PABRIK LISTRIK ENCENG GONDOK SEGERA DIBANGUN

Bupati Lamongan memastikan pembangunan pembangkit listrik dengan bahan baku terbarukan dari enceng gondok dan sampah organik akan dibangun di Lamongan. Hal itu disampaikannya seusai menerikma kunjungan perwakilan Hyacinth Energy BV dari Amsterdam Hans J Hendrick kemarin (06/11/2013) di Guest House Pemkab Lamongan.

“Saya pastikan pembangunan pabrik pembangkit listrik dengan bahan baku enceng gondok akan dilaksanakan awal tahun depan. Saat ini semua persiapannya sedang dimatangkan, termasuk kesiapan administrasi, “ ujar Fadeli.

Ditambahkan olehnya, kedatangan Hans J Hendrick tersebut juga dalam rangka melengkapi persyaratan administrasi yang diminta lembaga donor pembangunan pembangkit listrik. “Untuk tanah tidak ada masalah. Luasan lahan yang dibutuhkan sudah tersedia, “ imbuh Fadeli.

Hans J Hendrick seusai diterima Bupati Fadeli kemudian meninjau fasilitas yang ada di Badan Penanaman Modal dan Perijinan setempat. Kunjungan itu dilakukannya sebagai bahan pendukung administratif terkait kemudahan perijinan yang diberikan Pemkab Lamongan.

Seperti diketahui, Mei lalu telah ditandatanganin nota kesepakatan bersama, Memorandum of Understanding (MoU), antar Pemkab Lamongan dengan Hyacinth Energy BV dari Amsterdam Belanda bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) di Guest House Pemkab Lamongan.

Hyacinth Energy BV dalam kesempatan itu diwakili pimpinan perusahaannya, Hans J Hendrick. Sedangkan ITS diwakili Ketua Badan Kerjasama Inovasi dan Bisnis Ventura, Surya Widodo dan Pemkab Lamongan diwakili Bupati Fadeli.

Enceng gondok di Lamongan selama ini ini memang menjadi hama pengganggu yang sulit dicarikan solusinya. Di kawasan Bengawan Jero, mulai hulu hingga hilir ditutupi enceng gondok dengan ukuran yang sangat besar.

Sementara berdasar kajian Hyacinth Energy BV, enceng gondok di kawasan Bengawan Jero ternayata berpotensi sebagai bahan baku energi listrik. Ditambah dengan sampah organik dari kegiatan domestik dan pertanian, akan mampu menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 10 megawatt.

Biaya pembangunan pembangkit listrik tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Pihak ITS mengupayakan penyediaan lahan dan Pemkab Lamongan memfasilitasi insentif kemudahan perijinan.

Pada tahap pertama, lanjut dia, listrik yang diproduksi mencapai 1 mega watt dengan kebutuhan bakan baku enceng gondok dan sampah organik 60 ton perhari. Sedangkan proses prosuksinya diklaim ramah lingkungan karena menghasilkan limbah padat berupa komposit organik yang bisa menjadi bahan pupuk organik dan limbah cairnya akan dijadikan air minum dalam kemasan.

0 comments:

Post a Comment