BERBURU BELUT SAWAH DI MALAM HARI PASCA PANEN PADI

Berburu belut pada malam hari di sawah, menjadi rutinitas sejumlah pemuda di Kabupaten Lamongan Jawa Timur (15/03/2013.) Berburu belut hanya dilakukan setelah panen padi, saat sawah hendak ditanami padi untuk kali kedua. Selain harus jeli melihat di dalam kegelapan, kemampuan menangkap belut juga menjadi modal untuk mendapatkan binatang berlendir ini.

Berburu belut yang dalam bahasa jawa disebut ‘ngurek’ ini, merupakan salah satu kegiatan paling mengasyikkan.berbulu belut dikampung selain menggunakan tangan, terkadang juga menggunakan pancingan.

Para pemuda di Desa Pule Kecamatan Tikung Lamongan, dari tahun ke tahun menjaga tradisi berburu belut pada malam hari. Kegiatan ini selalu dilakukan saat memasuki masa tanam ke dua.

Dengan alat penerangan seadanya beserta sabit dan alat pukul lainnya, para pemuda menyusuri gelapnya malam melewati pematang sawah.

Saat sebagian besar pemburu belut beralih memakai alat setrum. Namun, para pemuda ini tetap bertahan menggunakan alat tradisional. Meski begitu, dengan keahlian yang ia miliki warga desa pule itu, tidak kalah dengan mereka yang menggunakan setruman.

Belut biasanya keluar pada malam hari saat udara mulai terasa dingin. Belut biasanya muncul di pinggiran sawah yang penuh air, dan hendak ditanami padi. Di tanah sawah yang masih becek berlumpur itulah, biasanya belut belut sawah berkembang biak.

Untuk menemukan belut di sawah, para pemburu harus memiliki kejelian dan ketelatenan menyusuri setiap petak sawah. Selain itu, para pemburu harus bisa membedakan antara belut dan ular. Karena banyak ular yang berkeliaran di malam hari.

Jika terkena cahaya dari lampu senter yang dibawa para pemburu, belut akan terlihat terang. Jika belut sudah terlihat, para peburu akan bergegas memukul bagian punggung belut agar tidak kembali masuk ke dalam tanah. Setelah itu, belut ditangkap dan dimasukkan ke dalam wadah yang telah di siapkan. “Cukup mengasyikkan, apalagi saat di masak, rasanya sangat gurih”, ujar Lutfi, salah seorang pemuda pemburu belut.

Ukuran belut yang tertangkap cukup beragam, mulai dari sebesar jari manis hingga sebesar ibu jari. Agar mendapatkan hasil maksimal, para pemburu belut ini dibagi kedalam beberapa kelompok dan berpencar saat melakukan perburuan.

Belut-belut yang tertangkap biasanya di masak bersama-sama. Namun tak jarang belut yang memiliki protein tinggi ini dibagikan ke tetangga dan warga yang membutuhkannya.



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...