MENDULANG RUPIAH DENGAN BERTERNAK SEMUT RANGRANG

Budidaya semut rangrang, nampaknya masih terdengar aneh. Namun di Desa Kajor, Imogiri Bantul, Yogyakarta sejumlah pemuda desa telah membudidayakan semut rangrang hingga menghasilkan jutaan rupiah perbulannya. Selain menjual sarang semut rangrang, pembudidaya juga menjual telur semut rangrang yang dikenal dengan nama Kroto yang harganya mencapai seratus ribu rupiah perkilogramnya.

Setiap pagi hari Giyadi dan Ponidi, warga Kajor Wetan, Imogiri Bantul, Yogyakarta memberi makan dan minum ribuan semut rangrang yang ditempatkan dalam toples. Makanan semut rangrang cukup mudah yakni ulat dan berbagai macam serangga. Bahkan tulang ayam pun dimakan oleh semut rangrang.

Dulu, sebelum melakukan budidaya semut dengan menggunakan toples, Warga Kajor keliling dari desa ke desa mencari sarang semut rangrang untuk diambil telurnya yang sering disebut Kroto. Warga Kajor mencari telur semut rangrang dengan alat sosrok yang terbuat dari bambu. Telur semut rangrang berwarna putih seperti buliran nasi. Harga telur semut rangrang atau kroto yang digunakan untuk makanan burung cukup tinggi. Sekarang ini harganya mencapai seratus ribu rupiah lebih.

Seiring berjalannya waktu, sarang semut rangrang semakin jarang, maka warga Kajor Imogiri Bantul mencoba beternak semut yakni dengan cara memindahkan sarang semut rangrang yang ada di pohon ke toples. Setelah melalui berbagai macam ujicoba selama 4 bulan akhirnya diketahui cara yang mudah dan efektif, yakni sarang semut rangrang dipotong dengan gunting yang telah didesain untuk memotong dahan pohon dengan menggunakan bambu yang panjang.

Sarang semut rangrang yang sudah dipotong dimasukkan dalam kotak penampung yang kemudian diberi toples. Di setiap sarang ada pemimpin semut yang menjadi panutan. sehingga ketika pemimpin semut masuk toples maka semua semut mengikutinya. Agar semut tidak lari keluar kotak yang terbuat dari kayu triplek maka alasnya diberi air.

Hanya dalam waktu kurang dari satu minggu semut rangrang akan bersarang di Toples seperti ini. Ribuan semut akan membuat sarang berwarna putih seperti ini dari air liur semut. Setelah sarang terbentuk maka semut akan bertelur dan berkembang biak. Sebagian telur rangrang atau kroto diambil dan dijual. Selain menjual telur semut rangrang atau kroto, peternak semut juga menjual semut beserta sarangnya untuk dibudidayakan atau diternak.

Satu toples sarang semut rangrang yang sudah banyak telurnya dijual dengan harga 100 ribu rupiah. Dalam satu bulan, Giyadi dan Ponidi yang memiliki beberapa tempat ternak semut rangrang dapat menghasilkan 2,5 juta rupiah. Jauh lebih banyak dibandingkan ketika berburu mencari telur semut rangrang. Sebab ketika berburu sering tidak mendapatkan telur yang banyak. Rata - rata perhari hanya mendapatkan 20 ribu rupiah.

0 comments:

Post a Comment