MENENGOK PENGRAJIN ALAT MUSIK SUNDA TRADISIONAL

Pasang surutnya keberadaan seni musik tradisional Sunda, tak bisa lepas dari peran serta para pengrajin alat-alat seni. Tanpa kehadiran mereka, kesenian tradisonal tidak akan pernah ada dan berkembang di kancah seni nasional maupun internasional.

Merdunya dawai kecapi dan tiupan seruling yang biasa kita dengarkan dalam setiap pentas seni musik tradisional, tidak terlepas dari peran serta para pengrajin alat-alat seni tradisonal. Salah satunya adalah bengkel alat musik tradisional milik Ramli, di Kampung Babakan Jati, Kelurahan Binong, Batununggal, Kota Bandung. Berbagai jenis alat musik tradisional diproduksi mulai kecapi, kendang, suling, dog-dog, gamelan, serta alat musik yang paling sederhana sekalipun, yakni karinding.

Di tempat ini, semua proses pengerjaan masih dilakukan secara manual dari mulai proses pemotongan bahan mentah, pembentukan rangka dan bodi, hngga proses finishing, namun diusianya yang rentan, kakek 10 orang cucu ini tidak sepenuhnya menyelesaikan pembuatan alat musik tersebut seorang diri, namun dibantu dua orang keluarganya.

Menurut Ramli, sebelum membuka usaha sendiri, ia pernah bekerja kepada orang lain selama bertahun-tahun, ia kemudian mencoba merintis dengan bermodalkan satu buah kecapi yang ia peroleh dari hasil kerja kerasnya, keuntungan dari hasil penjualan kecapi tersebut, kemudian ia belikan bahan baku, hal itu dilakukan terus menerus hingga akhirnya ia dapat memiliki sebuah galeri mini, sekaligus bengkel tempatnya memproduksi alat-alat tradisional Sunda.

Seiring perkembangan jaman, selain harga bahan baku yang melambung tinggi, banyaknya pesaing-pesaing baru menjuadikan penjualan alat musik tradisional cenderung mengalami penurunan, dulu, dalam satu bulan, satu buah kecapi bisa terjual antara 100 hingga 200 buah, dengan harga satu unitnya 100 hingga 250 Ribu Rupiah. Namun saat ini, hanya 50 buah yang dicampur dengan alat musik lain seperti suling dan sebagaianya.

Ramli mungkin hanyalah satu dari ratusan pengrajin asal Jawa Barat, yang memang bergantung hidup dengan membuat alat musik tradisional Sunda.

0 comments:

Post a Comment