SISWA CIPTAKAN PENGHARUM RUANGAN MENYEHATKAN DARI KOTORAN SAPI

Lagi-lagi pelajar SMA di Lamongan Jawa Timur berhasil menorehkan prestasi dalam karya ilmiahnya. Kali ini, dua orang siswi berhasil menyulap limbah kotoran sapi, menjadi pengharum ruangan yang ramah lingkungan (12/03/2013.)

Proyek penelitian ilmiah berjudul “Limbah Peternakan Sapi - Air Freshener Pada Rekayasa Alternatif Pengharum Ruangan Ramah Lingkungan” yang dilakukan Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti, siswi kelas 11 Sma Muhammadiyah 01 Babat, sukses meraih medali emas di ajang Indonesian Science Project Olympiad 2013 di Jakarta.

Pembuatan pengharum ruangan dari kotoran sapi ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan, proses fermantasi kotoran sapi yang di campur ragi tape tersebut, membutuhkan waktu tiga hari.

Bahan dasar kotoran sapi yang telah melalui proses fermantasi, kemudian di peras dengan air bersih untuk di ambil sarinya. Sari dari hasil fermentasi, masuk kedalam proses destilasi atau penyulingan. Namun, dalam proses penyulingan ini, bahan dasar yang telah melalui proses fermantasi, di campur dengan air kelapa muda dan antiseptik, untuk menghilangkan bakteri. Selain itu, air bersih menjadi penunjang pendinginan dalam proses penyulingan.

400 mili liter bahan dalam proses destilasi ini, membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit, untuk dapat mengeluarkan tetesan pertama yang berbau harum.

Ide pengharum ruangan dari kotoran sapi ini, kedua siswa terinspirasi oleh salah seorang seniman asal Inggris yang dapat membuat pengharum ruangan dari kotoran manusia. Bahan dasar kotoran sapi di pilih kedua siswa tersebut, karena sangat mudah di dapat. “Dari beliaulah kita kemudian terispirasi”, ujar Rintya Miki Aprianti.

Pihak sekolah berencana mematenkan karya ilmiah kedua siswanya. Selain itu, karya ilmiah akan di kembangkan, agar karya ini bisa di implementasikan, dan dipasarkan dengan menggandeng pihak ketiga. “Kita berencana mematenkan karya ini dan memproduksinya secara masalagar bisa dimanfaatkan masyarakat luas”, Kata Mustafit, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Babat.

Pengharum ruangan ini tergolong sehat, karena tidak mengandung berbagai bahan kimia berbahaya, seperti benzo acetan layaknya produk pengharum di pasaran. Selain itu, juga ekonomis karena ongkos produksinya sangat murah. Hanya 21 ribu rupiah kemasan 225 mili liter.

Tak hanya sukses di tingkat nasional, keduanya bahkan akan menjadi wakil indonesia di ajang olimpiade internasional, yakni International Environment Project Olympiad 2013 Di Istanbul Turki pada 17 s/d20 Mei mendatang.

0 comments:

Post a Comment