ENERGI BIOGAS ALTERNATIF DARI LIMBAH TAHU

Semakin mahalnya harga elpiji kemasan 12 kilogram dan 3 kilogram, membuat masyarakat mulai berinovasi. Salah satunya menciptakan energi biogas dari limbah tahu. Gas metana yang dihasilkan, juga dapat mengurangi dampak pemanasan global (13/09/2014).

Banyak pabrik tahu skala rumah tangga hingga skala besar belum memiliki pengolahan limbah cair. Sebab, mereka menganggap tidak efisien. Padahal, limbah cair pabrik tahu memiliki kandungan senyawa organik tinggi yang memiliki potensi untuk menghasilkan biogas melalui proses an-aerobik.

Di Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Slamet Wahyudi, seorang pengusaha tahu berhasil memanfaatkan limbah industri tahu menjadi energi biogas.

Unit pengolah limbah cair tahu ini terdiri dari unit utama yang disebut digester, jaringan pipa pengumpul limbah, trickling filter, jaringan sisa limbah hasil olahan, kolam penampung air hasil proses serta penampung gas.

Cara pengelolaan limbah tahu ini sangat sederhana. Limbah cair tahu yang diperoleh dari pabrik tahu, langsung dialirkan melalui selokan yang ditampung di sebuah bak kontrol, atau filter. Bak kontrol tersebut, berfungsi sebagai penyaring limbah yang berasl dari pengepresan limbah tahu.

Dari bak kontrol inilah, limbah tahu masuk ke bak penampungan digester. Bak penampungan akan dialiri limbah secara terus menerus hingga menjadi luber yang dialirkan ke bak peluap. Awal pembuatan biogas ini dapat digunakan setelah dua sampai tiga minggu pengisian.

Pembuatan biogas limbah tahu ini berawal dari protes warga setempat, terkait bau menyengat limbah dari pabrik tahu yang berdekatan dengan pemukiman penduduk. Selain itu juga, dikarenakan faktor semakin mahalnya harga elpiji kemasan 12 kilogram dan 3 kilogram.

Hasil biogas dengan kuantitas dan kualitas lebih baik daripada biogas kotoran ternak tersebut, kini sudah disalurkan ke 31 kepala keluarga dusun setempat. Meski dengan keterbatasan alat dan biaya, energi alternatif biogas sudah mejadi tumpuan warga setempat sejak tiga tahun terakhir. Setiap kepala keluarga, hanya dikenai biaya perawatan sebesar lima ribu rupiah per bulan.



0 comments:

Post a Comment