FESTIVAL LAMPION DAMAR KURUNG KHAS GRESIK

Jika masyarakat China mempunyai lampion khas, maka msyarakat Gresik Jawa Timur juga memiliki lampion serupa yang tak kalah cantik. Lampion tersebut bernama ‘Damar Kurung’. Namun, karena nyaris punah, sejumlah pegiat mencoba melestarikannya melalui festival lampion damar kurung.

Damar kurung, merupakan lampion dari kertas dengan kerangka bambu yang sisi-sisinya dipenuhi dengan lukisan dan merupakan karya seni tradisional asli dari Gresik. Karya seni lukis lampion ini mempunyai desain yang unik, berkarakter polos kekanak-kanakan, digambar miring seperti tokoh pewayangan, berhias warna terang kuning, merah, hijau dan merah jambu.

Dahulu, damar kurung dipesan orang saat menjelang bulan Ramadhan, sebagai penerang jalan dan rumah. Sekarang damar kurung hanya menjadi sebuah hiasan, bahkan masyarakat gresik sendiri kini banyak yang tidak mengenal dan memahami fungsi serta maknanya. Karena itu, sejumlah pegiat budaya mencoba memperkenalkannya melalui sebuah festival di Jalan Jaksa Agung Suprapto kota Gresik selama 3 hari, mulai tanggal 19 hingga 21 Juli 2013.

Selama festival, lampion damar kurung di pasang berjejer hingga membuat suasana lebih indah dan tradisional. Di samping itu, di gelar pula kegiatan melukis damar kurung raksasa di atas kain seluas 5 kali 2 meter persegi.

Warga yang hadir baik ibu-ibu dan anak-anak ambil bagian dalam melukis damar kurung. Sebagaimana lukisan damar kurung yang bercerita tentang kehidupan masyarakat gresik, kegiatan keseharian, pasar tradisional, upacara keagamaan hingga program pemerintah, warga pun bebas melukis cerita yang di atas kain tersebut.

“Jadi, dari sisi sejarahnya, damar kurung memang dangat dekat dengan masyarakat”, ujar Kris Aji( Panitia Festival dan Budayawan).

Kedepan, panitia berencana menggelar secara serupa setiap tahun guna meramaikan bulan Ramadhan sebagai moment memperkenalkan budaya lokal pada masyarakat luas.

0 comments:

Post a Comment