TRADISI BEREBUT BERKAH DARI TUMPENG KHAUL SEORANG KIAI

Warga desa Pongangan Kecamatan Manyar Gresik Jawa timur, Senin siang (11/03/2013,) sibuk membuat tumpeng raksasa yang terbuat dari beras dan ketan. Gunungan tumpeng berwarna kuning setinggi 2 meter ini selanjutnya di lengkapi dengan lauk pauk, berupa daging ayam, bandeng dan lain sebagainya. Tumpeng raksasa ini kemudian di arak keliling kampung menuju makam seorang tokoh kharismatik yang juga sesepuh warga.

Sepanjang jalan yang di lalui arak-arakan, ribuan warga antusias menyaksikan arak-arakan tumpeng. Menariknya, tumpeng raksasa ini di kawal dengan iring-iringan shalawat serta satuan prajurit yang menggambarkan tokoh kharismatik, yakni KH. Muhammad Syafii sebagai tokoh pejuang kemerdekaan.

Saat tiba di depan makam, tumpeng kemudian di doakan. Namun, warga yang sudah tidak sabar, kemudian terlibat aksi berebut tumpeng serta berbagai macam aneka buah-buahan yang juga turut di arak. Aksi rebutan ini berlangsung cukup lama, bahkan, juga melibatkan ibu-ibu dan anak-anak. Panitia pun kualahan mengatur warga.

Nasi berkah hasil rebutan ini selanjutnya di nikmati bersama. Warga pun percaya, jika bisa mendapatkan lebih banyak tumpeng, akan mendapat berkah lebih banyak. “Saya ingin mendapatkan berkah doa sang kiai”, ujar Martini, salah seorang warga.

Tradisi arak-arakan tumpeng ini, adalah yang ke 47 kalinya di lakukan warga, sejak wafatnya tokoh pejuang kemerdekaan, KH Muhammad Syafii, tahun 1966 lalu. Sebagai penghormatan atas jasa beliau, warga pun secara rutin, menggelar tradisi khaul, yakni memperingati hari kematiannya, dengan berbagai kegiatan, seperti doa bersama, pengajian, serta tradisi arak-arakan tumpeng.

0 comments:

Post a Comment