SEDEKAH BUMI DENGAN TABUR UANG DAN MENGARAK 190 AMBENG

Ritual sedekah bumi yang digelar warga Desa Pangkatrejo Kecamatan Lamongan Kabupaten LamonganJawa Timur, Jum’at pagi(29/08/2014) tersebut, diawali dengan sawur duwit atau menabur uang logam. Sawur duwit berisi uang logam dan beras kuning ini, diperebutkan warga mulai dari anak anak hingga orang dewasa.

Meski anak anak dan orang dewasa terlibat saling dorong, ritual sawur duwit lazim digelar sebagai ritual tolak balak atau musibah. Ritual sawur duwit juga diiringi dengan petasan.

Sedekah bumi kemudian dilanjutkan dengan mengarak 190 ambeng keliling desa. Arak arakan ambeng hasil bumi ini, dikhususkan bagi kaum laki laki. Selain hasil bumi diletakkan di sebuah replika rumah, juga disajikan di atas tampah atau wadah bundar tradisional dari anyaman bambu.

Ambeng ini mengandung makna-makna mendalam yang mengangkat hubungan antara manusia dengan maha pencipta, serta dengan alam dan sesama manusia.

Menurut Serman, Kepala DesaPangkatrejo, mengarak ambeng sebagai wujud rasa syukur kepada yang maha kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya.”Kita bersyukur akan nikmat hasil bumi bisa semakin berlimpah”, ujarnya.

Ritual sedekah bumi ini ditutup dengan pembagian hasil bumi kepada warga secara merata, dengan diiringi musik gending gending jawa. Selain dibagikan ke warga, hasil bumi juga dimakan bersama sama.

Sedekah bumi juga merupakan representasi dari bentuk kehidupan sosial yang relevan dengan perkembangan zaman sekarang. berikut ini videonya:

0 comments:

Post a Comment