MENGOLAH KAYU BEKAS RUMAH KUNO MENJADI FURNITURE ANTIK

Kayu bekas kuno biasanya hanya teronggok tak berguna dibelakang rumah atau digunakan untuk kayu bakar. Namun, ditangan Roni, warga desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, kayu bekas bongkaran rumah kuno dapat diolah kembali menjadi produk kerajinan furniture seperti meja, almari dan berbagai produk mebel bernilai tinggi lainnya. Produk furniture dari kayu kuno ini justru lebih disukai konsumen mancanegara karena kualitas kayunya yang lebih baik.

Kayu yang menumpuk ditepi jalan raya desa kedungwinong sepintas adalah kayu-kayu limbah yang tidak berharga lagi. Namun jangan salah, kayu bekas bongkaran rumah kuno yang sering kita jumpai di pedesaan, justru menjadi bahan utama peluang bisnis yang menggiurkan. Ya, dengan keuletan yang dimilik Roni, kayu-kayu ini bisa diolah lagi menjadi produk yang lebih bernilai dari asalnya.

Untuk mengolah kayu bekas ini, langkah pertama yang dilakukan yakni mengambil paku-paku yang menancap. Karena merupakan kayu bekas bongkaran rumah, kayu-kayu ini praktis masih banyak paku maupun baut yang menempel. Setelah bersih dari paku, kayu dipotong menurut ukuran tertentu.

Tahap berikutnya adalah membuat bahan mentah furniture. Dengan menggunakan mesin otomatis, kayu yang alot dan keras ini denga mudah dibentuk sesuai keinginan.

Selanjutnya adalah pekerjaan finishing berupa penghalusan. Setiap komponen yang telah sempurna lalu dirangkai kembali menggunakan baut dan paku.

Roni mengaku memulai usaha furniture kayu kuno ini secara tidak sengaja. Ketika saat menjadi pedagang kayu kuno, dia mendapat tawaran dari pembeli asal jerman untuk membuat produk furniture jadi. Pesanan perdana mampu dia penuhi dengan baik, akhirnya pembelinya semakin banyak.

Menurut Roni, pembeli justru menyukai furniture yang dibuat dari bahan bekas kayu kuno bongkaran rumah. Selain kualitasnya yang lebih baik dibanding kayu masa kini, kayu bekas ini juga punyai nilai antik yang tidak ternilai harganya. “Sudah menjadi rahasia umum, jika kayu rumah kuno kualitasnya cukup baik”, ujarnya.

Setelah sepuluh tahun menggeluti usahanya, kini roni telah memiliki dua puluh karyawan. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa maupun Amerika dengan harga jual antara tiga juta hingga lima belas juta rupiah per item barang furniture.



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...