KERAJINAN TOPI INDIAN WARBONET TEMBUS PASAR MANCANEGARA

Bagi sejumlah orang, bulu ayam mungkin dibuang sembarangan karena dinilai sebagai sampah. Namun bagi seorang perajin di kabupaten badung, bali, bulu ayam diolah menjadi kerajinan berupa topi indian. Hasil kerajinan ini pun kini telah diekspor ke mancanegara.

Sutrisno, seorang perajin topi Indian asal Desa Kelan, Kabupaten Badung, Bali boleh jadi merupakan sosok kreatif. Betapa tidak, jika sebelumnya bekerja sebagai buruh proyek, dengan naluri kreatifnya, pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ini pun menjadikan bulu ayam sebagai sebuah kerajinan.

Warbonet atau topi indian, adalah hasil kreasinya yang telah dilakoni sejak tahun 2000 silam, telah mengantarkannya menjadi seorang perajin. Bulu bulu ayam ini diolah dengan dihiasi berbagai warga. Selanjutnya, setelah diberikan pewarna, didesain sesuai dengan bentuk warbonet.

Menurut Sutrisno, sebelum menjadi perajin seperti sekarang, dia memang bekerja sebagai buruh proyek. Selanjutnya dia pun pernah menjadi seorang pekerja di kerajinan Bali Indian. Rupanya, ilmu dan keterampilan yang didapatkan itu, membuat dirinya memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri dan kini telah mempekerjakan 5 orang.

Untuk membuat warbonet, ayah satu anak tersebut mampu menghasilkan 25 buah per hari dengan omzet 15 juta per bulan. Warbonet ini selain dipasarkan ke sejumlah wisatawan di Bali, juga banyak yang diekspor ke manca negara.

Untuk satu warbonet karya sutrisno ini dijual mulai dari 40 Ribu Rupiah hingga 50 Ribu Rupiah. Sedangkan bahan berupa bulu ayam didatangkan dari Jawa Tengah.

1 comment:

  1. Bang bisa info alamat emailnya ke : ybscargo1@gmail.com attention : Hariyadi

    ReplyDelete