TRADISI LELANG KALUNG DEWI LAUT, PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Banyak cara di lakukan masyarakat Tionghoa dalam merayakan ulang tahun Dewi Makco Shiang Sing Boo atau dewi pnguasa laut. Di Gresik Jawa Timur, masyarakat Tionghoa malam ini (02/04/2013) merayakannya dengan menggelar lelang kalung dewi laut yang di percaya mampu membawa keberuntungan.

Sebagaimana perayaan sebelumnya, perayaan kelahiran dewi makco thiang siang sing boo atau dewi laut, di pusatkan di klenteng Tri Dharma di Jalan Setia Budi. Sejak sore, ratusan masyarakat Tionghoa asal gresik serta dari sejumlah kota di jawa timur, berkumpul untuk memanjatkan doa keselamatan dari berbagai musibah termasuk musibah laut.

Acara persembahyangan di lakukan di dalam klenteng seluas 1050 meter persegi yang di bangunan pada tahun 1981 masehi yang saat ini merayakan ulamg tahun ke 373 tahun. Masyarakat Tionghoa juga memasang sesajian berupa telur merah dan sejumlah kue untuk di persembahakan pada dewa dewi yang ada dalam klenteng, seperti dewi bumi, dewi rejeki dan dewi kwuan im, atau dewi belas kasih.

Acara kemudian di lanjutkan dengan prosesi lelang 5 kalung emas jenis liontin yang masing-masing memiliki berat antara 9 hingga 20 gram. Kalung-kalung ini, sebelumnya di kenakan pada patung Dewi Makco Thiang Siang Sing Boo selama 1 sampai 5 tahun.

Bagi masyarakat Tionghoa, kalung emas yang di dalamnya terdapat tulisan luk luk sho yang artinya keberuntungan rejeki dan panjang umur ini, di percaya mampu mendatangkan keberkahan dan keberuntungan dalam menjalankan usaha, karena telah di kalungkan pada patung dewi selama 1 tahun lamanya.

“Rata-rata, yang ikut lelang adalah anggota kita yang sukses dalam usahanya sebagai rasa syukur”, ungkap Budi Prasetyo Tejo, Ketua Klenteng.

Karena kepercayaannya pada keberuntungan, peserta lelang berani membeli kalung dengan harga mahal. 1 buah kalung seberat 8,350 gram misalnya laku terjual 9,1 juta rupiah. Sementara, kalung seberat 13,300 gram laku terjual 13, 5 juta rupiah.

Masyarakat Tionghoa sendiri merayakan kelahiran Dewi Makco Thiang Siang Sing Boo ini bukan hanya sekedar beribadah saja. Tapi lebih dari itu, adalah mempererat kerjasama budaya dengan budaya masyarakat tanah jawa.

0 comments:

Post a Comment