MUSANG, HEWAN LANGKA YANG MULAI DI GEMARI ANAK-ANAK

Memelihara hewan reptil seperti ular, burung dan ayam, nampaknya sudah biasa. Berbeda jika memelihara Musang atau yang biasa di sebut Luwak. Meski sekilas nampak menjijikkan dan buas, Musang tersebut dapat bersahabat dengan manusia, tak terkecuali anak-anak, seperti yang di lakukan komunitas pecinta Musang di Lamongan Jawa Timur 20/01/2013.)

Mendengar kata Musang yang terpikir dalam benak adalah salah satu hama yang harus dibasmi karena tergolong hewan berbahaya. Namun, jangan salah, ternyata Musang juga bisa bersahabat dengan manusia bahkan bisa menjadi hewan peliharaan yang unik.

Di tangan komunitas Musang Lovers Lamongan, hewan ini sangat jinak dan lucu. Bahkan, bagi sebagian orang yang mengatakan Musang adalah binatang buas, ternyata Musang merupakan binatang pemalu.

Di akhir pekan, para pecinta Musang biasanya berkumpul di alun-alun kota lamongan mencoba memperkenalkan hewan menakutkan ini, sebagai hewan peliharaan yang lucu dan juga aktif. Meski sekilas terlihat menjijikkan, tak sedikit masyarakat mampu menerima Musang dengan baik dan terhibur. Bahkan, sebagian besar anak-anak menyukai Musang, lantaran di ketahui unik dan lucu.

Jenis Musang sendiri bermacam macam, seperti Musang black lombok, Musang pandan, hingga Musang bulan sumatera. Ke semua jenis Musang tersebut, memiliki ciri khas sama, yakni lucu dan menggemaskan, karena cukup aktif beriteraksi dengan manusia.

Anas, salah seorang pecinta Musang yang masih duduk di bangku kelas lima Sekolah Dasar, mengaku menyukai Musang sejak kecil. Selain rutin memberi makan buah buahan dan susu, Musang tersebut dilatih khusus agar jinak hingga bisa bergaul dengan masyarakat. “Ternyata, musang sangat lucu dan jinak seperti kucing”, ujarnya.

Hadirnya komunitas Musang ini cukup berdampak positif bagi semua kalangan. Selain sebagai teman bermain, Musang ini sebagai wadah pengenalan hewan kepada anak anak. “Keluarga kami terutama anak-anak memang merasa terhibur dengan musang-musang ini. Terlebih, saat ini jarang sekali anak-anak bisa melihatnya langsung di alam terbuka karena sudah langka”, ujar salah seorang ibu rumah tangga.

Dahulu Musang sering diburu karena dianggap menyusahkan para petani dan peternak ayam. Ada yang diburu untuk diambil kulit ataupun dagingnya. Sampai saat ini, perburuan Musang masih terus terjadi.

Bagi para pecintanya, Musang adalah bagian dari eksosistem alam yang harus di jaga keseimbangannya. Dengan cara sederhana ini, para pecinta Musang mencoba melestarikannya, sehingga Musang tetap bisa eksis tanpa harus diburu.

1 comment:

  1. Kayaknya mantap sekali ini bro...... sippp kalo begitu

    ReplyDelete