This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

MENGOLAH RAJUNGAN MENJADI PRODUK KEMASAN BERNILAI JUAL TINGGI

Rajungan sebagai salah satu hasil laut ternyata tak hanya dijual dalam bentuk mentahan asaja. Produk khas daerah pesisir ini juga bisa diolah menjadi produk jadi yang lebih bernilai ekonomi dan memberikan keuntungan lebih bagi pelaku usaha tersebut. Namun faktor ketersediaan bahan baku dan modal membuat pengusaha produk olahan rajungan skala kecil ini tidak dapat berkembang.

Salah satu pengolahan rajungan skala rumah tangga yang telah berjalan yakni milik Legirah di pesisir pantai utara desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Selain menampung berbagai jenis ikan, Legirah juga menerima rajungan dari para nelayan tradisional. Hasil rajungan yang diterima bisa dijual mentah dengan harga Empat Puluh Lima Ribu Rupiah, perkilogram.

Namun, hewan yang masih satu famili dengan kepiting ini juga bisa diproses menjadi produk olahan yang lebih bernilai. Hal ini telah dilakukan Legirah dan mampu memberikan nilai tambah bagi usahanya. Dengan dibantu pekerja dari lingkungan sekitar, pengusaha wanita ini mengolah rajungan menjadi berbagai macam produk.

Caranya cukup sederhana, rajungan dipisahkan perbagian dari kaki, cangkang dan dagingnya. Dari kakinya, dihasilkan produk yang disebut jumbo dan pecahan jumbo. Sedangkan dari cangkangnya dibikin produk yang dinamakan elang dan kembang.

Menurut Legirah, harga jual rajungan jika dijual mentahan paling tinggi mencapai empat puluh lima ribu. Namun, jika diproses menjadi produk olahan, harga perkilogram bisa mencapai tiga kali lipat atau seratus lima puluh tiga ribu perkilogram.

Dalam hal pemasaran, ibu Legirah tidak banyak mengalami kendala karena produk bikinannya langsung diambil perusahaan-perusahaan besar di Surabaya dan Jakarta.

Yang menjadi kendala bagi Legirah adalah bahan baku. Minimnya suplai bahan baku dari nelayan setempat membuat Legirah harus berupaya mendatangkan dari luar daerah. Untuk melakukan terobosan ini Legirah dihadapkan pada kendala permodalan yang terbatas.

KOPI TERBALIK, MINUMAN KHAS PESISIR ACEH BARAT

Aceh terkenal dengan kopinya. Dikabupaten aceh barat misalnya, banyak cafe dipesisir pantai menyajikan kopi aceh dengan cara yang unik, selain nikmat, cara meminumnya juga khusus, yakni disajikan dengan wadah gelas terbalik, sehingga minuman ini disebut kopi terbalik.

Cafe-cafe dipantai Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, saban sore selalu ramai pengunjung, selain untuk melepas lelah setelah seharian bekerja, rata-rata pengunjung datang ke pantai tersebut untuk menikmati kopi terbalik, minuman khas warga pesisir pantai Aceh Barat.

Disebut kopi tebalik karena minuman ini disajikan dengan gelas yang terbalik, penyajian dengan cara yang berbeda ini, membuat rasa kopi tebalik berbeda dari rasa kopi pada umumnya, panas yang terkurung didalam gelas menjadikan larutan kopi terasa lebih nikmat sampai tetes terakhir diteguk dari gelas.

Selain warga kabupaten aceh barat, pengunjung cafe-cafe dipesisir pantai ini juga banyak yang berasal dari luar daerah, para pengunjung biasanya datang bersamakeluarga atau teman, dihari-hari libur pengunjung yang datang bisa lebih ramai, tiga hingga empat kali lipat dari hari biasa.

Para pengunjung mengaku, ia rutin datang ke cafe-cafe pesisir Suak Ribee untuk menikmati kopi tebalik, dalam seminggu setidaknya tiga hingga empat kali ia datang, bersama keluarga atau rekan-rekan kerjanya.

Membuat kopi tebalik tidaklah rumit, bahan dasar pembuatannya sama seperti minuman kopi pada umumnya, yaitu gula dan kopi.

Namun, untuk membuat segelas kopi tebalik dengan cita rasa khas, serbuk kopi harus berasal dari kopi Aceh asli, yang digiling kasar, diseduh dengan air panas bersuhu didih, aduk minimal 2 menit, lalu gelas kopi diletakkan pada sebuah piring saji lalu dibalik.

Zulhakim, salah seorang pemilik cafe mengatakan, cara menyeduh kopi terbalik ini ia dapatkan dari kebiasaan masyarakat pesisir Suak Ribee. Awalnya penyajian kopi dengan gelas yang dibalik ini dimaksudkan agar kopi tidak segera dingin dihembus angin laut. “Karena cara ini terbukti menambah nikmat cita rasa kopi, warga pun berinisiatif membuka bisnis dengan mendirikan cafe-cafe disepanjang pesisir pantai“, ujar Zulhakim.

Selain cara penyajian kopi yang tak biasa, cara meminum kopi tebalik juga unik. Untuk mengeluarkan air dari gelas yang tertelungkup diperlukan cara khusus, sedotan harus dihembus terlebih dahulu, agar gelembung-gelembung udara mengeluarkan kopi dari dalam gelas sedikit demi sedikit, baru kemudian kopi bisa disedot. Tertarik mencoba?

MENIKMATI BURAS LUMBAH, LEPAT KHAS HULU SUNGAI KALIMANTAN

Anda penggemar masakan berbahan lontong, cobalah makanan khas yang satu ini, namanya buras lumbah. Lontong yang mirip dengan Lepet di daerah Jawa Barat tersebut merupakan menu wajib masyarakat Hulu Sungai di Kalimantan Selatan setiap Hari Raya. Buras tersebut disajikan hanya dengan menggunakan bumbu sambal kacang yang gurih dan nikmat.

Buras atau bubur beras, mungkin bukan merupakan makanan yang asing bagi anda. Sebab bentuknya mirip dengan lepeut yang ada di daerah jawa barat. Bedanya Buras ini ukurannya lebih besar. Karena itulah disebut Buras Lumbah, yang artinya buras lebar atau besar. Karena ukurannya yang besar, maka untuk satu potong buras, perut anda sudah bisa merasakan kenyang.

Bedanya dengan Lepeut di Jawa Barat, Buras dibuat dengan terlebih dahulu mengadon beras menjadi bubur menggunakan santan kental dan daun pandan. Bubur kental kemudian dibalut dengan daun pisang yang sudah dipanaskan diatas api, sehingga menimbulkan aroma dan cita rasa yang legit dan khas.

Setelah balutan daun pisang diikat, Buras kemudian direbut selama lebih dari 4 jam agar tahan lama. Sedangkan bumbu sambal kacang setelah diracik kemudian harus dimasak.

Untuk satu potong Buras harganya relative murah, hanya 4 ribu rupiah atau satu tangkup (berisi dua potong ), plus secangkir teh manis yang hangat seharga 11 ribu rupiah. Mau mencoba, silahkan singgah ke Kedai Happy di jalan Cempaka Sebelas Banjarmasin.

WISATA DOKARAN, ALTERNATIF LIBURAN KELUARGA SELAMA LEBARAN

Wisata dokaran atau berwisata keliling kota dengan naik andong menjadi liburan alternatif keluarga selama merayakan hari raya idul fitri, di Gresik, Jawa Timur. Wisata dokaran yang hanya ada setahun sekali di hari lebaran ini, akan mengantarkan anda berkeliling menikmati pemandangan kota Gresik dengan hanya merogok kocek 70 Ribu Rupiah (13/08/2013.)

Setiap tahun, tepatnya setelah sehari setelah perayaan hari raya Idul Fitri di Gresik, terdapat tradisi wisata dokaran atau wisata andong. Puluhan andong yang awalnya digunakan sebagai angkutan wisata religi Sunan Giri, kini bisa anda temukan di sepanjang jalan alun-alun kota Gresik.

Wisata dokaran ini, bisa menjadi alternatif hiburan keluarga yang menyenangkan. Andong-andong tersebut akan membawa anda berkeliling menyusuri sudut-sudut kota gresik, mulai dari mengelilingi alun-alun kota Gresik, Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Veteran, Wisma Ahmad Yani dan kembali lagi ke alun-alun kota Gresik.

Untuk bisa menggunakan wisata andong ini, anda harus menyewanya dengan harga 70 Ribu Rupiah, Anda sudah bisa jalan-jalan bersama keluarga menikmati pemandangan kota Gresik. Penumpang juga bisa berbelanja dan menikmati makanan khas Gresik, lokasi sesuai dengan keinginan.

Jika anda hendak naik andong, disyarankan harus pintar-pintar menawar pada sang kusir. Jika Anda pintar menawar, maka anda bisa menggunakan jasa andong ini dengan harga lebih murah.

Rosi, salah satu penumpang andong mengatakan, tradisi wisata dokaran ini ada setiap tahun usai lebaran idul fitri sambil mengajak anak dan saudaranya untuk menikmati perjalanan mengelilingi kota. “Lumayan bisa berwisata keliling kota bersama anak-anak”, ujarnya.

Dengan adanya wisata andong ini, pendapatan para kusir andong bisa meningkat 3 kali lipat dibanding hari-hari biasa sebagai angkutan wisata sunan giri. Biasanya hanya mendapatkan 100 ribu, kini dalam sehari para kusir andong ini mampu membawa pulang hingga 300 Ribu Rupiah.

Meski hanya berlangsung 7 hari pasca lebaran, warga kota gresik merasa terhibur dengan paket wisata keliling kota yang hanya ada setahun sekali ini.