This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

GUNAKAN LAMPU PHOSPHOR, POLISI SIAP AMANKAN TAHUN BARU

Penerangan lampu yang kurang memadai di malam hari, kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas di jalan raya, terutama juga keselamatan personel kepolisian. Karena itu, dalam mengamankan perayaan malam pergantian tahun, seragam dan peralatan personel kepolisian di Gresik Jawa Timur di lengkapi lampu phosphor (30/12/2012.)

Lampu phosphor adalah neon kabel menggunakan teknologi el wire yang bisa di potong dan di bentuk sesuai keinginan. Lampu led yang mampu bertahan selama dua jam inilah yang kemudian di pasang pada helm dan rompi personel kepolisian. Dengan demikian, meski bertugas dalam kegelapan, pengguna jalan bisa melihat aba-aba petugas dalam mengatur arus lalu lintas.

Menurut Kapolres Gresik, AKBP Achmad Ibrahim, penggunaan lampu phosphor baru pertama kali di gunakan petugas kepolisian, dalam menjalankan tugasnya di lapangan. Apalagi, polisi kerap menjadi korban kecelakaan akibat kurangnya penerangan di malam hari. “Inovasi ini kita gunakan untuk keselamatan warga dan petugas sekaligus”, ujar AKBP Achmad Ibrahim.

Tak hanya di pasang pada helm dan rompi, lampu phosphor juga di pasang pada sepeda onthel dan sepeda motor polisi. Bahkan, sebagian dari 429 personel kepolisian gresi yang akan di terjunkan mengamankan tehun baru, juga di lengkapi gelang phosphor.

MENIKMATI KEINDAHAN LERENG GUNUNG KUMITIR DENGAN KERETA LORI

Keindahan panorama lereng gunung Kumitir Di Jember Jawa Timur, sejak lama menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara terutama dari Belanda. Hamparan perkebunan kopi dan dua terowongan warisan Belanda yang menghubungkan Kalibaru Banyuwangi dan Jember, kini bisa dinikmati menggunakan kereta wisata Argo Raung milik PT KAI Daops Sembilan Jember.

Jalur Kalibaru Banyuwangi – Garahan Jember dengan menembus gunung Kumitir melalui dua terowongan, yang salah satunya sepanjang 790 meter itu, memberikan nuasa keindahan tersendiri terutama bagi yang menyukai wisata transportasi dan panorama alam.

Dengan hadirnya kereta wisata milik PT KAI Daops 09 Jember yang diberi nama Argo Raung tersebut, wisatawan bisa menikmati pesona hamparan perkebunan kopi dari ketinggian hampir lima puluh meter dari permukaan tanah.

Di sepanjang jalur, kereta wisata melewati dua terowongan yang dibangun tahun 1910 dan 1923 oleh pemerintah Kolonial Belanda, masing-masing sepanjang 90 meter dan 790 meter. Kereta juga melewati tujuh jembatan salah satunya yang terpanjang 178 meter dan tertinggi 43 meter dari permukaan tanah.

Kereta wisata argo raung pertama kali dikenalkan sejak tahun 1995 setelah melihat tingginya minat para turis yang tertarik melihat perkebunan kopi.

Selain bisa menikmati pesona hamparan hijau perkebunan kopi sepanjang rute yang dilaluinya, tak kalah menariknya adalah sensasi dikegelapan terowongan menembus gunung Kumitir. Selain gelap, begitu masuk terowongan, hawa dingin tapi menyejukkan menyeruap di dalam terowongan.

Kereta wisata Argo Raung hanya mampu membawa delapan orang dengan tarif paket lima ratus ribu pulang pergi dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam. Biaya ini terhitung murah karena bisa untuk sarana wisata keluarga, terutama mengisi liburan.

SULAP LIMBAH KERTAS JADI TAS BISNIS MENJANJIKAN

Dengan sedikit kreatifitas, limbah pun bisa dijadikan tambahan penghasilan. Itulah yang dilakukan Puji Lestari, warga Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Pacitan Jawa Timur, berkat kreativitasnya, limbah kertas percetakan disulap menjadi kerajinan tas yang bernilai ekonomi tinggi. Uniknya, tas produknya mengikuti pola dan corak gambar asli dari limbah yang ada sehingga diminati konsumen. Hasilnya penghasilan puluhan juta berhasil ia raup setiap minggunya.

Untuk membuat aneka tas unik ini cukup mudah. Mula-mula, kertas-kertas bekas ini terlebih dulu harus dipilah-pilah sesuai bentuk dan ukurannya. Kertas yang polos dipilih sesuai warnanya. Sementara yang bercorak gambar dijaidkan satu sesuai ukuran. Ini dilakukan untuk mempermudah pemrosesan tas sesuai ukuran dan coraknya. Setelah dipilah, kertas pun kemudian di potongi sesuai ukuran tas yang di inginkan, kecil, sednag maupun besar.

Biasanya, kertas selebar satu meter persegi harus dijadikan 6 potong agar tidak menyisakan limbah lagi. Setelah terpotong lembaran kertas dipadukan menggunakan lem sehingga kedua sisi bertemu. Lalu kertas dicetak menjadi bentuk tas.

Untuk mempercantik produk, digunakan gantungan dari tali berwarna warni. Kerumitan pembuatan tas ini butuh ketelitian dan kepintaran memanfaatkan kertas agar tas yang dihasilkan bergambar seperti corak aslinya. Seperti tas bergambar sampul buku mata pelajaran maupun sampul buku populer. Keunikan inilah yang dicari konsumen sheingga peluang pasarnya kini terus terbuka karena permintaan terus mengalir sehingga kewalahan memenuhinya.

”Namanya saja limbah, ya kita harus pintar-pintar memadukan gambar dan coraknya, sehingga bisa menampilkan corak seni beragam”, ujar Puji Lestari.

Berkat kreatifitas, Puji Lestari mampu menghasilkan 6 Ribu tas aneka bentuk setiap harinya dengan di Bantu 6 orang karyawan. Besarnya permintaan dari lokal Pacitan dan daerah lain seperti Jogyakarta dan Ponorogo, mengharuskannya kerja lembur. Bahkan, omzet per minggunya mencapai 10 hingga 15 Juta rupiah.

Produk tas Puji Lestari dijual mulai harga 850 Rupiah hingga 5 Ribu Rupiah tergantung ukuran dan corak yang dihasilkan. Produknya pun beragam, tas unik bergambar smapul buku pelajaran ini kini diminati anak-anak sekolah dengan harga 1500 Rupiah per bijinya.

NIKMATNYA BOTOK KETING, KAYA GIZI DAN RENDAH KOLESTEROL

Menikmati kuliner akan kurang menarik jika tidak menikmati makanan khas daerah. Di Lamongan Jawa Timur, botok keting menjadi salah satu makanan yang sering di buru warga. Selain rendah kolesterol, ikan keting yang merupakan ikan air tawar, kaya gizi dan rendah kolesterol.

Botok keting ini, dapat dijumpai di sebuah warung sederhana di Jalan Dokter Wahidin Kampung Magersari Kelurahan Tumenggungan Kecamatan Kota Lamongan.

Botok merupakan sebutan asli Jawa atau biasa di sebut dengan pepes. Berbeda dengan pepes pada umumnya, kuliner ini menggunakan bumbu rempah-rempah. Diantaranya bawang merah, bawang putih, kunyit, laos, ketumbar, cabe, lengkuas dan jinten. Namun yang menjadikan berbeda adalah bumbu tersebut di tambah buah asem untuk menambah gurih dan rasa yang khas. Bumbu yang sudah di siapkan kemudian di tumbuk hingga halus, di sebuah cobek.

Ikan keting atau yang juga di sebut ikan lundu, berkembangbiak di air tawar seperti sungai dan danau. Ikan jenis ini, di kenal memiliki tekstur daging yang lembut dan rasanya juga gurih.

Setelah ikan keting dibersihkan kemudian di campurkan kedalam bumbu rempah rempah tersebut. Pencampuran ikan keting dengan bumbu ini, menunggu sekitar 10 menit agar bumbu lebih terasa di daging ikan.

Ikan yang sudah dicampur dengan bumbu, di gulung dengan daun pisang, untuk proses pengukusan. Proses pengukusan ini memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Bagi penikmat botok keting ini, lebih cocok bila di makan dengan sayur asem atau sayur bayam. Selain kaya gizi, botok keting atau pepes keting ini rendah kolesterol. Kuliner inipun cocok bagi warga yang berusaha menghindar dari kolesterol. Selain itu, dagingnya yang empuk membuat ikan ini dapat di makan semua kalangan, meskipun anak kecil atau balita sekalipun.

“Botok ikan keting ini sangat cocok terutama untuk sarapan pagi sebelum berangkat kerja”, ujar Lia, salah seorang penikmat botok keting.

Botok keting sangat bersahabat di kantong. Satu porsi berisi tiga ikan, dijual hanya lima ribu rupiah. Namun, untuk satu porsi makan bersama nasi dan sayur, dijual seharga delapan ribu rupiah. Bagi anda yang penasaran, tidak ada salahnya untuk mencoba.

PULAU DUTUNGAN, OBJEK WISATA INDAH YANG MASIH PERAWAN

Propinsi Sulawesi Selatan sebagai pintu gerbang Indonesia bagian timur, memiliki kekayaan wisata alam yang tak kalah indahnya di banding lokasi wisata lainnya. Salah satunya, wisata laut di pulau Dutungan yang merupakan satu diantara objek wisata andalan kabupaten Barru.

Pulau Dutungan, yang terletak di desa Palanro, Kecamatan Malusatessi, Kabupaten Barru, memilki keindahan panorama laut dan hutan yang indah, dengan luas delapan hektar dan memiliki sepuluh cottage ini, kerap dikunjungi turis lokal dari kabupaten terdekat.

Untuk menuju ke pulau Dutungan, dari kota makassar dapat ditempuh tiga setengah jam dengan jarak 132 kilometer, sementara jarak dari arah kota barru ke arah selatan sekitar 20 kilometer ke arah kota Pare-Pare berjarak 20 kilometer.

Jarak yang ditempuh dari kelurahan Palanro sendiri, tak memakan waktu yang cukup lama, hanya sekitar sepuluh menit dengan menggunakan transportasi perahu, atau berjarak 500 meter, kita sudah sampai di tempat tujuan.

Penyeberangan ke pulau Dutungan menggunakan tiga buah perahu, dengan kapasitas masing-masing 20 orang, dimana fasilitas transportasi yang disediakan milik manajemen resort, disamping beberapa perahu milik penduduk sekitarnya, hanya dengan merogoh kocek dua puluh ribu perorang, kita bisa sampai ditujuan.

Kondisi topografi secara umum dipulau Dutungan adalah datar dan berbukit, dari kemiringan o hingga 30. Daerah datar merupakan kawasan kebun dan ilalang, sedang daerah bukit merupakan kawasan hutan yang cukup besar yang menjadi lokasi berbagai jenis burung kicau bersarang.

Sementara daerah kawasan pantai terbagi dua, yaitu kawasan pasir putih dan kawasan hutan bakau, sedang daerah berbukti adalah daerah kawasan hutan jati.

Pengunjung objek wisata pulau Dutungan masih didominasi turis lokal, dari beberapa kabupaten terdekat dari kabupaten Barru. Kurangnya informasi merupakan salah satu kendala pengembangan objek wisata ini.

Perhatian pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam pengembangan objek wisata ini, terutama para pengunjung yang sebagian besar kaum remaja, yang belum sepenuhnya menyadari arti pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan di pulau tersebut.

Di sepanjang pantai, ada sekitar 10 cottage yang bias di sewa pengunjung dengan harga bervariasi tergantung lokasi serta kondis cottage.

Pengunjung yang menginap, biasanya melakukan kegiatan bakar ikan di pesisir pantai bersama kerabatnya, angin laut dan riak ombak menambah suasana tenang, setelah sepekan menjalani rutinitas sehari-hari, sayang rasanya bila tidak mampir sejenak dipulai ini.

MENDULANG RUPIAH DARI BETERNAK BURUNG JALAK YANG MULAI LANGKA

Berawal dari hobi memelihara berbagai jenis burung, Adi Wicaksono, seorang pemuda warga desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, berhasil membudidayakan burung jalak. Suaranya yang merdu serta tubuhnya yang indah membuat burung jalak yang mulai langka tersebut memiliki pesona tersendiri dan harganya pun mencapai jutaan rupiah.

Peluang bisnis penangkaran burung jalak semakin memiliki tempat tersendiri karena burung jenis ini semakin langka. Kelangkaan burung jalak ini membuat Adi Wicaksono, cukup giat dalam membudidayakannya. Apalagi, keuntungan yang di raihnya cukup menggiurkan.

Dengan memanfaatkan halaman belakang rumah yang cukup luas, ratusan burung jalak ditangkarkan di lima puluh kandang untuk dikembangbiakkan. Hasilnya pun cukup menjanjikan. Harga burung jalak anakan yang berumur satu bulan dipatok sekitar Lima Ratus Ribu Rupiah, sedangkan untuk indukan harganya bisa mencapai Empat sampai Lima Juta Rupiah.

Karena banyaknya pesanan dari para penggemar burung, Adi pun mengaku kewalahan. Kebanyakan pesanan berasal dari kudus sekitar dan kota kota besar lainnya seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Jakarta. Sejak empat tahun lalu, di lokasi penangkaran ini dikembangbiakan tiga jenis burung jalak, yakni Jalak Uren, Jalak Mandarin dan Jalak Putih.

Menurut Adi, mengembangbiakkan burung jalak tidaklah rumit. Makanan dan perawatannya hampir sama dengan jenis burung lainnya. Hanya saja butuh ketekunan dalam pemeliharaannya, seperti harus memberisihkan kandang secara rutin agar burung jalak terhindar dari penyakit.

Selanjutnya, cukup dibuatkan kandang dengan ukuran luas, alat penetas dan disinvektan sebagai pencegah penyakit. Selain sebagai sarana bisnis dan hobi, penangkaran juga merupakan salah satu bentuk usaha untuk melestarikan burung jalak yang kini populasinya kian menurun.

“Karena populasinya yang terus berkurang dan kian langka, burung jalak banyak di buru para penggemar burung”, ujar Adi.

Burung berkicau jenis jalak kian digemari kalangan pecinta burung. Kicauannya yang nyaring dan merdu serta memiliki tubuh indah dan bulu yang khas menjadi pesona tersendiri bagi para penggemarnya.

GELIAT EKONOMI DESA SENTRA PENJUAL JAMU TRADISIONAL

Di tengah gencarnya razia jamu-jamu berbahaya, warga desa Pajangan Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, justru menikmati hasil usaha penjualan jamu tradisional yang telah di gelutinya secara turun temurun. Bahan baku dari sejumlah jenis tanaman tradisional, menyebabkan jamu mereka masih mendapat tempat di hati konsumen 04/12/12.)

Selama ini, desa Pajangan Kecamatan Sukodadi, di kenal sebagai sentra pembuatan jamu tradisional. Dari 500 lebih kepala keluarga, 120 di antaranya menggeluti usaha pembuatan jamu tradisional.

Seperti keluarga Supratini misalnya, yang mewarisi keterampilan pembuatan jamu dari neneknya ini, setiap hari selalu di sibukkan dengan pembuatan jamu tradisional untuk memenuhi selera pelanggannya. Jenis jamu buatan ibu Supratini ini meliputi kudu laos, temu lawak, beras kencur dan lain sebagainya.

Sebagian besar bahan baku di dapat dari pasokan warga setempat juga, hanya sejumlah jenis buah yang harus di beli dari luar Lamongan.

Jamu-jamu ini kemudian di masukkan ke dalam botol untuk kemudian di jajakan di sejumlah tempat di lamongan. Untuk menambah khasiatnya, saat di minum biasanya di tambah jamu kemasan produksi sejumlah produsen jamu nasional. Untuk satu gelas, jamu tradisional ini di jual seharga 500 Rupiah di tambah 1 set jamu kemasan seharga 2000 Rupiah.

Dalam sehari, Supratini membuat sedikitnya 50 liter jamu, dengan total uang yang di dapatnya antara 100 hingga 150 Ribu Rupiah.

Meski akhir-akhir ini sedang marak razia jamu tradisional karena di curigai mengandung bahan-bahan berbahaya, namun, para pembuat jamu tardisional ini, tidak lah khawatir. Pasalnya, usaha yang mereka geluti ini sudah berlangsung turun temurun dan bahan yang di gunakannya pun juga tradisional. “Saya tidak khawatir, karena sudah dari dulu menjual jamu tradisional dan tidak ada masalah”, ujarnya.

Menurut Supratini, selama ini, pemerintah setempat belum pernah melakukan pembinaan kepada para penjual jamu, baik mengenai cara pembuatan jamu yang sehat serta membantu dalam penjualannya.

Kenaikan sejumlah harga bahan baku memukul usaha warga setempat yang telah menekuni usaha pembuatan jamu dengan semi modern, yakni mulai membuat kemasan bermerek. Namun, kenaikan harga BBM yang di susul kenaikan haga bahan baku, membuat usaha pembuatan jamu semi modern tersebut, gulung tikar. Namun, penjualan jamu tradisional, terbukti masih mampu bertahan.

SAJIAN GURIH SEMUR KERANG JAMANG

Kerang adalah salah satu biota laut yang memiliki rasa gurih yang khas. Cita rasa tersebut akan menjadi lebih nikmat jika di padu dengan bumbu dari rempah-rempah tradisional khas pantura Gresik Jawa Timur.

Adalah kerang, salah atu jenis kerang yang banyak berkembang biak di pantai utara Kabupaten Gresik. Kerang berbentuk lonjong dengan warna kuning tersebut, di kenal memiliki daging cukup besar dengan tekstur kental. Karena itu, kerang jamang banyak di suka karena mudah di masak dan rasanya pun cukup gurih.

Warga desa Banyu Urip kecamatan Ujungpangkah misalnya, memiliki makanan khas berbahan kerang jamang yang di kenal dengan nama ‘semur kerang jamang’. Sesuai namanya, kerang jamang di masak dengan kuah semur.

Soal rasa, hmm…. hmmm jangan di tanya. Sekali saja Anda merasakannya, di pastikan akan ketagihan. Pasalnya, gurihnya daging kerang jamang bukan sekedar mampu menggoyang lidah Anda, tapi lebih dari itu, menyuguhkan rasa nikmat tiada tara.

Untuk membuat masakan semur kerang jamang sangatlah mudah. Pertama, Cuci bersih kerang, lalu rebuslah hingga matang. Pada saat yang sama, haluskan semua bumbu kecuali batang sereh, daun salam dan lengkuas. lalu bumbu yang sudah dihaluskandi goring dalam wajan hingga matang dan kemudian ditambahkan kecap manis. Aduk hingga rata dan matang. Setelah itu, bumbu ditambahkan ke rebusan kerang. Tunggu sampai matang dan semur kerang jamang pun siang di santap.

Di desa Banyuurup,. masakan semur kerang jamang sering tidak di jual bebas melainkan di sajikan untuk menghormat tamu dari luar daerah yang berkunjung ke desa. Meski demikian, semur kerang jamang, cukup di kenal sebagai salah satu ikon masakan tradisional khas pantura Gresik.