atau Bulan Muharam untuk kalender Hijriyah, Mbah Slamet selalu menggelar tradisi jamasan atau mencuci seribu lebih keris pusaka koleksinya (27/11/2012.)

Sebagai kolektor keris pusaka, Mbah Slamet selalu berupaya menjaga kondisi keris-kerisnya agar tetap dalam kondisi bagus. Hasilnya, justru keindahan seni keris terpancar begitu kuat dan tak kalah menarik dengan seni lukis maupun seni tarik suara sekalipun.

Sesuai tradisi jamasan yang di warisinya, Mbah Slamet menggunakan air dari tujuh sumber mata air yang telah di taMbahkan aneka jenis bunga untuk menambah aroma wewangian.

Sebelum prosesi jamasan di mulai, seluruh anggota keluarga menggelar doa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tradisi jamasan keris berjalan lancar. Usai doa, satu-persatu keris di keluarkan untuk di jamas.

Sejak masa muda, Slamet Supriyanto sudah gemar mengkoleksi benda pusaka. Dirumahnya, tersimpan benda pusaka seperti keris, tombak, pedang maupun kapak budho, termasuk koleksi tertua dari zaman Singosari dan Tartar.

Menurut Mbah Slamet, tradisi jamasan adalah salah satu rangkaian perawatan keris untuk meneliti ulang kondisi keris agar seperti kondisi sedia kala. Di samping itu, merupakan tradisi yang seyogyanya di lakukan oleh setiap pemilik benda pusaka agar pamornya tetap terjaga.

“Ini adalah bagian dari tradisi untuk menjaga kondisi keris serta pamornya agar terjaga seperti sedia kala”, ujarnya.

Untuk bisa mengkoleksi keris sebanyak ini, Mbah Slamet kerap berpetualang ke berbagai daerah untuk berburu keris pusaka. Kendati demikian, tidak seluruhnya koleksi yang dimiliki merupakan hasil pembelian dari orang lain. Ada juga pemilik keris yang memberikan secara cuma-cuma agar dirawat dengan baik.

Ada beberapa pusaka yang paling disenangi oleh Mbah Slamet, yakni pusaka Kanjeng Kiai Bledeg, Kiai Setan Kober, Kiai Topek dan Tombak Kiai Robyong di era Sunan Giri pada abad 15 Masehi.

Bagi Mbah Slamet, memiliki keris pusaka bukan saja sekedar hobi belaka. Tapi lebih dari itu, adalah cerminan kecintaannya pada warisan budaya bangsa.



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...