GELIAT EKONOMI DESA SENTRA PENJUAL JAMU TRADISIONAL

Di tengah gencarnya razia jamu-jamu berbahaya, warga desa Pajangan Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur, justru menikmati hasil usaha penjualan jamu tradisional yang telah di gelutinya secara turun temurun. Bahan baku dari sejumlah jenis tanaman tradisional, menyebabkan jamu mereka masih mendapat tempat di hati konsumen 04/12/12.)

Selama ini, desa Pajangan Kecamatan Sukodadi, di kenal sebagai sentra pembuatan jamu tradisional. Dari 500 lebih kepala keluarga, 120 di antaranya menggeluti usaha pembuatan jamu tradisional.

Seperti keluarga Supratini misalnya, yang mewarisi keterampilan pembuatan jamu dari neneknya ini, setiap hari selalu di sibukkan dengan pembuatan jamu tradisional untuk memenuhi selera pelanggannya. Jenis jamu buatan ibu Supratini ini meliputi kudu laos, temu lawak, beras kencur dan lain sebagainya.

Sebagian besar bahan baku di dapat dari pasokan warga setempat juga, hanya sejumlah jenis buah yang harus di beli dari luar Lamongan.

Jamu-jamu ini kemudian di masukkan ke dalam botol untuk kemudian di jajakan di sejumlah tempat di lamongan. Untuk menambah khasiatnya, saat di minum biasanya di tambah jamu kemasan produksi sejumlah produsen jamu nasional. Untuk satu gelas, jamu tradisional ini di jual seharga 500 Rupiah di tambah 1 set jamu kemasan seharga 2000 Rupiah.

Dalam sehari, Supratini membuat sedikitnya 50 liter jamu, dengan total uang yang di dapatnya antara 100 hingga 150 Ribu Rupiah.

Meski akhir-akhir ini sedang marak razia jamu tradisional karena di curigai mengandung bahan-bahan berbahaya, namun, para pembuat jamu tardisional ini, tidak lah khawatir. Pasalnya, usaha yang mereka geluti ini sudah berlangsung turun temurun dan bahan yang di gunakannya pun juga tradisional. “Saya tidak khawatir, karena sudah dari dulu menjual jamu tradisional dan tidak ada masalah”, ujarnya.

Menurut Supratini, selama ini, pemerintah setempat belum pernah melakukan pembinaan kepada para penjual jamu, baik mengenai cara pembuatan jamu yang sehat serta membantu dalam penjualannya.

Kenaikan sejumlah harga bahan baku memukul usaha warga setempat yang telah menekuni usaha pembuatan jamu dengan semi modern, yakni mulai membuat kemasan bermerek. Namun, kenaikan harga BBM yang di susul kenaikan haga bahan baku, membuat usaha pembuatan jamu semi modern tersebut, gulung tikar. Namun, penjualan jamu tradisional, terbukti masih mampu bertahan.



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...