TERAPKAN HYPNOBIRTHING, BIDAN DESA JADI PERCONTOHAN NASIONAL

Menjadi bidan di pedalaman pedesaan Lamongan bukan berarti jauh dari inovasi dan pengetahuan baru. Suhartatik Qomariyatun, Bidan Delima di Dusun Kalibogo Desa Kaliwates Kecamatan Kembangbahu menerapkan hypnobirthing dan hypnotheraphy sehingga menjadi percontohan Nasional.

Menuju Dusun Kalibogo Desa Kaliwates di Kecamatan Kembangbahu tidaklah sulit. Berjarak 15 kilometer dari pusat Kota Lamongan, akses menuju dusun ini sudah memadai dengan jalan beraspal.

Tempat praktek Bidan Suhartatik Qomariyatun sendiri berada sekitar 2 kilometer di selatan Pasar Kembangbahu. Jika tidak ada sebuah papan putih penanda bertuliskan Bidan Praktek Mandiri (BPM) Aura Syifa’ dengan logo bidan delima di depan rumahnya yang asri, bagi orang luar Kembangbahu mungkin tidak akan mengenali tempat praktek tersebut.

Namun bagi masyarakat Kembangbahu, mereka sudah mengenal bidan yang diangkat menjadi bidan desa sejak 1993 ini sebagai tenaga kesehatan yang cakap. Karena dia dikenal tidak pernah lelah menambah pengetahuan kesehatan.

Ketekunannya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, membawa lulusan D3 Politeknik Kesehatan Poltekkes Surabaya ini menjadi percontohan nasional oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Terutama untuk percontohan nasional bagi Bidan Delima lain di Indonesia.

Menurut bidan yang dilahirkan di Lamongan pada 10 Maret 1969 silam ini, dia sudah menjadi Bidan delima sejak tahun 20015. Kemudian di tahun 2010 menjadi fasilitator bagi Bidan Delima.

Di tahun 2010 pula, dia mulai menerapkan ilmu hypnosis dalam kebidanan. Yakni yang meliputi hypnobirthing (melahirkan tanpa rasa nyeri) dan hypnotheraphy (untuk pengobatan penyakit).

“Saya lulus sekolah bidan di tahun 1992 dari Pendidikan dan Pelatihan Bidan (P2B) Rumah Sakit Islam Surabaya dan mulai memberikan pelayanan di Januari tahun berikutnya. Saya mulai tertarik dengan konsep Bidan Delima untuk meningkatkan kualitas pelayanan oleh bidan sejak ada tuntutan peningkatan pelayanan, standard an kualitas yang disosialisasikan oleh Dinas Kesehatan Lamongan dan IBI, “ tutur dia.

Selama menjadi bidan delima, Suhartatik mengatakan ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi karena adanya tuntutan peningkatan saranan dan kualitas layanan tersebut. Diantaranya dari segi biaya untuk membeli peralatan dan keharusan untuk memperbanyak wawasan ilmu pengetahuan baru.

Untuk mencukupi peralatan, secara bertahap dia menyisihkan sebagian penghasilannya. Juga dengan merekrut bidan lainnya untuk menjamin kualitas layanan dari sisi administrasi.

Sementara dari sisi wawasan ilmu pengetahuan baru, tidak kurang dari 14 kali dia mengikuti berbagai pelatihan dan diklat. Diantaranya mengikuti pelatihan hypnobirthing dan hypnotheraphy.

“Khusus untuk hypnobirthing dan hypnotheraphy ini saya merampungkan tiga kali kursus. Yakni basic hypnosis and hypno-birthing, has completed hypnosis dan hypnotherapy mastery serta advanced hypnosis in obstretic, “ ujarnya.

Untuk program ibu hamil dengan hypnobirthing dan hypnotheraphi ini, dia membuka kelas setiap dua minggu sekali dengan setiap ibu hamil minimal mengikuti selama tiga kali di masa kehamilannya.

“Harapannya, ibu hamil pada masa kehamilan dan saat proses persalinan merasa nyaman dan tenang. Karena pada umumnya ibu hamil muda sering merasa mual dan muntah serta merasakan nyeri saat proses persalinan, “ katanya memberi penjelasan.

Wulandari (18) salah satu pasiennya yang melahirkan di BPM Aura Syifa’ menuturkan, waktu melahirkan dia tidak merasakan nyeri. “Saya ikut kelas hypnobirthing dan hypnotheraphi selama dua kali. Saat melahirkan, tidak terasa apa-apa dan prosesnya juga cepat. Padahal saat masuk ke sini jam 8.30, saya sudah pembukaan II, “ ujarnya sambil menggendong anaknya yang baru berusia beberapa hari.

Sulfi (23) ibu hamil lain yang juga mengikuti hypnobirthing dan hypnotheraphi mengungkapkan, dia merasa lebih tenang selama masa kehamilannya yang sudah mencapai usia 38 minggu tersebut.

Bidan Delima sendiri adalah program IBI yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2001 dengan lebih dari 9.000 anggota di 21 propinsi. Bidan Delima melakukan standarisasi keahlian, kompetensi, peralatan, sarana dan prasarana serta manajemen klinik agar sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan RI.

Sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan bidan, terutama pelayanan kesehatan reproduksi dan keleuarga berencana. Dengan tujuan, mempercepat penurunan angka kesakitan dan kematian Ibu, Bayi dan Anak.



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...