SISWA TEMUKAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF DARI LIMBAH POPOK BAYI

Naiknya harga bahan bakar minyak, memicu berbagai penelitian utnuk mengembangkan bahan bakar alternatif. Salah satunya adalah bahan bakar gas etanol berbahan limbah popok bayi karya siswa SMA di Gresik Jawa Timur, hingga berhasil memperoleh penghargaan sebagai duta lingkungan hidup (02/07/2013.)

Adalah Khoruz Fatin Shidqia, siswi kelas XII IPA SMA Hidayatus Salam desa Lowayu Kecamatan Dukun yang sukses menemukan energi alternatif berupa gas etanol dari limbah popok bayi yang selama ini di anggap sebagai sampah tak berharga.

Ide awal penelitian ini berangkat dari banyaknya sampah popok bayi yang dibuang percuma di tempat sampah. Padahal, kapas dalam popok mengandung unsur zat selulosa yang bisa di jadikan sebagai energi alternatif ditengah naiknya harga BBM. Tak tanggung-tanggung, berkat hasil karyanya ini, Fatin terpilih sebagai duta lingkungan hidup tingkat Kabupaten Gresik.

Proses awal pembuatan energi gas etanol adalah dengan memisahkan kapas dalam popok bayi. Pemisahan kapas ini di lakukan dengan cara manual menggunakan gunting. Selanjutnya, kapas popok di masukkan dalam botol berisi air lalu ditambahkan caian mikroba, yakni cairan kimia pengurai bakteri. Setelah itu, di tambahkan ragi, atau serbuk pembuat tape pohong ke dalam botol tersebut untuk mempermudah proses pemisahan etanol. Setelah semua bahan tercampur, botol ini kemudian di kocok berulang-ulang agar semua bahan tercampur dengan sempurna.

Proses selanjutnya adalah membakar campuran tadi dalam sebuah botol lain. Nah! Uap dari proses pembakaran tsb adalah gas etanol. Gas etanol itu disalurkan melalui selang untuk ditampung dalam botol lain. Proses ini bisa memakan waktu lama, tergantung banyaknya cairan.

Menurut Fatin, teknik penyaringan gas atanol ini sangat mudah dan bisa di lakukan siapa saja yang ingin mendapatkan energi alternatif. “Proses penyaringan ini menggunakan teknik festilasi, yakni menyaring gas selulosa dengan memanfaatkan uap panas”, ujarnya Fatin.

Sejauh ini, Fatin telah mencoba menghidupkan kompor gas Elpiji menggunakan gas etanol serta menggerakkan motor, meski dalam skala kecil.

Sementara itu, pihak sekolah akan terus mendorong fatin untuk terus mengembangkan penemuannya. Menurut Kepala SMA Hidayatus Salam, Misbahul Munir, hasil penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan hingga harus dibenahi. Namun, dengan hasil yg ada, penemuan Fatin sudah cukup membantu masyarakat, di tengah naiknya harga bahan bakar minyak.

0 comments:

Post a Comment