KERAJINAN CELENGAN LIMBAH BAMBU YANG KIAN DISUKA

Limbah batang bambu yang biasanya hanya dibuang, apabila diolah dengan sedikit kreatifitas, ternyata mampu menghasilkan keuntungn hingga jutaan Rupiah. Seperti yang dilakukan Ameng Suprapto, seorang pengrajin warga Pakualaman Yogyakarta, yang memanfaatkan limbah bambu, menjadi celengan bambu tradisional, dengan berbagai motif yang diminati di pasaran, seperti motif ukiran batik, kartun maupun motif ukiran hewan. Bahkan hasil kerajinan celengan bambu tersebut, saat ini telah menembus luar negeri.

Selain itu, motif kaligrafi pun juga di buat oleh pengrajin yang memberi naman hasil kerajinan celengan dari lembah bambu tersebut dengan nama bank tempo doeloe. Siapa menyangka, ternyata, celengan-celengan tersebut terbuat dari limbah bambu.

Proses pembuatan celengan dari limbah bambu ini, tidaklah terlalu sulit. Pertama-tama, bambu dipotong potong, sesuai dengan panjang ruas bambu. Bambu yang sudah dipotong, kemudian dicuci terlebih dahulu, sebelum dilakukan proses pengecatan. Setelah di cat dan dikeringkan, potongan bambu di ukir sesuai selera atau sesuai motif yang diminta oleh pemesan. Baru setelah ukiran selesai, ujung bambu ditutup dengan triplek yang sudah di lubangi sebesau uang koin.

Proses selanjutnya adalah menghias celengan bambu dengan menggunakan tali rotan. Hal ini dilakukan untuk mempercantik bentuk celengan bambu yang di buat. Celengan dari limbah batang bambupun sudah siap untuk dipasarkan.

Menurut Ameng Suprapto, ide pembuatan celengan bambu tersebuit karena dirinya melihat banyak limbah batang bambu yang hanya di buang maupun di bakar. Selain itu, dirinya memilih celengan bambu, setelah mendengar cerita dari kakeknya, bahwa sebelum ada bank, orang kebanyakan menyimpan uang di tiang rumah, yang terbuat dari bambu. Ide itulah yang menginspirasikan Ameng Suprapto, untuk membuat celengan dari limbah bambu.

Dengan di bantu 3 orang karyawannya, Ameng Suprapto dalam satu bulan dapat menghasilkan 1000 celengan bambu. Rata-rata para pembelinya berasal datri luar kota dan bahkan pemasarannya sudah sampai ke luar negeri, seperti malaysia dan dubai. Harga setiap celenngan yang dijual, antara 5 ribu hingga 35 ribu Rupiah, tergantung dari ukuran bambu dan motif dari celengan yang dibuat.

Selain harganya yang terjangkau, celengan bambu juga dapat mengajarkan anak-anak untuk belajar ataupun gemar menabung.

1 comment:

  1. wah unik sekali iya, mau coba dirumah deh jadinya

    ReplyDelete