This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

BUKAN COBLOS BUKAN CONTRENG, TAPI CUKUP KLIK

Pemilihan Umum selama ini kita masih menggunakan surat suara kertas yang dicoblos. Ke depan coblos mungkin bakal tidak digunakan dan diganti dengan klik, karena kini sudah ditemukan sistem manajemen suksesi, yakni tempat pemungutan suara berbasis teknologi informasi. Sayang, penerapan software ini masih cukup mahal karena satu bilik harus ada satu set komputer.

Software sistem manajemen suksesi temuan mahasiswa Politeknok Elektro Negeri Surabaya Jawa Timur ini, di uji coba dalam pemilihan ketua perhimpunan mahasiswa teknik informatika dan sejauh ini berjalan lancar. Panitia membangun tempat pemungutan suara serba komputer, kecuali data validasi pemilih yang diberikan secara manual karena sekali pakai, dan langsung buang. Sama dengan pemilihan manual, semua pemilih yang berhak memilih dimasukkan ke daftar pemilih tetap, dengan identitas kartu mahasiswa atau ktp. Pemilih yang datang menunjukkan kartu identitas, kemudian divalidasi, jika terdaftar kemudian diberi nomor validasi dan dipersilakan masuk ke bilik yang kosong.

Di tempat pemungutan suara, para pemilih mendapat penjelasan cara memilih secara singkat, kemudian muncul surat suara digital yang menampilkan pasangan calon yang akan dipilih. Pemilih tinggal klik kiri dua kali, kemudian memasukkan data validasi, dan jika pilihannya tidak ada masalah akan dinyatakan selesai dan bisa meninggalkan bilik. Pilihan pemilih dalam tiga bilik ini, akan masuk dalam satu server dan server baru bisa dibuka setelah pemilu atau proses pemungutan suara selesai.

Mengenai keberadaan saksi dalam pemilu, sistem ini juga mengakomodasinya dengan memberi mereka username dan password. Untuk membuka server semua saksi harus memasukkan username dan passwordnya dan jika satu saja saksi tidak memasukkan username dan password, maka server tidak akan bisa dibuka. ‘Dari sisi keamanan, ini sudah cukup handal”, ujar Reza Budi Prasetyo, pencipta software Sistem Manajemen Suksesi.

Meski sudah bisa diterapkan dalam pemilihan skala kecil di kampus, namun teknologi pengganti pemungutan suara ini masih belum realistis diterapkan di masyarakat umum karena berbagai kendala. Pertama, teknologi ini jelas mahal, karena satu tps dengan tiga bilik membutuhkan tiga set komputer, dan satu server yang nilainya sekitar 13 juta rupiah. Kedua, masalah sumber daya manusia yang mengoperasikan rata-rata belum siap, dan ketiga, masyarakat umumnya yang tinggal di pedesaan, belum ramah dengan teknologi informasi sehingga sulit beradaptasi meski hanya klik saja.

KOLEKTOR TANAMAN UNIK, ADA JERUK BERBUAH PAPAYA

Pernahkah anda mendengar tanaman jeruk berbuah pepaya atau pohon sawo berdaun zebra. Memang terdengar aneh. Namun tanaman ini memang benar-benar ada.

Tanaman-tanaman unik ini merupakan koleksi seorang pria pecinta tanaman unik asal Balikpapan, Kalimantan Timur. Di taman berukuran lima kali sepuluh meter tersebut, ahmad Iskandar, memelihara tanaman-tanaman unik yang menjadi koleksinya.

Beragam tanaman unik dikoleksi warga Sungai Ampal RT 30 Kelurahan Sumberejo, Balikpapan, Kalimantan Timur tersebut sejak tahun 2007 lalu.

Yang paling menarik perhatian, tanaman unik kebanggaan pria berusia 57 tahun ini adalah pohon jeruk berbuah pepaya. Berbeda dengan tanaman jeruk pada umumnya, bentuk buah jeruk yang dihasilkan pohon ini sangat mirip dengan buah pepaya.

Koleksi lain pedagang sembako ini, di antaranya pohon jeruk berdaun putih yang menyerupai tanaman wali songo, pohon sawo berdaun zebra, keladi bule, hingga tanaman sirih berdaun putih.

Sebagai kolektor tanaman unik, pria akrab disapa Iskandar ini juga mengoleksi berbagai bentuk adenium yang telah memenangi kontes tanaman unik nasional.

Menurut Iskandar, hobi tanaman unik ini ditekuninya sejak dirinya gemar mengikuti kontes tanaman. Gagal menjadi juara dalam kontes pertamanya, iskandar merasa termotivasi dan mulai berburu tanaman unik hingga ke luar pulau Kalimantan.

Berbagai daerah seperti Gresik, Banyuwangi, Bali, Palu hingga Makassar ia jelajahi untuk melengkapi koleksi tanamannya.

Hasilnya, 3 bulan kemudian, tanaman koleksi Iskandar berhasil memenangi kontes tanaman se provinsi Kalimantan Timur.

Karena tergolong aneh, tanaman koleksi Iskandar ini kerap ditawar kolektor lain dengan harga tinggi, hingga 75 Juta Rupiah.

Namun karena terlanjur sayang, iskandar terang-terangan menolak tawaran tersebut. “Saya merasa sangat berat melepas tanaman-tanaman ini”, ujarnya.

Menurut Iskandar, kegemarannya mengkoleksi tanaman unik tidak dapat di ukur dengan uang. Bahkan, iskandar bertekad menambah koleksinya dengan tanaman lain yang lebih unik dan menarik dibanding tanaman yang dimilikinya saat ini.

PEMBANGKIT LISTRIK ENCENG GONDOK DAN SAMPAH ORGANIK

Lamongan bakal menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki pembangkit listrik dengan bahan baku terbaru berupa enceng gondok dan sampah organik. Di akhir tahun ini, pembangkit listrik itu ditargetkan sudah bisa operasional dengan produksi listrik 1 mega watt.

Kepastian pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan tersebut siring ditandatanganinya nota kesepakatan bersama, Memorandum of Understanding (MoU), Pemkab Lamongan dengan Hyacinth Energy BV dari Amsterdam Belanda bersama Institu Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) di Guest House Pemkab Lamongan, Senin (27/5).

Hyacinth Energy BV dalam kesempatan itu diwakili pimpinan perusahaannya, Hans J Hendrick. Sedangkan ITS diwakili Ketua Badan Kerjasama Inovasi dan Bisnis Ventura, Surya Widodo dan Pemkab Lamongan diwakili Bupati Fadeli.

“Dari tahapan yang sudah ada, direncanakan pembangkit ini sudah operasional di akhir tahun 2013. Saya harap agar Pemkab Lamongan member bantuan sepenuhnya agar semua tahapan terpenuhi sehingga di akhir tahun 2013 pembangkit listrik enceng gondok ini benar-benar sudah operasional dan berproduksi, “ ujar Fadeli dalam sambutannya.

Enceng gondok di Lamongan selama ini ini memang menjadi hama pengganggu yang sulit dicarikan solusinya. Di kawasan Bengawan Jero, mulai hulu hingga hilir ditutupi enceng gondok dengan ukuran yang sangat besar.

Keberadaan pembangkit energi terbarukan ini nampaknya juga bakal mendapat sokongan dari banyak pihak. Terlebih PBB sudah mengalokasikan dana sebesar US $ 100 miliar untuk insentif Negara-negara berkembang yang mau menurunkan emisi menggunakan energi terbarukan.

Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rahwat Witoelar saat melakukan penjurian Adipura Kencana di Lamongan beberapa waktu lalu mengungkapkan insentif dana global tersebut. Dikatakannya, dia sangat tertarik dengan rencana Pemkab Lamongan membangun pembangkit listrik dengan bahan baku enceng gondok dan sampah organik.

Karena itu, dia menjanjikan akan mengusulkan Lamongan mendapat dana insentif tersebut ketika berbicara dalam forum United Nation Climate Change (UNCC) di Jerman.

Keterangan lebih rinci terkait pembangkit listrik dengan bahan baku terbarukan, enceng gondok dan sampah organik itu disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup Sukiman. Dikatakannya, berdasar kajian Hyacinth Energy BV, enceng gondok di kawasan Bengawan Jero ternayata berpotensi sebagai bahan baku energi listrik.

Sedangkan jiika ditambah dengan sampah organik dari kegiatan domestik dan pertanian, akan mampu menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 10 megawatt. Disebutkannya, biaya pembangunan pembangkit listrik tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Pihak ITS mengupayakan penyediaan lahan dan Pemkab Lamongan memfasilitasi insentif kemudahan perijinan.

Pada tahap pertama, lanjut dia, listrik yang diproduksi mencapai 1 mega watt dengan kebutuhan bakan baku enceng gondok dan sampah organik 60 ton perhari. Sedangkan proses prosuksinya diklaim ramah lingkungan karena menghasilkan limbah padat berupa komposit organik yang bisa menjadi bahan pupuk organik dan limbah cairnya akan dijadikan air minum dalam kemasan.

“Untuk energi listrik yang dihasilkan, sudah ada kesepahaman dengan PT PLN yang bersedia membeli energi listrik tersebut.

MENDULANG DOLLAR DARI BUDIDAYA IKAN KERAPU BEBEK TEMBUS PASAR MANCANEGARA

Sebagai negara maritim, Indonesia kaya akan hasil laut, diantaranya ikan kerapu bebek, yang menjadi andalan devisa negara. Nilai ekonomis ikan kerapu bebek yang sangat tinggi, menarik minat para nelayan di wilayah Karimun Jawa, Jepara, Jawa Tengah untuk membudidayakanya. Di luar rasanya yang lezat, ikan yang dibudidayakan dengan jaring apung ini, diyakini sebagai makanan keberuntungan, terutama di negara Asia Timur.

Lokasi budidaya ikan kerapu bebek ini, berada di pesisir kepulauan karimun jawa, jepara, jawa tengah, tepatnya sepuluh mil dari Karimun Jawa yakni di pulau Sambangan. Dengan menggunakan metode keramba jaring apung, ikan yang bernilai ekonomis sangat tinggi ini berhasil dikembangbiakan. Harga perkilogramnya bisa mencapai tiga ratus hingga lima ratus ribu rupiah.

Untuk urusan pakan, ikan kerapu bebek biasa di beri pelet, secara rutin dua kali sehari. Bentuk ikan kerapu bebek cukup unik, moncongnya mirip bebek, dan badannya bertutul tutul hitam. Ikan jenis ini bila masih seukuran tujuh belas hingga dua puluh centimeter, juga bisa dijadikan ikan hias.

Dalam satu keramba biasanya terdapat sekitar tiga ratus ekor ikan kerapu bebek. Dalam sekali panen, nelayan yang membudidayakan ikan kerapu bebek mengaku dapat memperoleh hasil seratus lima puluh kilogram. Dari berbagai macam jenis ikan kerapu, ikan kerapu bebek menjadi primadona dan diekspor di asia timur, terutama Hongkong.

Bagi masyarakat Hongkong, ikan yang dimasak dengan cara dibakar atau diberi bumbu asem manis ini, dipercaya akan membawa hoki, bagi yang mengkonsumsinya. Tidak hanya Hongkong , negara asia timur lainnya seperti korea dan jepang pun menjadi sasaran ekspor ikan kerapu hasil budidaya nelayan Karimun Jawa ini .

Penggemukan ikan kerapu bebek sangat efektif menggunakan metode keramba jaring apung. Jaring jaring keramba ini di buat sendiri oleh nelayan setempat. Sedangkan untuk kerangka utama keramba terbuat dari pipa, atau kayu. Dengan metode keramba jaring apung, ikan ikan ini layaknya hidup di habitatnya sendiri, karena menyatu dengan laut.

PENEMUAN SITUS CANDI DAN KOLAM PEMANDIAN ZAMAN MAJAPAHIT

Situs purbakala bangunan candi dan kolam pemandian ditemukan di area situs Ngurawan Kabupaten Madiun Jawa Timur oleh para pengrajin batu bata. Situs ini diyakini merupakan peninggalan sejarah antara kerajaan jenggala dan Majapahit(21/05/2013.)

Struktur bangunan kolam pemandian dan candi terbuat dari batu bata dengan ukuran besar dan tampak masih cukup kokoh. Dilokasi ini warga juga menemukan batu arca namun sudah rusak diduga karena termakan usia. Sejumlah warga masih terus membersihkan dan menggali bangunan candi sehingga cukup menyita perhatian warga yang menyaksikan.

Temuan ini mengundang salah satu pemerhati dan juga peneliti cagar budaya di Madiun untuk melakukan kajian. Penelitian awal menyebutkan bangunan tersebut merupakan kolam pemandian dan candi tempat peribadatan umat hindu. Situs ini merupakan bagian dari situs ngurawan dan melengkapi penemuan sebelumnya yakni lingga yoni dan umpak batu.

Menurut legenda masyarakat daerah ini dan sejumlah bukti fisik berdasarkan corak bentuknya, mencirikan kebudayaan tiga zaman. Yakni mulai dari zaman kediri atau kerajaan Jenggala pada abad 10 masehi, zaman kerajaan majapahit pada abad 11 hingga 12 masehi serta zaman masuknya peradaban Islam sekitar abad 14 masehi.

Temuan ini telah dilaporkan ke pihak Balai Pelestarian Peninggala Purbakala Mojokerto guna dilakukan penelian lebih lanjut. Sejumlah warga kini menjaga penemuan benda purbakala ini karena khawatir dicuri para pemburu benda purbakala.

ESKRIM SEHAT BERBAHAN BAKU SAYUR-SAYURAN

Pasti banyak diantara anda yang gemar makan eskrim. Nah, sudah pernah mencoba eskrim rasa wortel, rasa mentimun atau bahkan rasa brokoli? Jika belum, maka eskrim buatan orang bandung ini patut anda coba. Eskrim ini murni berbahan baku nabati, jadi dijamin sehat dan tidak menyebabkan kegemukan.

Eskrim dengan berbagai bentuk pasti akan menggugah selera siapapun. Dengan rasa yang manis dijamin anda akan dengan enak menelannya. Rasa strawberi, coklat, atau vanila tentu sudah biasa di lindah Anda.

Tapi di kawasan lembang, kabupaten bandung barat, ada sebuah rumah makan yang menyediakan es krim dengan rasa sayur, sayuran dengan semua bahan baku berasal dari tumbuh-tumbuhan atau nabati. Terdapat 5 rasa yang menjadi andalan dari es krim ini yaitu rasa tomat, wortel, mentimun, kacang merah dan rasa jagung manis.

Cara pembuatan eskrim pun tidak sulit. Pertama-tama siapkan dahulu bahan-bahan yang dibutuhkan. Bahan utama adalah sayur-sayuran, kemudian gula, bubuk pengental, whip krim, sirup serta susu kedelai.

Sayur-sayuran telebih dahulu kita cuci dengan air mengalir untuk membuang kotoran yang biasa menempel di sayuran. Selanjutnya sayur tersebut dibuang ujung-ujungnya untung menghilangkan bagian yang muda karena cenderung terasa pahit. Lalu, sayur tersebut kita peras hingga keluar sari pati yang berupa cairan.

Untuk menjaga kebersihannya, maka sari pati sayur tersebut kemudian dimasak hingga mendidih. Sambil dimasukan bubuk pengental khusus. Lalu dinginkan, kemudian campurkan bahan-bahan lainnya, lalu aduk hingga, merata dan pindahkan ke wadah khusus., untuk mempercepat pengerasan simpan ke dalam lemari pendingin, kurang lebih selama 4 jam hingga es benar-benar membeku.

Jika sudah membeku maka, es bisa disajikan dengan toping pilihan anda sendiri. Dan tak lupa, buah cherry untuk mempermanis rasa.anda juga bisa memesan dengan berbagai paduan rasa.

Es krim rasa sayuran ini menjadi hidangan penutup favorit tamu-tamu di restoran yang terletak di kawasan sejuk, bandung utara tersebut. Rasanya unik bahkan disukai oleh anak-anak.

Ide awal pembuatan eskrim berasal dari anak pemilik restoran yang sangat suka makan sayur. Namun untuk memberikan variasi berbeda, maka media eskrim dijadikan sebagai pilihan untuk makan sayuran, selain karena eskrim banyak penggemarnya, juga karena proses produksinya yang mudah.

LUCUNYA KONTES KUCING SEHAT TINGKAT NASIONAL

Tak semua orang suka memelihara kucing. Di samping liar dan sering mengotori rumah, kucing juga kerap membawa penyakit yang membahayakan pemiliknya. Namun, kesan tersebut tidak tampak sama sekali saat kita menyaksikan kontes kucing sehat yang di gelar para pecinta kucing Nasional di Gresik Jawa Timur (19/05/2013.)

Bertempat di GOR Tri Dharma Petrokimia, Gresik, ratusan pecinta berlaga memperlihatkan kucing-kucing yang sehat, cantik dan lucu. Ratusan kucing berbagai jenis, mulai kucing persia, himalaya, eksotik hingga kucing kampung, ambil bagian dalam kontes kucing sehat yang di gelar para pecinta kucing yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Ada 2 jenis lomba dalam kontes kucing sehat kali ini, yakni kucing sehat dan kontes kucing. Untuk kucing sehat, tim juri menilai kesehatan kucing dari postur tubuh, warna bulu serta karakternya yang lucu. Sementara, untuk kontes kucing di nilai dari segi kesehatan dan bobotnya.

Sebelum mengikuti lomba, kucing-kucing ini terlebih dahulu di periksa kesehatannya, untuk memastikan jika kucing tersebut benar-benar bebas dari penyakit.

Menurut pemilik kucing, perawatan kucing-kucing ini hampir sama dengan merawat bayi manusia. Bahkan, mereka harus mengeluarkan biaya tidak sedikit terutama saat sakit dan pada saat proses melahirkan. “Suka dukanya sama dengan merawat bayi”, ujar Ela, salah seorang peserta asal Yogyakarta.

Kontes kucing yang di gelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun serikat karyawan petrokimia gresik ke 14 ini, di ikuti 117 kucing dari seluruh nusantara. Berbeda dengan pelaksaan kontes sebelumnya yang bersifat lokal, pelaksanaan kontes kali ini, lebih spesifik pada kucing-kucing sehat yang memiliki tingkat kelucuan dan bobot kesehatan prima.

Kontes kucing sehat yang di gelar secara rutin ini merupakan salah satu upaya menjadikan kucing sebagai binatang sehat, baik sehat bagi kucing maupun bagi pemiliknya.

SEPEDA BAMBU, MERIAHKAN KARNAVAL SEPEDA KUNO SE-NUSANTARA

Sepeda onthel saat ini banyak sekali jenisnya, diantaranya sepeda bambu. Sepeda bambu inipun, turun ke jalan ikut memeriahkan karnaval sepeda kuno se-Nusantara yang di gelar di Lamongan Jawa Timur. Bahkan, akar bambu pun di sulap menjadi aksesoris sepeda yang menawan pula (19/05/2013.)

Transportasi roda dua alias sepeda yang terbuat dari bambu ini, merupakan karya Ahmad Muhtaram, 53 tahun, warga Kecamatan Sepanjang Sidoarjo. Ahmad Muhtaram rela menempuh jarak lebih dari 60 puluh kilo untuk mengikuti karnaval sepeda kuno se-Nusantara Minggu Pagi yang di gelar dalam rangka Hari Jadi Lamongan ke 444. Sepeda kuno milik Ahmad Muhtaram ini, sempat di tawar sejumlah orang, dengan penawaran teringgi hingga 3 juta rupiah. Namun, pemilik sepeda tidak berniat menjual karyanya.

Ide pembuatan sepeda bambu ini bermula dari keinginan menciptakan kreatifitas sepeda lain dari pada yang lain. Di pilihlah bambu sebagai bahan dasar, lantaran bambu sering di pandang sebelah mata. Namun, pemilihan bambu ini bukan sembarangan. Ahmad Muhtaram memilih bambu bagian bawah atau masyarakat jawa menyebutnya bongkotan.

Sebelum di rangkai menjadi sepeda, bambu terlebih dahulu di rendam dengan air selama kurang lebih dua minggu, agar bambu semakin kuat.

Pembuatan sepeda bambu ini, sangat rumit, membutuhkan ketelatenan, dan daya fikir tinggi untuk menentukan kuat tidaknya bambu di tumpangi hingga berkilo kilo meter.

Bambu yang siap di rangkai, bapak tiga anak ini hanya membutuhkan lem, tali rotan dan mur serta baut. Perajin hanya menggunakan roda dan rantai asli, yang di gunakan pada sepeda pada umumnya. Meski menggunakan lem, rotan dan mur baut, proses perakitan inipun nampak rapi dan terlihat sempurna. Membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga minggu, untuk menyulap bambu menjadi sepeda bernilai jual tinggi.

Cara perawatannyapun tidak rumit. Pemilik sepeda hanya merawatnaya rutin, agar bambu tak mudah keropos. Pemilik sepeda juga memberikan pernis pada bambu, agar lebih kuat dan mengkilap jika di pandang dari kejauhan.

Ahmad Muhtaram juga menambahkan berbagai aksesoris sepeda yang terbuat dari akar kayu tersebut, seperti asesoris burung garuda yang telah di ciptakannya, dengan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Selain itu, rumah lampu sepeda terbuat dari tempurung kepala yang di buat sedemikian rupa seperti aslinya.

Sepeda bambu milik Ahmad Muhtaram di ikutkan dalam karnaval sepeda kuno se nusantara, yang di gelar dalam rangka ulang tahun paguyupan ontoseno yang ke-5, serta memperingati Hari Jadi Kota Lamongan ke 444.

Selain di ikuti sepeda bambu, karnaval sepeda bambu ini di ikuti sekitar 1.200 pencita sepeda kuno dari penjuru Indonesia, tak terkecuali dari Sulawesi dan Kalimantan.

PENEMUAN CANDI DI ATAS BUKIT, DIDUGA PENINGGALAN KERAJAAN AIRLANGGA

Sebuah candi ditemukan di area hutan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (18/05/2013.) Diperkirakan, candi tersebut di bangun pada abad sebelas zaman kerajaan Airlangga dan digunakan sebagai tempat pemujaan. Bahkan, ada dugaan merupakan ibu kota kerajaan Airlangga. Uniknya, ditengah candi tersebut terdapat bangunan semacam tempat air yang melingkar.

Lokasi penemuan candi tersebut berada di tengah hutan Pata’an, Dusun Motor Desa Pataan Kecamatan Sambeng, sekitar 55 kilo meter dari pusat kota Lamongan. Penemuan candi tersebut menggemparkan warga sekitar, karena lokasinya berada di lokasi persawahan warga setempat atau tepatnya di atas bukit, jauh dari pemukiman warga.

Dalam penelusuran dilokasi candi, bagian tepi candi tersebut terbuat dari batu kapur yang tersusun rapi. Masing-masing batu kapur panjangnya berkisar tiga puluh centimeter dan lebar dua puluh centimeter dengan ketebalan berkisar sepuluh hingga lima belas centimeter.

Di sisi lain, terdapat bebatuan hitam dan keras, serta terdapat pahatan khas zaman kerajaan kuno. Sedangkan, dibagian tengah candi terdapat semacam tempat Air yang melingkar yang diperkirakan sebagai petirtaan saat pemujaan. Dindingnya juga terbuat dari batu yang tersusun rapi. Bangunan tersebut, tersambung dengan bangunan aliran Air menuju ke luar candi. Sayangnya, bangunan yang di duga petirtaan tersebut, telah runtuh.

Sementara tak jauh dari lokasi di petirtaan, di temukannya sebuah potongan relief candi dengan pahatan pada zaman kerajaan jauh sebelum Majapahit.

Menurut supriyo, salah satu penemu candi, bangunan tersebut diperkirkan dibangun pada zaman kerajaan Airlangga pada abad sebelas masehi. Karena, di desa Pataan tersebut telah ditemukan prasasti patakan sebagai tanda zaman Airlangga, yang ktersebut telah disimpan di Musium Nasional Trowulan Mojokerto. “Sebelumnya sudah ada penemuan peninggalan zaman kuno”, ujar Supriyo, penemu candi.

Menurut Siswanto, kepala dusun motor desa pataan, sejak dulu candi tersebut disakralkan, sehingga sangat jarang warga yang mendatangi lokasi tersebut. Selain itu di sekitar area candi juga diperkirakan terdapat pemukiman kuno, karena warga sering kali menemukan gerabah serta pecahan guci kuno di sekitar candi.

Warga setempat, tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala melakukan eskavasi atau penggalian, sehingga struktur candi tersebut dapat terlihat secara utuh, sebagai tanda kebesaran kerajaan masa lalu di wilayah kabupaten Lamongan.

SENSASI MENIKMATI UDANG TERBANG ATAU BELALANG

Siapa sangka jika belalang yang selama ini menjadi ancaman petani, justru menjadi makanan khas di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Bahkan serangga jenis belalang kayu tersebut oleh kebanyakan orang disebut udang terbang.

Dimanapun tempat, belalang adalah salah satu jenis serangga yang merugikan bagi petani. Karena memakan segala jenis tanaman, sudah sewajarnya jika petani menganggapnya sebagai musuh besar mereka, selain ulat.

Tapi lain ceritanya bagi masyarakat Gunungkidul, Yogyakarta. Di daerah tersebut serangga jenis belalang kayu dan berwarna coklat ini, justru menjadi makanan khas yang gurih dan banyak diminati oleh masyarakat luas.

Banyak warga desa mijahan yang Setiap pagi hingga siang menjelang, mereka berkeliling ladang milik penduduk, untuk mencari belalang. Dalam hitungan jam, 400 sampai 500 ekor bisa ia dapatkan.

Usai berburu, belalang-belalang tersebut dibersihkan bulu sayapnya, direnteng dengan lidi, dan dijajakan di pinggir jalan. Harganya yang fantastis, yang mencapai rp. 400 per ekor, menjadikannya komoditi tersendiri, di wilayah perbukitan seribu ini.

Sejumlah warung makan di sepanjang jalan wonosari-semanu, tepatnya di kawasan pabrik di desa mijahan tersebut, biasa menyajikan menu belalang goreng.

Sebelum dimasak, isi perut belalang dibuang, dengan cara mematahkan batang lehernya dan isi perut ditarik keluar lalu dibuang. Usai dibersihkan kotorannya, belalang tersebut dicuci, dengan air hangat berulang kali.

Proses selanjutnya adalah menyiapkan bumbu, yang terdiri dari bawang putih, bawang merah dan garam. Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan belalang yang sudah dibersihkan dan digoreng. Proses penggorengan harus terus diaduk dan tentunya memakan waktu agak lama, mengingat kulit belalang sangat keras.

Jika belalang di penggorengan sudah berwarna merah hati, artinya belalang sudah matang dan siap disajikan.

Para penikmat belalang mengaku, selain rasanya seperti udang, digoreng hingga kering lebih terasa renyah. Sekalipun belum ada kejelasan, seberapa kandungan vitamin yang ada pada serangga berwarna coklat ini, namun orang mempercayai, belalang ini berprotein tinggi.

MENGOLAH LIMBAH KULIT KETELA DAN KULIT KACANG MENJADI PAKAN TERNAK

Limbah kulit ketela dan kacang biasanya hanya dibuang dan menjadi sampah. Namun, di tangan seorang pemuda asal Pati, Jawa Tengah, limbah buangan pabrik tersebut bisa diolah menjadi pakan ternak sapi bermutu dan bernilai jual tinggi.

Tumpukan sak yang ada di gudang milik Kalimi, Warga Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati adalah limbah kulit kacang yang dibuang pabrik makanan ringan. Di gudang lain adapula limbah kulit ketela hasil buangan dari pabrik tapioka.

Sepintas kedua limbah ini seperti tak bernilai. Bahkan sebagian masyarakat menganggap sampah yang mengotori lingkungan. Namun, siapa sangka dari kedua limbah inilah sebuah produk bernilai jual tinggi bisa diciptakan. Kalimi, bisa menyulap kedua limbah itu menjadi pakan ternak sapi yang bermutu dan bernilai jual tinggi.

Proses yang dilakukan cukup sederhana. Kedua limbah dicampur dan diaduk dengan tambahan beberapa bahan lain seperti bekatul dan biji jagung. Untuk mengurai bahan ini, digunakan bakteri pengurai e.m empat yang diciptakan sendiri oleh Kalimi dari buah-buahan busuk.

Hanya dalam waktu dua hari, proses fermentasi telah mencapai seratus persen dan dilanjutkan dengan penghalusan menggunakan mesin. Tahap akhir adalah pengepakan dalam karung sak ukuran lima puluh kilogram.

Kalimi yang merupakan lulusan sarjana muda, jurusan seni musik tersebut mengaku, ide membuat pakan ternak ini terdorong oleh keinginan membantu ayahnya menyediakan pakan bagi sapinya sepanjang musim. Dengan pengetahuan diperoleh secara otodidak dia akhirnya berhasil mengolah limbah pabrik kacang dan tapioka menjadi pakan ternak.

Menurut Kalimi, awalnya produk pakan ternak buatannya hanya dipakai peternak di desanya. Namun, seiring waktu produk pakan ternak Kalimi telah menyebar hingga ke boyolali dan yogyakarta. Bahkan hingga ke Bali dan beberapa pulau di luar Jawa. “Usaha ini jatuh bangun”, ujarnya.

Kini, dalam sebulan Kalimi memproduksi sedikitnya seratus delapan puluh ton pakan ternak dengan harga jual tujuh puluh ribu rupiah per sak, isi lima puluh kilogram.

NIKMATNYA PINDANG KAKAP KELAPA MUDA BAKAR

Pindang atau gulai ikan, mungkin sudah sangat lazim kita dengar. Tapi gulai ikan yang dibakar di dalam kelapa muda, mungkin ini jadi tidak lazim. Dan inilah menu unik di rumah Makan Ikan Bakar Haji Jujun di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu Jawa Barat.

Selain perpaduan kesegaran rasa manis, pedas dan asam, proses pembuatan dan penyajiannya menjadi keunikan dari pindang kakap kelapa muda. Rasa segar manis didapatkan dari air kelapa muda. Sementara rasa pedas dan asam diperoleh dari cabe rawit dan buah asam mentahnya.

Karena keunikan rasa dan proses penyajiannya inilah yang membuat setiap pembeli akan merasa ketagihan. Bahkan sejumlah pembeli yang berasal dari luar kota, mengaku masakan ini lezat dan unik.

Masakan ini menggunakan ikan kakap putih. Setelah bersih dicuci, ikan kemudian direbus. Sambil menunggu ikan matang, bumbu rempah-rempah berupa kunyit, jahe, lengkuas, ketumbar, sereh, bawang merah dan bawang putih pun dihaluskan. Cabe rawit juga ikut dihaluskan, untuk mendapatkan rasa pedas.

Bumbu pindang kemudian digoreng dengan minyak kelapa. Daun salam dan buah asam mentah juga dimasukkan untuk menambah aroma dan rasa bumbu pindang. Setelah mengeluarkan aroma harum, bumbu pindang disiram dengan air kelapa muda. Air kepala muda inilah, yang memberikan rasa segar dan manis dari bumbu pindang. Setelah mendidih, ikan yang sebelumnya telah direbus, direbus kembali hingga benar-benar matang dan bumbu pindang meresap ke dalam daging ikan.

Selama ikan direbus dengan bumbu pindang, kelapa muda yang telah dikerok daging buahnya, mulai dibakar diatas bara arang. Setelah air kelapa mulai terasa panas, ikan yang telah direbus dengan bumbu rempah, lalu dimasukkan ke dalam kelapa muda. Proses pembakaran ikan di dalam kelapa muda ini, berlangsung 15 hingga 20 menit. Setelah itu, pindang kakap kelapa muda pun siap disajikan. Untuk menggugah selera makan, pindang kakap ditaburi dengan bawang goreng.

Pembeli hanya cukup mengeluarkan 20 Ribu Rupiah untuk bisa mendapatkan masakan ini, plus satu piring nasi.

TRADISI LELANG KALUNG DEWI LAUT, PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Banyak cara di lakukan masyarakat Tionghoa dalam merayakan ulang tahun Dewi Makco Shiang Sing Boo atau dewi pnguasa laut. Di Gresik Jawa Timur, masyarakat Tionghoa malam ini (02/04/2013) merayakannya dengan menggelar lelang kalung dewi laut yang di percaya mampu membawa keberuntungan.

Sebagaimana perayaan sebelumnya, perayaan kelahiran dewi makco thiang siang sing boo atau dewi laut, di pusatkan di klenteng Tri Dharma di Jalan Setia Budi. Sejak sore, ratusan masyarakat Tionghoa asal gresik serta dari sejumlah kota di jawa timur, berkumpul untuk memanjatkan doa keselamatan dari berbagai musibah termasuk musibah laut.

Acara persembahyangan di lakukan di dalam klenteng seluas 1050 meter persegi yang di bangunan pada tahun 1981 masehi yang saat ini merayakan ulamg tahun ke 373 tahun. Masyarakat Tionghoa juga memasang sesajian berupa telur merah dan sejumlah kue untuk di persembahakan pada dewa dewi yang ada dalam klenteng, seperti dewi bumi, dewi rejeki dan dewi kwuan im, atau dewi belas kasih.

Acara kemudian di lanjutkan dengan prosesi lelang 5 kalung emas jenis liontin yang masing-masing memiliki berat antara 9 hingga 20 gram. Kalung-kalung ini, sebelumnya di kenakan pada patung Dewi Makco Thiang Siang Sing Boo selama 1 sampai 5 tahun.

Bagi masyarakat Tionghoa, kalung emas yang di dalamnya terdapat tulisan luk luk sho yang artinya keberuntungan rejeki dan panjang umur ini, di percaya mampu mendatangkan keberkahan dan keberuntungan dalam menjalankan usaha, karena telah di kalungkan pada patung dewi selama 1 tahun lamanya.

“Rata-rata, yang ikut lelang adalah anggota kita yang sukses dalam usahanya sebagai rasa syukur”, ungkap Budi Prasetyo Tejo, Ketua Klenteng.

Karena kepercayaannya pada keberuntungan, peserta lelang berani membeli kalung dengan harga mahal. 1 buah kalung seberat 8,350 gram misalnya laku terjual 9,1 juta rupiah. Sementara, kalung seberat 13,300 gram laku terjual 13, 5 juta rupiah.

Masyarakat Tionghoa sendiri merayakan kelahiran Dewi Makco Thiang Siang Sing Boo ini bukan hanya sekedar beribadah saja. Tapi lebih dari itu, adalah mempererat kerjasama budaya dengan budaya masyarakat tanah jawa.