This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

PERINGATI HARI FILM NASIONAL, SISWA SMP BIKIN FILM INDIE

Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional (30/03/2013,) siswa SMP di Gresik Jawa Timur membuat karya pembuatan film sendiri. Proses pembuatan film dilakukan sendiri oleh siswa dengan memadukan berbagai disiplin ilmu yang dipelajarinya selama ini. Bahkan, film karya siswa tersebut mampu meraih terbaik satu dalam festival film tingkat kabupaten.

Film indie atau film buatan sendiri yang di garap siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Kecamatan Manyar, merupakan bagian dari materi pelajaran bahasa indonesia yang di praktekkan langsung di lapangan dalam bentuk pembuatan film.

Dengan berbekal berbagai ilmu yang dipelajarinya selama ini, seperti bahasa indonesia, komputer, kesenian serta ilmu sosial, mereka merangkai desain film secara mandiri.

Topik-topik yang di angkat pun bervariasi, mulai peristiwa di sekolah hingga hal-hal yang bersifat kemasyarakatan seperti nasib petani garam dan lain sebagainya.

Layaknya pembuatan film ada umumnya, para siswa ini melakukannya berbagai tahap pembuatan film, mulai penyusanan drama, naskah dialog, editing gambar, hingga background musik yang mengirinya.

Para siswa mengaku senang mengikuti kegiatan ini serta merasa tertantang untuk membuahkan karya-karya terbaik. “Banyak sekali tantangannya. Salah satunya adalah seni engambilan gambar yang memerlukan ketelitian dan kesabaran”, ujar Mega Widya Puteri (siswi kameramen).

Dalam setahun, para siswa berbahasil memeroduksi berbagai karya film. Salah satunya adalah ketika garamku menulis namamu, yang mengangkat tema nasib petani garam gresik. Karya tersebut, bahkan, mampu meraih juara satu dalam festival film tingkat Kabupaten beberapa waktu lalu, meski pesaingnya adalah siswa SLTA.

MENENGOK PENGRAJIN ALAT MUSIK SUNDA TRADISIONAL

Pasang surutnya keberadaan seni musik tradisional Sunda, tak bisa lepas dari peran serta para pengrajin alat-alat seni. Tanpa kehadiran mereka, kesenian tradisonal tidak akan pernah ada dan berkembang di kancah seni nasional maupun internasional.

Merdunya dawai kecapi dan tiupan seruling yang biasa kita dengarkan dalam setiap pentas seni musik tradisional, tidak terlepas dari peran serta para pengrajin alat-alat seni tradisonal. Salah satunya adalah bengkel alat musik tradisional milik Ramli, di Kampung Babakan Jati, Kelurahan Binong, Batununggal, Kota Bandung. Berbagai jenis alat musik tradisional diproduksi mulai kecapi, kendang, suling, dog-dog, gamelan, serta alat musik yang paling sederhana sekalipun, yakni karinding.

Di tempat ini, semua proses pengerjaan masih dilakukan secara manual dari mulai proses pemotongan bahan mentah, pembentukan rangka dan bodi, hngga proses finishing, namun diusianya yang rentan, kakek 10 orang cucu ini tidak sepenuhnya menyelesaikan pembuatan alat musik tersebut seorang diri, namun dibantu dua orang keluarganya.

Menurut Ramli, sebelum membuka usaha sendiri, ia pernah bekerja kepada orang lain selama bertahun-tahun, ia kemudian mencoba merintis dengan bermodalkan satu buah kecapi yang ia peroleh dari hasil kerja kerasnya, keuntungan dari hasil penjualan kecapi tersebut, kemudian ia belikan bahan baku, hal itu dilakukan terus menerus hingga akhirnya ia dapat memiliki sebuah galeri mini, sekaligus bengkel tempatnya memproduksi alat-alat tradisional Sunda.

Seiring perkembangan jaman, selain harga bahan baku yang melambung tinggi, banyaknya pesaing-pesaing baru menjuadikan penjualan alat musik tradisional cenderung mengalami penurunan, dulu, dalam satu bulan, satu buah kecapi bisa terjual antara 100 hingga 200 buah, dengan harga satu unitnya 100 hingga 250 Ribu Rupiah. Namun saat ini, hanya 50 buah yang dicampur dengan alat musik lain seperti suling dan sebagaianya.

Ramli mungkin hanyalah satu dari ratusan pengrajin asal Jawa Barat, yang memang bergantung hidup dengan membuat alat musik tradisional Sunda.

SPA BULU DOMBA UNTUK KECANTIKAN KULIT WANITA

Tak ada salahnya bagi Anda kaum wanita yang ingin menjaga kecantikan dan kelembutan kulit untuk mencoba perawatan lulur baru dengan teknik lulur cashmere atau bulu domba dan sutra.

Namun, Jangan membayangkan jika Anda menggunakan lulur bulu domba akan menimbulkan aroma tak sedap layaknya bau domba yang amis. Pasalnya, lulur bulu domba yang digunakan di klinik perawatan kecantikan di kawasan Kedungdoro, Surabaya Jawa Timur tersebut telah diolah sedemikian rupa sehingga aromanya menjadi harum dan menggairahkan, tak seperti bau domba pada umumnya.

Lulur ini di sebut cashmiere atau bulu domba sutera konon adalah bulu domba yang hidup di dataran tinggi pegunungan Himalaya. Dimana bulu domba yang digunakan adalah lapisan rambut yang sangat lembut dan baru berumur seminggu.

Tak hanya sebagai perawatan kecantikan, spa bulu domba ini juga bermanfaat bagi kesehatan, karena mengandung protein hydrolysate yang berfungsi untuk melembabkan dan menghaluskan kulit. Sedangkan sutera, kaya akan protein dan dapat berfungsi mengurangi garis-garis kerut dan membuat kulit menjadi lembut.

Sementara itu, menurut pemilik klinik perawatan kulit mengatakan ide pembuatan lulur bulu domba dan sutera ini, merupakan hal baru untuk mempercantik kulit wanita. Khususnya, perawatan ini cocok untuk para wanita yang tinggal di daerah tropis seperti di Indonesia.

Bagi Anda para wanita, yang ingin mencoba perwatan lulur bulu domba dan sutera ini. Tak ada salahnya Anda mencobanya agar terlihat lebih cantik dan cerah. Untuk satu paket perawatan kulit ini Anda harus merogoh kocek yang lumayan. Pasalnya untuk satu kali perawatan agar bisa merasakan kenikmatan lulur domba dan sutera ini, Anda harus membayar 500 ribu rupiah. Namun, nilai tersebut sepadan dengan pelayanan dan kecantikan kulit yang Anda dapatkan.

RASA GURIH CAMILAN UNIK DARI TANAH

Camilan biasanya terbuat dari bahan umu seperti beras, ketan ketela dan lain sebagainya. Ada jenis camilan di Tuban-Jawa Timur yang tidak umum karena camilan tersebut terbuat dari tanah yang disebut ‘ampo’.

Camilan ampo sebenarnya hanya diperuntukkan bagi wanita yang sedang ngidam atau hamil. Namun lama kelamaan semua orang menyukai camilan dari bahan baku tanah tersebut.

ampo, demikian warga menyebutnya. Makanan khas Tuban ini bentuknya mirip kue astor dibuat sebagian warga Dusun Trowulan, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.

Hingga kini asal muasalnya belum diketahui. Tapi yang jelas warga sudah membuatnya secara turun temurun. Makanan ini murni terbuat dari tanah yang berwarna hitam tanpa campuran bahan baku lainnya.

Pembuat ampo di desa trowulan ini tinggal dua orang yang masih dalam satu keluarga, yakni Mbah Ramani dan Sarpi’ah, anak Ramani, namun peminat makanan khas Tuban ini masih banyak.

Terbukti keluarga mereka setiap hari mampu menjual hingga lima belas sampai dua puluh kilogram ke para pelanggan di pasar kota Tuban. Ampo di jual dengan harga sangat murah, perkilogram-nya hanya tiga ribu rupiah. Harga tersebut sejak sepuluh tahun yang lalu hingga sekarang tidak pernah berubah.

Kebanyakan para peminat makanan ini adalah para wanita hamil yang sedang ngidam. Mereka membeli untuk di konsumsi sehari hari. Selain itu, banyak juga warga yang makan sebagai camilan.

Selain dikonsumsi untuk di makan, ternyata makanan ini juga di gunakan sebagai salah satu bahan pelengkap untuk sesaji dalam acara larungan atau sedekah bumi. Selain itu, ampo juga berkhasiat untuk seseorang yang sedang sakit perut. Caranya cukup meminum air rendaman ampo.

Bahan baku camilan ampo terbuat dari tanah yang berwarna hitam, yang sudah di pilih dan tidak mengandung kerikil. Menurut pembuat camilan ini, tanah liat hitam lebih gurih di banding tanah liat merah. “Rasanya khas dan banyak yang suka”, ujar Mbah Ramani, salah seorang pembuat ampo.

Biasanya mereka mengambil tanah liat dari sawah maupun tanah tegalan. Jika tanahnya kering maka harus di siram air terlebih dulu, agar bisa dipadatkan.

Tanah liat yang sudah padat kemudian di serut dengan menggunakan pisau yang terbuat dari bambu yang tajam. Hasil serutan inilah nantinya di taruh di dalam tungku, yang kemudian di asapi tanpa menggunakan bara api, hingga kering dan matang.

Perapian di buat sedemikian rupa agar tidak terlalu besar. Namun jika asap semakin besar, maka ampo akan terasa lebih gurih. Setelah kering dan matang di asapi sekitar sepuluh menit, camilan ampo sudah langsung siap di makan.

Ampo ini rasanya sangat gurih, dan rasanya hampir seperti kacang tanah yang sudah di goreng. Di samping itu ada rasa kopi campur coklat.

NASI BUMBUNG JANUR, GURIHNYA AMIT-AMIT

Pernahkah merasakan gurihnya nasi bumbung janur? Cita rasa gurih pedas bisa anda dapatkan jika mencicipi nasi yang dimasak di dalam bambu dan janur khas Purwokerto Jawa Tengah tersebut.

Untuk menciptakan nasi bumbung janur yang enak, bumbunya sederhana, hanya bawang merah, cabai, bumbu rempah seperti merica dan kemiri serta garam. Bumbu ditumis kemudian ditambah daun salam. Setelah tumisan tercium harum, nasi setengah matang dimasukan seperti membuat nasi goreng. Nasi tumisan ini kemudian dimasukan ke dalam bumbung dan diikat dengan janur atau pucuk daun kelapa yang masih muda.

Biasanya, saat memasukan nasi ke dalam bumbung inilah dicampur bahan lain seperti ayam cincang atau daging suwir dan ikan teri kecil, juga bisa diisi jamur. Nasi kembali ditanak agar matang sempurna. Nasi bumbung biasanya dihidangkan dengan ayam bakar atau goreng, daging sapi serundeng atau lele goreng.

Nasi bumbung Khas Purwokerto ini memang beda, karena dimasak bertahap agar memperoleh cita rasa sempurna. Dengan dimasak bertahap, matangnya sempurnah pun cita rasa bumbunya meresap.

Jadi kalau anda sudah bosan dengan nasi uduk, nasi goreng atau nasi bakar, anda bisa mencicipi nasi bumbung dengan aroma alami daun kelapa dan bamboo di rumah makan Kabayan Jalan Sudirman Purwokerto. Rasa nasinya yang gurih tak sebanding dengan murahnya. Ya, hanya 25 Ribu Rupiah, Anda bisa menikmati gurihnya nasi bumbung.

BERBURU BELUT SAWAH DI MALAM HARI PASCA PANEN PADI

Berburu belut pada malam hari di sawah, menjadi rutinitas sejumlah pemuda di Kabupaten Lamongan Jawa Timur (15/03/2013.) Berburu belut hanya dilakukan setelah panen padi, saat sawah hendak ditanami padi untuk kali kedua. Selain harus jeli melihat di dalam kegelapan, kemampuan menangkap belut juga menjadi modal untuk mendapatkan binatang berlendir ini.

Berburu belut yang dalam bahasa jawa disebut ‘ngurek’ ini, merupakan salah satu kegiatan paling mengasyikkan.berbulu belut dikampung selain menggunakan tangan, terkadang juga menggunakan pancingan.

Para pemuda di Desa Pule Kecamatan Tikung Lamongan, dari tahun ke tahun menjaga tradisi berburu belut pada malam hari. Kegiatan ini selalu dilakukan saat memasuki masa tanam ke dua.

Dengan alat penerangan seadanya beserta sabit dan alat pukul lainnya, para pemuda menyusuri gelapnya malam melewati pematang sawah.

Saat sebagian besar pemburu belut beralih memakai alat setrum. Namun, para pemuda ini tetap bertahan menggunakan alat tradisional. Meski begitu, dengan keahlian yang ia miliki warga desa pule itu, tidak kalah dengan mereka yang menggunakan setruman.

Belut biasanya keluar pada malam hari saat udara mulai terasa dingin. Belut biasanya muncul di pinggiran sawah yang penuh air, dan hendak ditanami padi. Di tanah sawah yang masih becek berlumpur itulah, biasanya belut belut sawah berkembang biak.

Untuk menemukan belut di sawah, para pemburu harus memiliki kejelian dan ketelatenan menyusuri setiap petak sawah. Selain itu, para pemburu harus bisa membedakan antara belut dan ular. Karena banyak ular yang berkeliaran di malam hari.

Jika terkena cahaya dari lampu senter yang dibawa para pemburu, belut akan terlihat terang. Jika belut sudah terlihat, para peburu akan bergegas memukul bagian punggung belut agar tidak kembali masuk ke dalam tanah. Setelah itu, belut ditangkap dan dimasukkan ke dalam wadah yang telah di siapkan. “Cukup mengasyikkan, apalagi saat di masak, rasanya sangat gurih”, ujar Lutfi, salah seorang pemuda pemburu belut.

Ukuran belut yang tertangkap cukup beragam, mulai dari sebesar jari manis hingga sebesar ibu jari. Agar mendapatkan hasil maksimal, para pemburu belut ini dibagi kedalam beberapa kelompok dan berpencar saat melakukan perburuan.

Belut-belut yang tertangkap biasanya di masak bersama-sama. Namun tak jarang belut yang memiliki protein tinggi ini dibagikan ke tetangga dan warga yang membutuhkannya.

LELE ASAP RESEP MASAKAN TURUN-TEMURUN SEJAK JAMAN JEPANG

Sepanjang sore hari, terlihat asap tebal mengepul dari rumah-rumah warga Dusun Jati Kabupaten Kulon Progo, Jogjakarta. Asap ini bukan karena rumah terbakar, melainkan asap dari sabut kelapa yang dibakar dalam tungku untuk mengasap lele dengan resep turun-temurun sejak zaman Jepang.

Sentra industri rumah tangga pengelolaan lele dan belut ini sudah bertahan sejak jaman pendudukan Jepang. Ilmu serta resep terus diturunkan dari Mbah Amad Kardi dan Mbah Kromo Munawi yang merupakan cikal bakal berkembangnya usaha lele asap dan kini dipertahankan hingga generasi ketiga.

Jika melihat ke atas, terlihat kepulan asap keluar dari dapur setiap rumah warga. Mereka sedang mengasap lele untuk dijual ke konsumen atau pelanggan.

Cara memasak lele asapun tidak terlalu sulit, hanya perlu kesabaran dan ketelatenan. Pertama lele dibersihkan, kemudian dibumbui, seperti, garam, bawang putih, serta ramuan bumbu yang dirahasikan.

Selanjutnya lele direndam dalam bumbu sekitar 30 menit sampai bumbu meresap kedalam lele, kemudian ditusuk seperti sate dengan tusuk bambu. Setelah semua bahan dasar siap, lele disusun berjajar di atas tungku tradisional dengan nyala api dan asap dari serabut kelapa selama 15 – 30 menit hingga matang.

Selain ramuan bumbu dasar yang memiliki campuran alami khusus, kepulan asap dari serabut kelapa inilah yang membuat lele asap berwarna merah menyala tanpa gosong sedikit pun.

Lele asap ini pun mampu bertahan hingga 2 hari saat dibeli oleh para konsumen atau pelanggan yang menyajikan masakan ala lele, seperti mangut lele, pecel lele, abon lele hingga lele penyet.

Untuk pemasaran, lele asap tradisional ini di jual ke seluruh wilayah Jogjakarta serta kota besar seperti, Magelang, Semarang dan Solo.

Dalam sehari, total kapasitas produksi warga yang tergabung dalam kelompok ini rata-rata sekitar 3,5 hingga 4 kwintal lele. Jika menjelang hari raya, bisa mencapai sekitar 5 kwintal per hari.

Harga jual untuk lele asap ini bervariasi, lele asap utuh seharga 25 ribu rupiah per kilogram, sedangkan lele asap potong-potong yang ukurannya lebih besar dengan harga sekitar 40 ribu rupiah per kilogram.

SISWA CIPTAKAN PENGHARUM RUANGAN MENYEHATKAN DARI KOTORAN SAPI

Lagi-lagi pelajar SMA di Lamongan Jawa Timur berhasil menorehkan prestasi dalam karya ilmiahnya. Kali ini, dua orang siswi berhasil menyulap limbah kotoran sapi, menjadi pengharum ruangan yang ramah lingkungan (12/03/2013.)

Proyek penelitian ilmiah berjudul “Limbah Peternakan Sapi - Air Freshener Pada Rekayasa Alternatif Pengharum Ruangan Ramah Lingkungan” yang dilakukan Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti, siswi kelas 11 Sma Muhammadiyah 01 Babat, sukses meraih medali emas di ajang Indonesian Science Project Olympiad 2013 di Jakarta.

Pembuatan pengharum ruangan dari kotoran sapi ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan, proses fermantasi kotoran sapi yang di campur ragi tape tersebut, membutuhkan waktu tiga hari.

Bahan dasar kotoran sapi yang telah melalui proses fermantasi, kemudian di peras dengan air bersih untuk di ambil sarinya. Sari dari hasil fermentasi, masuk kedalam proses destilasi atau penyulingan. Namun, dalam proses penyulingan ini, bahan dasar yang telah melalui proses fermantasi, di campur dengan air kelapa muda dan antiseptik, untuk menghilangkan bakteri. Selain itu, air bersih menjadi penunjang pendinginan dalam proses penyulingan.

400 mili liter bahan dalam proses destilasi ini, membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit, untuk dapat mengeluarkan tetesan pertama yang berbau harum.

Ide pengharum ruangan dari kotoran sapi ini, kedua siswa terinspirasi oleh salah seorang seniman asal Inggris yang dapat membuat pengharum ruangan dari kotoran manusia. Bahan dasar kotoran sapi di pilih kedua siswa tersebut, karena sangat mudah di dapat. “Dari beliaulah kita kemudian terispirasi”, ujar Rintya Miki Aprianti.

Pihak sekolah berencana mematenkan karya ilmiah kedua siswanya. Selain itu, karya ilmiah akan di kembangkan, agar karya ini bisa di implementasikan, dan dipasarkan dengan menggandeng pihak ketiga. “Kita berencana mematenkan karya ini dan memproduksinya secara masalagar bisa dimanfaatkan masyarakat luas”, Kata Mustafit, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Babat.

Pengharum ruangan ini tergolong sehat, karena tidak mengandung berbagai bahan kimia berbahaya, seperti benzo acetan layaknya produk pengharum di pasaran. Selain itu, juga ekonomis karena ongkos produksinya sangat murah. Hanya 21 ribu rupiah kemasan 225 mili liter.

Tak hanya sukses di tingkat nasional, keduanya bahkan akan menjadi wakil indonesia di ajang olimpiade internasional, yakni International Environment Project Olympiad 2013 Di Istanbul Turki pada 17 s/d20 Mei mendatang.

TRADISI BEREBUT BERKAH DARI TUMPENG KHAUL SEORANG KIAI

Warga desa Pongangan Kecamatan Manyar Gresik Jawa timur, Senin siang (11/03/2013,) sibuk membuat tumpeng raksasa yang terbuat dari beras dan ketan. Gunungan tumpeng berwarna kuning setinggi 2 meter ini selanjutnya di lengkapi dengan lauk pauk, berupa daging ayam, bandeng dan lain sebagainya. Tumpeng raksasa ini kemudian di arak keliling kampung menuju makam seorang tokoh kharismatik yang juga sesepuh warga.

Sepanjang jalan yang di lalui arak-arakan, ribuan warga antusias menyaksikan arak-arakan tumpeng. Menariknya, tumpeng raksasa ini di kawal dengan iring-iringan shalawat serta satuan prajurit yang menggambarkan tokoh kharismatik, yakni KH. Muhammad Syafii sebagai tokoh pejuang kemerdekaan.

Saat tiba di depan makam, tumpeng kemudian di doakan. Namun, warga yang sudah tidak sabar, kemudian terlibat aksi berebut tumpeng serta berbagai macam aneka buah-buahan yang juga turut di arak. Aksi rebutan ini berlangsung cukup lama, bahkan, juga melibatkan ibu-ibu dan anak-anak. Panitia pun kualahan mengatur warga.

Nasi berkah hasil rebutan ini selanjutnya di nikmati bersama. Warga pun percaya, jika bisa mendapatkan lebih banyak tumpeng, akan mendapat berkah lebih banyak. “Saya ingin mendapatkan berkah doa sang kiai”, ujar Martini, salah seorang warga.

Tradisi arak-arakan tumpeng ini, adalah yang ke 47 kalinya di lakukan warga, sejak wafatnya tokoh pejuang kemerdekaan, KH Muhammad Syafii, tahun 1966 lalu. Sebagai penghormatan atas jasa beliau, warga pun secara rutin, menggelar tradisi khaul, yakni memperingati hari kematiannya, dengan berbagai kegiatan, seperti doa bersama, pengajian, serta tradisi arak-arakan tumpeng.

DRAMA KOLOSAL PENOBATAN ‘SUNAN GIRI’ SEBAGAI PENGUASA GRESIK

Kendati dibawah hujan deras, namun semangat Prabu Satmoto (Sunan Giri) yang diperankan oleh Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto. Syekh Gerigis yang diperankan oleh Wakil Bupati, Drs. Mohammad Qosim dan Syekh Kujo yang diperankan oleh Sekda Gresik, Ir. Moh. Najib sangat menggebu menaiki kereta kencana yang dipersiapkan di Jalan Sunan Giri Gresik. Ketiganya menaiki kereta kencananya masing-masing.

Saat akan menaiki kereta kencana, ribuan masyarakat Gresik tampak mengelu-elukan. Seakan tak memperdulikan hujan yang turun dengan deras, mereka pada berebutan ingin bersalaman dengan ketiga tokoh ‘pendiri Gresik’ tersebut sebelum iring-iringan kereta kencana berangkat menuju pendopo Bupati Gresik. Tak hanya sampai disitu, sepanjang perjalanan, masyarakat Gresik yang memadati jalur perjalanan kereta kencana ini, memberikan tangannya untuk bisa bersalaman dengan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Gresik.

Untuk kedua kalinya penobatan Prabu Satmoto (Sunan Giri) direkontruksi kembali. Pagelaran Drama kolosal untuk yang kedua kalinya ini merupakan rangkaian peringatan HUT Pemkab Gresik ke 39 dan hari jadi kota Gresik ke 526. Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto nguri-uri kembali sejarah Gresik. Kali ini Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Gresik berupaya menghidupkan kembali tokoh-tokoh pendiri Gresik pada masa 526 tahun yang lalu. Prosesi penobatan Prabu Satmoto (Sunan Giri) yang dulu itu diulang kembali di Situs Giri Kedaton, pada hari ini tepat Hari Jadi kota Gresik ke 526, Sabtu (9/3).

Perhelatan yang merupakan drama kolosal ini mengikutsertakan Muspida, tokoh masyarakat dan semua pejabat Pemkab Gresik dan masyarakat sekitar Giri Kedaton. Bak seorang Sutradara, KH. Muchtar Djamil mengatur segala sesuatunya mulai dari peyutradaraan, layout, properti, penentuan busana, sampai pada penulisan script serta narasi, semuanya dikerjakan oleh kyai yang juga ahli sejarah Gresik ini. Bahkan yang paling detiel tentang layout dan property, semuanya tak lepas dari tangan dingin Kyai Muchtar.

Dalam plot sejarah yang dibangun sesuai Setting yaitu prosesi penobatan Prabu Satmoto (Sunan Giri) pada 9 Maret 1487. Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto memerankan tokoh Sunan Giri, Wakil Bupati, Drs. Mohammad Qosim, M.Si memerankan Syeh Gerigis. Kedua tokoh ini mengenakan jubah berwarna putih dan surban putih untuk penutup kepala. Mereka juga mengalungkan kain surbanmasing-masing berwarna kuning gading dan putih. Sedangkan Sekda Ir. Moch Najib yang memerankan Syeh Kudjo memakai jubah warna hitam.

Seperti yang telah diatur oleh Kyai Muchtar. Wabup dan Sekda dalam perannya memakai (nyengkelit) keris didepan dan membawa tasbih. Tidak demikian dengan Bupati yang memerankan Sunan Giri. “Keris, tasbih dan tongkat diserahkan saat penobatan sebagai tanda telah resmi penobatan Joko Samudro (nama kecil Sunan Giri) menjadi Prabu Satmoto/Sunan Giri”jelas Muchtar Djamil.

Ketelitian seorang Muchtar Djamil sebagai sutradara memang patut diacungi jempol. Dia sangat teliti dalam mendiskripsikan ruang. Sebut saja tentang pemasangan penjor dan jumlahnya. Kyai Muchtar menentukan dimana penjor itu harus dipasang. Beliau mensyaratkan dilokasi Giri Kedaton hanya boleh dipasang hiasan penjor Janur. Hiasan Penjor Janur itu sebanyak 7 pasang. Tempatnyapun sudah ditentukan, yaitu ujung gang masuk Sunan Giri, Gang Masuk menuju Giri Kedaton, ujung tangga naik (masuk) bagian bawah, trap keluar (turun) masjid, ujung tangga turun (keluar) bagian atas dan bagian bawah, ujung gang keluar menuju Sunan Giri.

Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya yang mengikuti sejak awal rekonstruksi sejarah prosesi penobatan Prabu Satmoto mengatakan, salut atas ketelitian serta detil yang ditata oleh Kyai Muchtar Djamil. “Semuanya diatur sedemikian rupa. Bahkan propertinya saja asli, misalnya keris yang dipakai pada penobatan itu adalah keris asli peninggalan Sunan Giri. Namun demikian, setelah selesai penobatan, langsung keris itu dikembalikan dan diganti dengan keris duplikat”ujar Andhy.

Tentang iring-iringan kereta kencana pada Cannaval prosesi kali ini. Tampak ada miniatur kapal yang bertuliskan Nyai Gede Pinatih. Kapal ini berjalan di depan kereta Bupati Gresik. Konon kapal ini merupakan miniatur kapal dagang milik Nyai Gede Pinatih ibunda Sunan Giri. Ditambahkan oleh Andy, peserta karnafal kali ini sekitar 100 kelompok. Selain rombongan Bupati, Muspida dan Karyawan Pemkab Gresik, terdaftar puluhan kelompok lain mulai dari kelompok kesenian, klub dan komunitas, sekolah dan pelajar, organisasi masyarakat, Perbankan, Perusahaan serta dari beberapa simpatisan dari luar daerah. (sdm, Humas pemkab Gresik)

5 SITUS YANG BISA BANTU AUTO TWEET BAGI PARA ADMIN

5 situs ini akan sangat berguna bagi para pengelola (admin) Twitter dan juga pengguna Twitter pada umunya, sehingga bisa bekerja lebih efektif. Fasilitas yang di tawarkan seperti auto tweet, auto retweet, auto replay, auto re-follow dan lain sebagainya.

Cara kerja ke 5 situs tersebut, hampir sama, yakni di mulai proses register, izinkan aplikasi dan baru memulai pengaturan (setup) bagian-bagian yang diperlukan. Berikut ini ke 5 situs tersebut:

1. Twittbot: memiliki fasilitas auto tweet,auto replay, time tweet. Untuk time tweet, anda bisa mengatur jadwal tweet yang akan terposting. Biasanya ini berguna men-tweetkan kegiatan rutin seperti jadwal sholat, jadwal rapat dan lain sebagainya.

2. Hootsuit: Fasilitas untuk auto tweets cukup familiar. Bahkan, Hootsuit juga bisa bekerja untuk lebih dari 1 akun Twitter. Disamping itu juga dilengkapi Statistik Track yang memungkinkan pengguna melacak new follower dan siapa saja yang unfollow.

3. Twitter Feed: di samping menyediakan fitur auto tweet, Twitter Feed juga bisa tersambung dengan media sosial Facebook, sehingga bisa bekerja untuk dua media sosial secara bersamaan. Anda cukup menyiapkan RSS feed baik untuk mengirim tweets atau memperbarui status Facebook.

4. Twitter Spinner: di lengkapi dengan fasilitas merubah foto avatar profile secara otomatis dan terjadwal sehingga terlihat up to date.

5. Feedburner: situs ini spesialis auto tweet dari blog/situs web. Sehingga dengan memasukkan url feed situs, maka semua post update dari situs tersebut akan terupdate sebagai tweet pada twitter.