NIKMATI IKAN LAUT DENGAN SENSASI MAKAN SEPUASNYA KOCEK SEADANYA

Selama ini, jika Anda ingin menikmati kuliner ikan laut mungkin Anda harus memiliki uang lebih agar bisa makan sepuasnya, apalagi untuk menu sea food atau ikan laut. Namun di Pacitan, jawa timur, sebuah warung justru memberikan sensasi yang berbeda. Untuk makan sepuasnya konsumen hanya membayar uang seadanya, namun bisa makan sekenyangnya.

Jika Anda berkunjung ke Pacitan jawa timur dengan uang pas-pasan, tidak ada salahnya Anda mampir di warung sederhana milik Bu Sri atau Mbah Gito di utara alutn-alun kota. Saat masuk ke warung, Anda akan langsung disapa Mbah Gito untuk mempersilahkan Anda menikmati menunya. Namun berbeda dengan warung pada umumnya, setiap pembeli biasanya langsung memberikan uangnya terlebih dahulu sebelum makan.

Uniknya lagi, uang diberikan untuk makan sesuai dengan yang dimiliki pembeli saat itu. Namun meski uangnya berbeda jumlah, menu yang disajikan tetap sama. Membayar uang 3 ribu dengan uang 6 ribu pembeli tetap akan menikmati beragam olahan ikan laut dengan porsi sama. Untuk itulah warung ini biasa disebut warga sebagai warung wareg, karena meski uang pas-pasan bisa mengambil nasi dan lauk sepuasnya sesuai porsi perut masing-masing.

Menu yang ditawarkan di warung ini juga tak kalah mewahnya dengan warung-warung besar di Pacitan. Yang paling spesial biasanya adalah jathilan, yaitu ikan goreng tepung singkong di tambah sambal bawang, lalu dipadukan dengan sayur kepala hiu dan kalakan. Jathilan ini biasanya enak dinikmati saat masih hangat, setelah diproses langsung dan digoreng. Warung ini muncul sejak tahun 1993 silam, saat itu Mbah Gito yang biasa menjadi kuli sering tidak bisa makan saat bekerja karena di warung harganya mahal, sehingga ia terisnpirasi untuk membuat warung seperti ini.

Meksi demikian pemiliknya mengaku tidak rugi karena jika ada yang membeli dengan uang lebih bisa untuk subsidi bagi yang membeli dengan uang yang sedikit. Para pembelinya pun beragam, mulai dari kuli bangunan, pekerja pabrik hingga pegawai negeri di lingkungan pemerintah kabupaten Pacitan, setiap hari ia pun mampu meraup uang 1 hingga 2 juta rupiah.

0 comments:

Post a Comment