PENEMUAN CANDI DI ATAS BUKIT, DIDUGA PENINGGALAN KERAJAAN AIRLANGGA

Sebuah candi ditemukan di area hutan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (18/05/2013.) Diperkirakan, candi tersebut di bangun pada abad sebelas zaman kerajaan Airlangga dan digunakan sebagai tempat pemujaan. Bahkan, ada dugaan merupakan ibu kota kerajaan Airlangga. Uniknya, ditengah candi tersebut terdapat bangunan semacam tempat air yang melingkar.

Lokasi penemuan candi tersebut berada di tengah hutan Pata’an, Dusun Motor Desa Pataan Kecamatan Sambeng, sekitar 55 kilo meter dari pusat kota Lamongan. Penemuan candi tersebut menggemparkan warga sekitar, karena lokasinya berada di lokasi persawahan warga setempat atau tepatnya di atas bukit, jauh dari pemukiman warga.

Dalam penelusuran dilokasi candi, bagian tepi candi tersebut terbuat dari batu kapur yang tersusun rapi. Masing-masing batu kapur panjangnya berkisar tiga puluh centimeter dan lebar dua puluh centimeter dengan ketebalan berkisar sepuluh hingga lima belas centimeter.

Di sisi lain, terdapat bebatuan hitam dan keras, serta terdapat pahatan khas zaman kerajaan kuno. Sedangkan, dibagian tengah candi terdapat semacam tempat Air yang melingkar yang diperkirakan sebagai petirtaan saat pemujaan. Dindingnya juga terbuat dari batu yang tersusun rapi. Bangunan tersebut, tersambung dengan bangunan aliran Air menuju ke luar candi. Sayangnya, bangunan yang di duga petirtaan tersebut, telah runtuh.

Sementara tak jauh dari lokasi di petirtaan, di temukannya sebuah potongan relief candi dengan pahatan pada zaman kerajaan jauh sebelum Majapahit.

Menurut supriyo, salah satu penemu candi, bangunan tersebut diperkirkan dibangun pada zaman kerajaan Airlangga pada abad sebelas masehi. Karena, di desa Pataan tersebut telah ditemukan prasasti patakan sebagai tanda zaman Airlangga, yang ktersebut telah disimpan di Musium Nasional Trowulan Mojokerto. “Sebelumnya sudah ada penemuan peninggalan zaman kuno”, ujar Supriyo, penemu candi.

Menurut Siswanto, kepala dusun motor desa pataan, sejak dulu candi tersebut disakralkan, sehingga sangat jarang warga yang mendatangi lokasi tersebut. Selain itu di sekitar area candi juga diperkirakan terdapat pemukiman kuno, karena warga sering kali menemukan gerabah serta pecahan guci kuno di sekitar candi.

Warga setempat, tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala melakukan eskavasi atau penggalian, sehingga struktur candi tersebut dapat terlihat secara utuh, sebagai tanda kebesaran kerajaan masa lalu di wilayah kabupaten Lamongan.

0 comments:

Post a Comment