ASYIKNYA BERWISATA DI KEBUN SALAK

Buah salak adalah buah asli Indonesia dan anda tentu pernah mencicipinya. Di kabupaten Banyumas Jawa Tengah, tepatnya di perbukitan lereng Gunung Slamet ada sebuah tempat wisata kebun salak yang apabila anda mengunjunginya bisa langsung memetik sendiri dan makan sepuasnya. Selain itu, anda juga bisa mendapat pengetahuan tentang mencangkok dan membuahkan salak.

Untuk menuju ke kebun salak milik Kusno di desa Baseh, Kecamatan Kedungbantengtersebut hanya jalan kecil berbatu ini saja. Jalannya nanjak dengan kanan kiri rimbun pohon salak dan tanaman keras lainnya khas vegetasi perbukitan kaki gunung. Kebun salak sekitar satu setengah hektar ini tidak terlihat seperti tempat wisata, tetapi di dalamnya ada lebih dari seribu batang tanaman salak.

Salak adalah jenis tanaman yang berbuah sepanjang tahun, sehingga di sini anda sangat mungkin menemukan buah salak yang telah masak. Pilih sendiri buahnya, dan rasakan sensasi memetiknya. Hati-hati karena selain pelepahnya, kulit buah salak juga ada duri-duri halus. Seperti para siswa sekolah dasar ini yang mengunjungi kebun salak, berasa di surga dikelilingi buah siap santap.

Di kebun salak tersebut hampir semua tanamannya sudah siap panen, yakni berumur minimal tujuh tahun. Salak bisa hidup hingga 40 tahun, jika batang akarnya sudah tinggi, bisa direbahkan dan ditimbun dengan tanah agar tanaman tidak terlalu menjulang, sehingga buahnya tetap bisa dijangkau.

Perawatan dan pengembangbiakannya juga relatif mudah. Selain anda bisa memetik sendiri dan makan sepuasnya, anda juga diberi pengetahuan cara mencangkok tanaman salak. Mencangkok tanaman salak sangat mudah, hanya butuh wadah yang berisi tanah dan diikiatkan ke pohon salak. Tanah di wadah ini harus menyentuh pangkap tunas muda yan tumbuh di pohon indukan. Selang setengah bulan, tanaman cangkokan bisa dipisahkan dari tanaman induk dan siap ditanam.

Tanaman salak juga termasuk tanaman yang penyerbukannya harus dibantu dengan hewan kumbang maupun manusia. Itulah kenapa diantara pohon salak dengan bunga betina, juga harus ada pohon yang berbunga jantan. Di sini juga ditunjukan cara menyerbuk dengan bantuan manusia.

“Asyik bukan memetik sendiri salak dan memakan sepuasnya. Udara yang sejuk dan rimbun daun salak yang menaungi bisa menambah suasana nyaman dan itulah yang menjadi kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung”, ujar Kusno.

Anda ingin weekend depan mengunjungi wisata salak ini? Datang saja ke desa baseh kecamatan kedungbanteng kabupaten banyumas jateng. Tarif masuknya hanya lima ribu rupiah dan per kilogram salak yang akan dibawa pulang dihargai 15 ribu rupiah per kilogram. Mantap kan?



0 comments:

Post a Comment