KURANGI KETERGANTUNGAN MIGAS, WARGA SATU DESA GUNAKAN BIOGAS KOTORAN SAPI

Banyaknya limbah ternak sapi, membuat warga di Lamongan Jawa Timur, memanfaatkannya sebagai bahan bakar biogas untuk kebutuhan sehari-hari (08/04/2013.) Penggunaan biogas tersebut, mampu mengurangi ketergantungan pada minyak tanah dan gas.

Di desa keduk bembem kecamatan mantup lamongan ini, terdapat 850 ekor sapi yang diternak warga. Banyaknya sapi, membuat warga setempat dengan di bantu salah satu lembaga pengelolah limba dari bogor, memanfaatkannya menjadi bahan baku biogas.

Warga menggunakan biogas untuk kebutuhan memasak dan penerangan lampu. Biogas ini di manfaatkan sekitar 11 kepala keluarga, selama satu bulan terakhir.

Cara membuat biogas tidak rumit, yakni satu ember kotoran sapi diaduk dengan satu ember air dalam sebuah drum. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah bak berukuran satu kali empat meter, yang telah dibungkus dengan plastik.

Kotoran sapi yang mengendap, kemudian akan menghasilkan biogas dan bisa langsung digunakan. Gas yang sudah dalam bak penampungan tersebut, kemudian dialirkan dengan menggunakan selang menuju reaktor penampung gas berupa plastik besar. Biogas ini selanjutnya di salurkan kerumah rumah warga dengan menggunankan pipa atau selang.

Sejumlah warga yang menggunakan biogas tersebut mengaku sangat terbantu, mengurangi ketergantungan pada minyak tanah dan gas, terutama di saat minyak tanah mahal kian langka dan harga gas Elpigi yang terus naik. “kami sangat terbantu dengan adanya biogas kotoran sapi ini”, ujar Indah, salah seorng ibu rumah tangga.

Api yang dikeluarkan kompor biogas terlihat berwarna biru seperti gas elpiji pada umumnya, meski api gas elpiji lebih besar dari pada kompor biogas. Selain itu, penggunaan kompor biogas lebih irit dibandingkan kompor minyak tanah.

Pemerintah kabupaten Lamongan telah menjadikan desa ini sebagai desa mandiri energi, sejak tiga bulan lalu.

0 comments:

Post a Comment