FESTIVAL DJALU, PUASI KERINDUAN AKAN GRESIK DJAMAN DULU

Terdorong keinginan menikmati kuliner Gresik Jaman dulu, Minggu pagi ini, (31/8) sengaja saya mengajak keluarga untuk menyambangi deretan stand kuliner yang ada di sekitar Jalan Nyi Ageng Arem Arem. Disana tampak berjejer stand berbagai macam makanan khas Gresik yang sampai sekarang masih akrab di lidah masyarakat Gresik.

Kedatangan kami sekeluarga pagi ini terdorong oleh rasa penasaran saya ketika semalam sesaat sebelum dibuka festival Gresik Jaman dulu, ternyata semua sajian kuliner yang ada di Jalan Nyi Ageng Arem-Arem dan sekitar Kampung Kemasan telah ludes. Stand-stand banyak yang sudah tutup. Sebagian lagi ada yang tengah mengemasi peralatan masaknya. “Habis pak, besok pagi saja datang lagi. Sudah habis sejak tadi” kata Lilik asal Pekelingan yang menjual sego romo dan arang-arang kambang.

Untunglah rasa kecewa saya semalam terobati ketika masuk ke Kampung Kemasan yang disambut pemandangan yang luar biasa indah. Tampak rumah-rumah kuno dengan ornamen tempo dulu yang kini dibukukan sebagai cagar budaya Gresik ini terlihat sangat mempesona. Pantulan sinar yang temaram yang terpancar dari ratusan damarkurung yang tergantung seakan memberikan suasana damai. Kenikmatan itu bertambah manakala seorang dara cantik dari paguyuban Cak dan Yuk Gresik menyodorkan secangkir kopi pahit kental. “Ini kopi khas Gresik” katanya sambil tersenyum ramah.

Berbeda dengan semalam, pagi ini saya benar-benar ingin menikmati sajian kuliner khas Gresik setelah semalam gagal saya dapatkan. Hampir semua lapak yang ada di tenda-tenda banyak dikerumuni pembeli. Terutama menu khas Gresik yang lazim dipakai untuk sarapan pagi diantaranya sego krawu, sego romo, sego mener lengkap dengan bali welutnya, dan sego karak dengan lauk gimbal tempe. Mungkin saja para pembeli ini ingin menikmati sarapan pagi bersama keluarga dengan menu khas yang sekarang tampak mulai jarang ditemui.

Untuk sarapan pagi, saya tertarik dengan sajian menu sego mener. Menu ini terdiri dari nasi dengan kuah sayur kangkung yang dirajang. Terasa sangat nikmat ketika dipadu dengan lauk bali welut. Hanya dalam beberapa menit sepiring sego mener tandas sudah. Ternyata, dari kerumunan pembeli tak hanya didominasi oleh generasi tua. Para generasi muda Gresik juga suka sajian kuliner khas Gresik jaman dulu. Hal ini tampak dari para pembeli yang kebanyakan anak-anak muda.

Seperti yang diharapkan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto saat membuka festival Gresik Jaman dulu semalam yang menyatakan, Festival ini diadakan agar kita tidak kehilangan sejarah dan identitas kota Gresik. “Budaya, kesenian dan tradisi masyarakat Gresik yang kaya ini wajib kita lestarikan termasuk bangunan-bangunan kuno yang bersejarah untuk kita wariskan kepada generasi yang akan datang” ujarnya.

Semua yang ada disini ini mulai dari bangunan, kuliner, kerajinan khas dan tradisi masyarakat merupakan sebuah ikatan erat yang berkesinambungan. “Saya berharap kepada para ahli sejarah dan pakar untuk melakukan banyak penelitian mempelajari peninggalan situs artefak guna kepentingan keilmuan. Hal ini penting untuk anak dan cucu kita yang akan datang” jelas Sambari.

Setelah membuka festival yang diiringi kesenian khas pencak macan, Bupati dan Wakil Bupati beserta Isteri dan Muspida Gresik berkeliling melakukan peninjauan ke seluruh Stand. Rombongan yang diikuti oleh puluhan Pejabat dan masyarakat ini dimulai dari deretan stand di jalan Raden Santri, jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Nyai Ageng Arem Arem, Kemudian masuk ke Kampung Kemasan. Banyak yang menarik perhatian orang nomor satu Gresik ini.

Di Stand yang dikelola masyarakat pecinta sejarah Gresik, Bupati memperhatikan beberapa lukisan yang merupakan lukisan beberapa relief yang ada di situs situ makam aulia di Gresik. Beberapa kerajinan orang Gresik dan cendera mata juga tak luput dari perhatian Bupati. Bahkan Bupati dan isteri sempat membeli beberapa kerajinan Gresik serta membeli kopi bubuk yang katanya khas Gresik. “ini sepertinya prototipe gapura yang ada di gerbang makam Sunan Giri” tambah Bupati saat memperhatikan cenderamata berbentuk naga. (sdm)



digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

0 comments:


Post a Comment

Posting Terakhir

 
  • Melukis Daun Banyaknya daun kering berjatuhan akibat musim kemarau, mengispirasi siswa sekolah dasar di Gresik Jawa Timur, melukis di daun kering. Dengan kegiatan ini, siswa bisa memahami, jika sampah daun, bisa di manfaat....
  • Sharing Foto di Yahoo Messenger Yahoo Messenger atau yang sering disingkat dengan YM memiliki fasilitas untuk share picture kepada chatter lain. Dengan demikian jika dua chatter saling melakukan Private Message, maka keduanya bisa saling...
  • Mujaher Korek Menu ikan panggang banyak di jumpai di sejumlah daerah. Namun, menu ikan mujaher panggang dengan sambal terasi pedas khas Jawa Timuran, hanya ada di Lamongan. Mujaher panggang hadir dengan....
  • Batik Gorga Khas Batak Memadukan motif khas Batak dengan aneka warna, bengkel kreasi yang telah berdiri sejak tahun 2008 lalu, menghasilkan aneka ragam kain batik khas tanah Batak yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi....
  • Awet Muda Dengan Pisang Getuk merupakan makanan tradisional, umumnya terbuat dari singkong. Namun, warga di kaki gunung Slamet tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Karangreja,...