SISWA CIPTAKAN BECAK WISATA TENAGA SURYA GUNAKAN SISTEM GPS

Kendaraan yang memanfaatkan tenaga surya dengan menggunakan solar cell sudah banyak ditemui dalam berbagai bentuk dan model. Terbaru, siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Lamongan Jawa Timur, merakit kendaraan wisata tenaga surya yang dinamai Beta Gaya atau Becak Wisata Tenaga Surya yang juga di lengkapi fasilitas Wi-Fi.

Melihat tampilan fisik kendaraan rakitan tersebut memang belum bisa disebut indah. Lebih menyerupai “becak cinta” yang sedang ngetren. Namun sebagai kendaraan tenaga surya yang mampu dirakit siswa, usaha mereka patut di apresiasi.

Pembuatan kendaraan itu di awali keprihatinan, semakin tipisnya cadangan minyak bumi dan tingkat polusi yang tinggi akibat penggunaan BBM fosil.

Beta gaya, sumber tenaganya berasal dari empat panel surya, solar cell yang masing-masing memiliki kapasitas 12 volt dan 10 ah. Sementara penggeraknya menggunakan dua motor listrik yang masing-masing berkapasitas 500 watt. Tenaga yang didapat dari panel surya itu disimpan dalam 4 aki dengan kapasitas masing-masing 12 volt dan 10 ah.

Kendaraan dengan panjang total 290 cm tersebut, diklaim bisa melaju hingga 50 kilometer perjam. Ketika dimuati maksimal, 4 penumpang, kendaraan ini menurut dia bisa digunakan hingga jarak 80 kilometer.

Wakil Kesiswaan SMKN 2 Lamongan Suwito menegaskan, ide untuk merakit becak tenaga surya ini, bermulah dengan akan naiknya harga bahan bakar minyak. Selain menggunakan bahan bakar tenaga surya, betagaya ini sudah menggunakan sistem GPS yang di gunakan sebagai petunjuk rah kepada siapa yang tidak tahu jalan.

Sementara itu, beta gaya mempunyai beberapa keunggulan, di antara di dalamnya ada audio video dan bisa melaju dengan kecepatan 50 kilometer perjam. Dalam pembuatan sebuah becak tenaga surya ini membutuhkan waktu sekitar 25 hari.

Becak tenaga surya ini akan di gunakan sebagai becak wisata dan di rencanakan untuk menggantikan becak motor. Apalagi, becak tenaga surya ini sebagai upaya membantu Pemerintah untuk menciptakan sarana transportasi rakyat yang murah dan ramah lingkungan di masa mendatang.

0 comments:

Post a Comment