MENYULAP KACA KRISTAL MENJADI BERAGAM SOUVENIR CANTIK

Kaca kaca kristal, menggoreskan berjuta pengalaman berharga, dalam kehidupan sujud setyo budi, 35 tahun, seorang seniman kaca kristal asal Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti Gresik, Jawa Timur. Perajin seni yang merintis usahanya mulai dari nol, kini mulai menikmati jerih payahnya, karena omset penjualannya telah mencapai 10 juta rupiah, perbulan.

Kegiatan pengolahan kaca pyrex atau kristal, menjadi beragam produk karya seni cantik yang semua prosesnya dilakukan secara manual, memanfaatkan keterampilan tangan dan tidak menggunakan alat cetak sedikitpun melalui semburan panasnya api yang dihasilkan gas elpiji dan gas oksigen.

Sujud setyobudi sudah 12 tahun menekuni seni kaca pyrex, dengan lincah memainkan jemari tanganya, mengolah kaca pyrex, menjadi baragam karya seni cantik, diantaranya cenderamata, piala, miniatur patung, hingga pernak-pernik hiasan rumah.

Hanya mengandalkan imajinasi, dan kekuatan pikiran, lelaki yang sudah dikaruniai dua orang anak ini, cukup mahir mewujudkan baragam produk karya seni, mulai dari miniatur kapal dewaruci, rusa bawean, delman, patung yos sudarso, ular naga, kaligrafi dan beragam jenis hewan lainnya.

Sujud Setyobudi, mengatakan, memulai usaha seni kaca pyrex, setelah tempat kerjanya di rumah usaha kerajinan kaca pyrex, milik warga negara Malaysia gulung tikar, karena rendahnya minat masyarakat terhadap seni kaca pyrex saat itu.

“Sejak itu saya memulai usaha dan hingga saat ini, sambutan pasar cukup bagus”, ujar Sujud.

Selama hampir satu tahun, sujud setyobudi, terpaksa bekerja serabutan. Pada tahun 2001, dia nekad memberanikan diri dengan membuka usaha kerajinan seni kristal, bernama kaca kract collection dengan memanfaatkan rumah mungilnya.

Produk karya seni kaca kristal yang dia hasilkan, akhirnya mendapatkan sambutan antusias masyarakat. Sekali mengikuti pameran, rata-rata menerima pesanan hingga mencapai jutaan rupiah. Bahkan, omset penjualannya kini mencapai 10 juta rupiah.

0 comments:

Post a Comment